Minggu, 22 Oktober 2017

Analisis Pengaruh Strategi Pemasaran (Marketing Mix) Terhadap Keputusan Pembelian Hand Phone Asus Pada kalangan Masyarakat di Kota Banda Aceh

Analisis Pengaruh Strategi Pemasaran (Marketing Mix) Terhadap Keputusan Pembelian
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Persaingan dalam memperebutkan konsumen semakin lama menjadi semakin ketat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya alternatif produk yang dapat dipilih oleh konsumen. Munculnya produk-produk yang inovatif secara terus-menerus dalam waktu yang relatif singkat menuntut perusahaan untuk berupaya mengembangkan produk-produknya agar konsumen tertarik untuk melalukan pembelian terhadap produk-produk yang mereka tawarkan. Perkembangan industri Hand Phone sudah sangat pesat dalam beberapa tahun sebelumnya. Sayangnya, perkembangan itu tidak diimbangi dengan perkembangan ekonomi masyarakat inodnesia pada umumnya.

Diera modern ini, Hand Phone merek Asus telah ditujukan kepada semua kalangan orang dengan model Hand Phone yang mengikuti trend-trend yang ada, pengembangannya sangat canggih seperti: dilengkapi variasi bentuk dan jenis-jenis Hand Phonenya. Maraknya persaingan antar perusahaan Hand Phone yang ada tentu akan menimbulkan masalah bagi produsen itu sendiri, dimana terjadi kompetisi didalam menarik konsumen sebanyak mungkin. Untuk menarik minat para pembeli, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan perbaikan sistem pemasaran yang efektif. Pemasaran efektif dalam penerapannya bukan hanya bagaimana meningkatkan volume penjualan tetapi juga mengamati tingkah laku konsumen serta memenuhi keinginan konsumen melalui usaha perbaikan kualitas produk, promosi yang sesuai dengan harapan konsumen.

Perusahan Hand Phone cukup memperhatikan tentang kebutuhan dari konsumennya, diantaranya perusahaan cukup memilih mana yang paling cocok untuk karakteristik pasar. Dalam memasarkan Hand Phonenya, perusahaan tidak menggunakan strategi yang dapat menghilangkan kepercayaan dari konsumen. Bahkan, perusahaan juga melakukan berbagai strategi pemasarannya seperti, promosi, undian hadiah dan berbagai kebijakan lainnya. Pada saat ini, pengguna Hand Phonenya sudah terbiasa dengan fitur dan bentuk Hand Phone yang disediakan oleh perusahaan Asus khusunya dan juga berbagai suku cadang yang sesuai dengan kebutuhan dari dari Hand Phonenya. Perusahaan Asus merupakan salah satu Perusahaan yang saat ini perkembangannya sangat pesat di dunia termasuk di Indonesia. Ini disebabkan karena Hand Phone merupakan kebutuhan skunder manusia. Permintaan kebutuhan Hand Phone hasil produksi perusahaan Asus akan terus meningkat seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta perubahan gaya hidup masyarakat atas perkembangan zaman.

Marketing Mix merupakan sekumpulan variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan, yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam target pemasaran. Marketing Mix sendiri didalamnya terdapat beberapa elemen marketing kalau jaman dahulu dikenal dengan unsur 4P, namun seiring berkembangnya jaman makin modern kini ada yang mengatakan marketing mix ada 7P artinya ada penambahan Tiga strategi lagi. bukan perkara salah atau benar dari kedua pendapat di atas tapi yang namanya strategi menurut saya kita bebas menambahkan selama apa yang ditambahkan bisa menjadikan strategi pemasaran yang kita lakukan semakin hebat.

Dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, seringkali perusahaan dihadapkan pada berbagai masalah, seperti kesulitan di dalam meningkatkan volume penjualan, adanya persaingan yang ketat dari perusahaan sejenis, semakin kompleksnya perilaku konsumen terhadap suatu produk, selera konsumen yang selalu berubah-ubah, serta kondisi ekonomi yang kurang menentu. Setiap kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang produksi barang atau jasa, perlu dikelola secara efisien dan efektif guna mencapai tujuan usaha yang optimal, oleh karena itu sangat diperlukan adanya penerapan fungsi manajemen disamping memperhatikan pengaruh dari berbagai aspek.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam melakukan pemasaran produk khususnya Hand Phone Asus adalah dengan memahami kebutuhan konsumen, mengetahui kebutuhan konsumen dan selera dari pada konsumen. Keputusan pembelian merupakan hal yang penting, sebab dengan adanya pemahaman mengenai keputusan pembelian, maka perusahaan akan lebih mudah dalam membuat suatu perencanaan pemasaran serta penetapan kebijakan pemasaran dan sebagai dasar dalam pelaksanaan kegiatan pemasaran, alasannya karena berhubungan dengan produk motor yang akan dijual kepada konsumen.

Dengan munculnya beberapa jenis produk Hand Phone Asus, maka setiap masyarakat berupaya mencari tau tentang produk keluaran Asus yaitu Hand Phone Asus dengan jenis dan tipe yang berbeda. Hal ini tentunya menyebabkan konsumen semakin bebas memilih jenis Hand Phone Asus yang sesuai dengan selera konsumen. Demikian halnya dengan perusahaan-perusahaan yang menjual Hand Phone merek Asus di pasar Di Kota Banda Aceh sebagai salah satu usaha yang dikunjungin konsumen, tentu sangat memperhatikan sistem pemasaran secara efektif pada Asus yang dipasarkan. Berdasarkan kondisi yang telah disebutkan di atas dimana begitu banyaknya produk-produk yang sama yang ditawarkan dari berbagai macam produsen sehingga meramaikan penjual-penjual Hand Phone khususnya merek Asus.

Salah satu tujuan kegiatan pemasaran perusahaan adalah mempengaruhi konsumen atau calon konsumen agar mereka mau membeli barang atau jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkannya. Sebelum kegiatan pemasaran dilakukan, perusahaan perlu mempelajari dan memahami perilaku konsumen terlebih dahulu agar mereka dapat lebih tepat menetapkan kegiatan pemasarannya. Salah satu perilaku konsumen yang penting adalah perilaku dalam melakukan pembelian suatu barang atau jasa. Suatu kegiatan pembelian yang nyata merupakan salah satu tahap dari keseluruhan proses mental dan kegiatan fisik yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Keputusan pembelian merupakan salah satu tahapan pembelian. Untuk lebih meningkatkan penjualan Hand Phonenya, maka pihak penjual perlu memperhatikan strategi pemasaran dimana strategi pemasaran terdiri dari: kualitas produk, merek, harga dan promosi. Keempat faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian terhadap merek produk Hand Phone bermerek Asus.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Analisis Pengaruh Strategi Pemasaran (Marketing Mix) Terhadap Keputusan Pembelian Hand Phone Asus Pada kalangan Masyarakat di Kota Banda Aceh”.

1.2 Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah:
  1. Apakah produk, merek, harga dan promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian Hand Phone Asus Pada kalangan Masyarakat di Kota Banda Aceh?
  2. Dari empat variabel yang diteliti variabel manakah yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian Hand Phone Asus Pada kalangan Masyarakat di Kota Banda Aceh?
1.3  Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki berbagai tujuan. Adapun tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui pengaruh produk, merek, harga dan promosi terhadap keputusan pembelian Hand Phone Asus Pada kalangan Masyarakat di Kota Banda Aceh.
  2. Untuk mengetahui variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian Hand Phone Asus Pada kalangan Masyarakat di Kota Banda Aceh.
1.4  Kegunaan Penelitian
1.4.1  Kegunaan Teoritis 
Adapun kegunaan teoritis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk mengadakan penelitian yang berkaitan dengan produk, merek, harga dan promosi dan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian.
  2. Menambah kepustakaan dalam bidang manajemen pemasaran, khususnya tentang teori-teori yang menyangkut tentang produk, merek, harga dan promosi dan keputusan pembelian.
1.4.2  Kegunaan Praktis
Adapun kegunaan praktis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu mengembangkan pemikiran bagi perusahaan Asus sebagai masukan dalam pertimbangan untuk pengambilan keputusan kebijaksanaan oleh pihak perusahaan dalam rangka meningkatkan usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan yang berkaitan dengan masalah keputusan pembelian terhadap keputusan pembelian.
  2. Untuk lebih mengembangkan penalaran, membentuk pola pikir dinamis, sekaligus untuk mengetahui kemampuan penulis dalam menerapkan ilmu yang diperoleh. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen Pada Toko Hidup Subur Kota Banda Aceh

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Seiring dengan semakin banyaknya usaha yang bersaing untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, maka yang perlu diperhatikan para pengusaha adalah bagaimana menciptakan keunikan dari produk dan jasa yang ditawarkan, serta dapat memberikan kepuasan kepada para konsumennya dan terciptanya loyalitas pada konsumen. Bila kepuasan konsumen telah terpenuhi maka terjadilah suatu transaksi yang berulang-ulang secara terus menerus, dimana konsumen merasa adanya value dari sebuah harga yang harus dibayarkan. 

Salah satu usaha yang semakin berkembang di Kota Kota Banda Aceh adalah usaha dibidang penjualan Toko Material.  Konsumen pada usaha ini rata-rata adalah kaula muda. Para pemuda sering berlangganan pada usaha-usaha Toko Material disebabkan pemakai Toko Material terbanyak adalah para pemuda dan pemudi, hal ini sudah terbukti dari pengunjung usaha Toko Material yang paling dominan adalah para pemuda. disamping itu konsumen yang rata-rata masyarakat seputaran Kota Kota Banda Aceh  mendapatkan berbagai kelebihan dan kekurangan saat mengunjungi Toko Material itu semua tak lepas dari kesiapan pemilik usaha dalam melihat kebutuhan konsumen. Hidup Subur cukup peka terhadap strategi dan bagaimana mempengaruhi kepuasan konsumen  untuk setia dan tetap loyal. Pemilik Hidup Subur mempunyai beberapa karyawan dan semuanya bekerja secara maksimal. Adapun posisi karyawan telah di atur sedemikian rupa sesuai dengan keahlian masing-masing, dari posisi karyawan sebagai mekanik Bahan Material dan Pramuniaga itu semua berjalan sesuai dengan keinginan pemilik usaha.

Saat ini  usaha dibidang Toko Material sudah menjadi kebutuhan pribadi bagi  orang- orang yang mengunjunginya seiring dengan semakin bertambahnya Toko Material di Kota Banda Aceh. Toko Material bukan lagi seperti tempat penjualan Bahan Material dan kartu perdana seperti halnya dulu, hampir di semua Toko Material menyediakan jasa servis HP sebagai pendongkrak minat konsumen. Keberhasilan Usaha Hidup Subur di Kota Kota Banda Aceh karena adanya pelayanan prima, sikap karyawan dan kualitas jasanya. Kebanyakan orang  di Banda Aceh  sangat menyukai pelayanan yang baik, sikap karyawan dan kualitas jasa pada Hidup Subur yang terkesan memuaskan dan bisa mempengaruhi keinginan konsumen untuk tetap loyal.

Salah satu pasar yang cukup potensial bagi pemilik usaha Hidup Subur adalah pemuda dan mahasiswa, hal ini karena pemuda dan mahasiswa masih suka menggunakan Bahan Material sebagai alat komunikasi dan internetan. Selain itu pemuda ingin selalu mengikuti perkembangan zaman agar tidak ketinggalan tren. Pemuda juga membutuhkan usaha Toko Material yang menyediakan Bahan materialnya apabila Bahan Material rusak. Oleh karena itulah pemuda dan mahasiswa merupakan pasar yang potensial bagi usaha Toko Material  saat ini. Pemilik usaha Hidup Subur  harus memperhatikan dan memenuhi keinginan konsumen agar mereka tidak berpaling ke Toko Material yang lain.

Meskipun usaha Hidup Subur terus mengalami peningkatan namun Hidup Subur masih punya saingan dengan toko-toko lain seperti  Toko Material Husna dan beberapa Toko Material lain yang menyediakan berbagai kebutuhan konsumen dari kelengkapan Bahan Material dan jasa servis. Sebuah pengamatan yang dilakukan oleh penulis mengatakan bahwa usaha Hidup Subur akan terus mengalami peningkatan tiap harinya, tetapi usaha Hidup Subur harus siap bersaing dengan pesaing terberatnya seperti Toko Material Husna yang terus berinovasi mengeluarkan strategi-strategi baru yang lebih agresif untuk menarik perhatian konsumen. Hal ini dilakukan atas dasar asumsi adanya kebutuhan yang serupa pada sekelompok orang atas dasar ciri letak / tempat (geografis), ciri demografis (usia, penghasilan, jenis kelamin) atau ciri sifat/ perilaku (psikografis / behavioral). Pada perkembangan selanjutnya, kesamaan kebutuhan ini juga dijadikan unsur segmentasi (benefit segmentation), misalnya pengelompokan konsumen berdasarkan kesamaan kebutuhan akan kenyamanan, kualitas, dan sebagainya.

Pada dasarnya, keinginan mengkonsumsi diawali dengan adanya kebutuhan (needs) yang dirasakan seseorang pada suatu keadaan. Kebutuhan ini kemudian akan menuntut untuk dipenuhi. Setelah kebutuhan dipenuhi, dorongan yang timbul adalah keinginan (wants), yaitu kebutuhan akan suatu hal (barang) dengan tambahan kriteria tertentu. Proses ini akan berlanjut hingga membuat suatu rangkaian yang terdiri. dari needs, wants, demand (permintaan akan suatu barang) yang kemudian akan menimbulkan adanya penyediaan (supply).

Pada tahap ini jika kebutuhan/permintaan dan penyediaan bertemu, akan tercipta transaksi dan situasi itu disebut pasar,Keinginan dan selera masing-masing orang bisa berbeda. Namun terdapat kemiripan/kesamaan relatif pada kelompok yang homogen, Kita tidak mungkin memenuhi keinginan semua orang/kelompok. Jika kita mencoba membuat produk yang memenuhi keinginan semua orang, maka produk itu akhirnya tidak memenuhi keinginan/selera siapapun. Adapun kemajuan usaha Hidup Subur dapat dilihat berdasarkan segmentasi pasarnya sebagai berikut:
Tabel 1.1
Segmentasi Pasar Usaha Hidup Subur 
Segmentasi Pasar Usaha Hidup Subur
Sumber: Hasil penelitian dikembangkan (2015) 

Berdasarkan identifikasi segmentasi pasar di atas, maka pihak pengelola usaha Hidup Subur dapat membidik pasar sasaran utama bagi Hidup Subur adalah Masyarakat-Masyarakat. Selanjutnya, dalam pengambilan keputusan, pihak manajemen Hidup Subur dihimbau untuk menyesuaikan keputusan yang diambil dengan pasar sasaran yang dipilih. Sebagai contoh adalah pengambilan keputusan pemasaran, dimana pihak Hidup Subur dapat membuat harga sesuai dengan keadaan konsumen yang memakai jenis produk di Hidup Subur. Hal ini dapat berupa diskon khusus langganan apabila konsumen dikenali oleh para karyawan Hidup Subur.

Lebih jauh, terkait dengan strategi posisi pasar, Hidup Subur dapat memposisikan usaha sebagai usaha dengan semua golongan namun tidak meninggalkan kesan kekeluargaan. Konsep ini dapat diciptakan oleh pihak manajemen Hidup Subur untuk ditanamkan ke dalam benak masyarakat Banda Aceh  bahwa, Hidup Subur adalah Toko Material yang lengkap dan suasana seperti yang nyaman. Tentu saja hal ini perlu diimbangi dengan penyediaan layanan jasa servis, sehingga masyarakat Banda Aceh berpikir mengenai Hidup Subur dan merasa puas dengan setiap penyediaan usahanya.

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low- involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan  sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.  Analisis  tentang  berbagai  factor  yang  berdampak  pada  perilaku  konsumen menjadi dasar dalam pengembangan strategi pemasaran. Bagian pemasaran wajib memahami konsumen, seperti apa yang dibutuhkan, apa seleranya, dan bagaimana konsumen mengambil keputusan. Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Kedua, menciptakan kepuasan yang dirasakan konsumen sehingga konsumen loyal. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan terus mengunjungi Hidup Subur. Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan di atas, maka penulis tertarik untuk mengajukan judul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen Pada Toko Hidup Subur Kota Banda Aceh

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis merumuskan permasalah sebagai berikut:
  1. Apakah harga berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Pada Toko Hidup Subur Kota Banda Aceh?
  2. Apakah pelayanan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Pada Toko Hidup Subur Kota Banda Aceh?
  3. Manakah variabel yang dominan mempengaruhi loyalitas konsumen Pada Toko Hidup Subur Kota Banda Aceh?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui apakah harga berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Pada Toko Hidup Subur Kota Banda Aceh.
  2. Untuk mengetahui apakah pelayanan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Pada Toko Hidup Subur Kota Banda Aceh.
  3. Untuk mengetahui variabel manakah  yang dominan mempengaruhi loyalitas konsumen Pada Toko Hidup Subur Kota Banda Aceh.
1.4 Kegunaan Penelitian
1.4.1 Kegunaan teoritis
Adapun kegunaan penelitian ini secara teoritis adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai bahan refensi dalam bidang ilmu manajemen pemasaran untuk penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen.
  2. Sebagai bahan pengembangan kepustakaan, arsip pribadi dan telaah dalam pembelajaran.
1.4.2  Kegunaan Praktis
Adapun kegunaan penelitian ini secara praktis adalah sebagai berikut:
  1. Melengkapi syarat memperoleh  gelar sarjana yaitu tentang persiapan tugas akhir atau skripsi
  2. Sebagai sumber informasi bagi pihak usaha Hidup Subur dalam usaha meningkatkan strategi pemasarannya agar dapat meningkatkan loyalitas konsumen.
  3. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi penulis khususnya tentang ilmu ekonomi dibidang pemasaran. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Sabtu, 21 Oktober 2017

Pengaruh Promosi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Persepsi Nasabah Pada PT. Bank Negara Indonesia Cabang Lhoksumawe

Pengaruh Promosi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Persepsi Nasabah
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat perlu dana maupun modal. Misalnya untuk membuka suatu lapangan usaha tidak hanya membutuhkan bakat dan kemauan keras untuk berusaha, tetapi juga diperlukan adanya modal dalam bentuk  tunai. Hal itulah yan6 menjadi potensi perlu adanya lembaga perkreditan yan6 menyediakan dana pinjaman. Untuk mendapatkan modal usaha melalui kredit masyarakat membutuhkan adanya sarana dan prasarana. Maka pemerintah memberikan sarana berupa lembaga perbankan dan lembaga non perbankan. Selain itu peraturan perizinan operasional perbankan telah dipermudah. Secara de jure, usaha perbankan saat ini hanya dilakukan oleh Perbankan milik pemerintah, sudah berkali-kali berubah badan hukum Aceh sejak 1961. Namun secara de facto, sudah banyak yan6 menjalankan bisnis perbankan meskipun belum memiliki dasar hukum yan6 kuat.

Gejala ini merupakan peluang usaha yan6 sangat baik untuk meningkatkan pendapatan nasional. Berbagai perbankan baru pun mulai bermunculan baik perbankan konvensional maupun daerah. Fenomena ini di suatu sisi akan menguntungkan nasabah dengan tersedianya berbagai pilihan penyedia jasa perbankan dengan bebagai kemudahan yan6 ditawarkan, namun di sisi lain hal ini merupakan ancaman bagi perbankan lain baik perbankan nasional maupun perbankan lokal atau daerah dengan bertambahnya pesaing. Untuk memenangkan  persaingan tersebut,tentu setiap perbankan harus lebih memperhatikan bagaimana persepsi nasabah dan kepuasan nasabah yan6 menjadi sasaran jasa yan6 ditawarkan untuk memperoleh keuntungan.

Persepsi nasabah kini menjadi pembicaraan yan6 hangat ditingkat nasional dan daerah. Nasabah yan6 menjadi objek atau sasaran jasa yan6 ditawarkan oleh perbankan atau perbankan haruslah bisa merasakan sebuah nilai kepuasan dari jasa yan6 digunakan. Tentunya hal ini akan memberikan dampak yan6 sangat besar terhadap keberlangsungan usaha perbankan, karena apabila nasabah merasa puas terhadap jasa yan6 ditawarkan oleh perbankan maka akan berdampak terhadap tingginya tingkat pamakaian jasa yan6 ditawarkan dan hal ini bisa jadi membuat nasabah akan merasa bangga dan senang dengan jasa yan6 digunakan. Akan tetapi sebaliknya apabila nasabah merasa tidak puas terhadap jasa yan6 ditawarkan oleh perbankan maka akan berdampak terhadap menurunnya tingkat pemakaian jasa dan bisa jadi nasabah akan beralih ke perbankan pesaing.

Selain itu, salah satu faktor penting yan6 menjadi penentu keberhasilan perbankan dalam meningkatkan kepuasan nasabah demi untuk mencapai target pemakaian jasa nasabah maksimal dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidup perbankan adalah dengan promosi, kualitas pelayanan dan pelayanan. Untuk itu setiap perbankan harus mampu merumuskan strategi pemasaran yan6 tepat karena dengan adanya strategi yan6 tepat, dapat diartikan bahwa perbankan telah mengenal dengan baik kelemahan dan kekuatan dari perbankan itu sendiri dan sekaligus dapat mengantisipasi kesempatan dan ancaman yan6 berasal dari luar perbankan sehingga perbankan dapat lebih memantapkan diri dalam menghadapi persaingan yan6 ada dan pada akhirnya akan bermuara pada keberhasilan dalam usaha maksimisasi profit. Hal lain yan6 perlu diperhatikan oleh perbankan adalah perilaku nasabah, perbankan harus mampu membaca kebutuhan dan keinginan nasabah terhadap jasa yan6 ditawarkan oleh perbankan.

PT. Bank Negara Indonesia merupakan salah satu perbankan yan6 ada di Aceh berupaya menerapkan pemasaran jasa yan6 dinilai cukup jitu dalam menghadapi persaingan yan6 ketat di sektor perbankan dewasa ini. Beberapa tahun terakhir ini perkembangan jumlah nasabah PT. Bank Negara Indonesia Cabang Lhoksumawe memperlihatkan hasil yan6 cukup memuaskan, terjadi peningkatan yan6 cukup tajam pada pencapaian jumlah nasabah setiap tahunnya yan6 rata-rata mencapai 6 milyar per tahun.

Tahun 2017, merupakan sebuah milestone penting bagi Bank Negara Indonesia yan6 genap berusia 121 tahun. Sebuah jejak langkah perjalanan yan6 tidak bisa dibilang singkat, tumbuh dan berkembangnya Bank Negara Indonesia dalam memberikan layanan kepada nasabah, mitra kerja, pemegang saham, serta melayani masyarakat Aceh dan kota Medan. Pada tahun 2017 tersebut sesuai dengan tahapan perencanaan strategis lima tahunan (Corporate Plan),

Sebuah tekad yan6 menegaskan visi masa depan Bank Negara Indonesia menjadi bank yan6 sehat, tangguh, handal dan terpercaya serta dapat memberikan nilai tambah yan6 tinggi kepada mitra dan masyarakat serta mewujudkan misi sebagai bank yan6 mampu membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pengembangan dunia usaha dan pemberdayaan ekonomi rakyat, serta memberi nilai tambah kepada pemilik dan kesejahteraan kepada karyawan. Sebuah tekad yan6 diwujudkan oleh setiap sumber daya manusia Bank Negara Indonesia dengan mengutamakan kualitas pelayanan dengan melayani lebih proaktif untuk melangkah maju menuju era baru, melakukan upaya perubahan, sebuah transformasi menuju pertumbuhan jangka panjang yan6 berkesinambungan, menjadi Bank Regional Champion dan memberikan makna kehadirannya di masyarakat.

Tahun 2016-2017 sejalan dengan corporate plan yan6 ditetapkan merupakan tahun Back on Track PT. Bank Negara Indonesia pada setiap fondasi dan sendi-sendi pengelolaan Bank sejalan dengan aturan dan best practice perbankan yan6 berlaku. Seirama dengan perubahan manajemen dan proses transformasi yan6 terus berjalan, Bank Negara Indonesia bertekad memanfaatkan momentum tersebut untuk menjadi Bank Regional Champion dan memimpin kembali perbankan di daerah sesuai fase perencanaan strategis tahun 2014 leading regional bank.

Untuk itu, perlu untuk mengetahui pengaruh strategi pemasaran jasa yan6 diterapkan oleh PT. Bank Negara Indonesia Cabang Lhoksumawe terhadap persepsi nasabah dalam memilih PT. Bank Negara Indonesia Cabang Lhoksumawe perlu pula mengetahui elemen-elemen mana saja dari strategi pemasaran jasa tersebut yan6 paling berpengaruh terhadap kepuasan nasabah, karena hal tersebut dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan perbankan Aceh khusunya. Maka dengan adanya kajian tentang pengaruh variabel-variabel tertentu dalam kegiatan usaha perbankan, perusahaan akan lebih mengetahui secara detil apa kelemahan dan kelebihan dari usaha perbankan tersebut.

Dengan melihat pentingnya peranan persepsi nasabah dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan, maka penulis mengangkat judul “Pengaruh Promosi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Persepsi Nasabah Pada PT. Bank Negara Indonesia Cabang Lhoksumawe”.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yan6 telah dipaparkan,maka yan6 menjadi pokok permasalahan dalam penulisan ini adalah:
  • Apakah Promosi berpengaruh terhadap Persepsi Nasabah pada PT. Bank Negara Indonesia cabang Lhoksumawe?
  • Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap Persepsi Nasabah pada PT. Bank Negara Indonesia cabang Lhoksumawe?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut :
  • Untuk mengetahui pengaruh promosi terhadap Persepsi Nasabah pada PT. Bank Negara Indonesia cabang Lhoksumawe.
  • Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap Persepsi Nasabah pada PT. Bank Negara Indonesia cabang Lhoksumawe.
  • Untuk mengetahui variabel yan6 paling dominan berpengaruh terhadap Persepsi Nasabah pada PT. Bank Negara Indonesia cabang Lhoksumawe.
1.4 Manfaat penulisan 
Adapun manfaat penulisan ini adalah sebagai berikut :
  • Sebagai referensi bagi perusahaan perbakan Aceh dalam menetapkan strategi pemasarannya jasanya.
  • Sebagai acuan bagi pihak yan6 berniat untuk meneliti lebih lanjut mengenai Persepsi Nasabah Terhadap Promosi dan Kualitas pelayanan pada PT. Bank Negara Indonesia cabang Lhoksumawe.
  • Menambah khasanah pemikiran penulis dan pembaca di bidang kajian pemasaran jasa dan bisa menerapkan dikemudian hari.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Strategi Pengembangan Produk dan Penjualan Langsung Guna Meningkatkan Minat Beli Konsumen Terhadap Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe

Pengaruh Strategi Pengembangan Produk dan Penjualan Langsung Guna Meningkatkan Minat Beli Konsumen
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha di segala bidang yang semakin pesat dewasa ini tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan manusia yang semakin kompleks pula, sehingga para pelaku bisnis berupaya memanfaatkan kesempatan dan peluang dalam memenuhi kebutuhan manusia dengan cara membuka usaha baru atau melakukan ekspansi (perluasan) usaha dengan membuka cabang pada suatu daerah, lokasi atau wilayah yang dianggap tepat dan efektif. Pada masa sekarang wirausahaan dihadapkan dengan berbagai persoalan dalam menekuni usaha-usahanya, baik itu usaha dalam skala besar ataupun kecil, hal itu dapat dilihat dari tingkah laku konsumen dan persaingan dalam melakukan pemasaran produknya. Pihak usahaan harus mampu menguasai makna dari pada setiap masalah yang terjadi dalam menjalankan usahanya.

Banyaknya usaha yang bermunculan dengan beraneka ragam usaha yang ditampilkan dapat dijadikan sebagai tolak ukur semakin pesatnya pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha di segala bidang. Kenyataan ini tentunya membawa dampak terjadinya persaingan yang semakin ketat dan tajam, karena masing-masing usaha berlomba-lomba mencari dan menetapkan suatu strategi penjualan yang mampu merekrut konsumen (pembeli) sebanyak mungkin.  Dengan demikian setiap wirausahaan harus mampu memahami perilaku konsumen pada pasar sasarannya, karena kelangsungan hidup usaha tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumennya. Salah satu faktor penting yang harus dipahami oleh wirausahaan yaitu mengenai kebutuhan dari pada konsumen, dan juga saingan antar usaha sejenis, sebab, konsumen merupakan faktor penentu berkembangnya usaha yang sedang dijalankannya begitu juga dengan para saingan usaha.

Dengan semakin banyaknya usaha yang menghasilkan produk sejenis, juga berbagai usaha yang menyajikan produk serupa, keberhasilan usaha dalam memasarkan produknya ditentukan melalui proses riset pasar yang relevan yang mampu mengidentifikasi peluang untuk memudahkan dalam menentukan strategi pemasaran, maka perlu strategi-strategi yang harus dirancang oleh wirausahaan dalam menjalankan usahanya. Unsur penjualan langsung merupakan unsur yang menentukan masa depan usaha. Dengan penjualan secara langsung yang semakin tinggi atau meningkat dapat menjamin kelangsungan usaha dan meningkat omset penjualannya. Oleh karena itu para usahaan perlu menyusun sistem penjualan yang memadai untuk meningkatkan laba usaha yaitu dengan peningkatan pengembangan produk dan melakukan penjualan secara langsung. Pengembangan produk dan penjualan secara langsung merupakan strategi yang tepat untuk kelangsungan suatu usaha, sebab konsumen membutuhkan sesuatu yang baru untuk dikonsumsi. Untuk mencapai target penjualan maka pihak usaha harus mengambil inisiatif dengan menjual produk hasil usahanya langsung kepada konsumen. Hal ini dilakukan mengingat besarnya persaingan industri dengan menyerupai produk skala Internasional.

Pengembangan produk adalah bagaimana pihak usahaan menawarkan produk yang memiliki keunggulan kompetitif (memiliki sesuatu yang lebih baik), unik untuk membedakan tawaran suatu usaha dengan tawaran pesaing. Pengembang produk harus diperhatikan oleh wirausahaan agar tidak ketinggalan dari pesaingnya, dengan demikian wirausahaan dapat memaksimalkan total penjualan sebagai dasar memasuki dan memenangkan persaingan. Maka perlu perhatian khusus oleh para pengusaha demi kelancaran usahanya.

Penjualan langsung merupakan salah satu strategi yang dirancang oleh pihak usahaan untuk menjual produknya kepada konsumen dengan cara mennyediakan pemasar khusus langsung kepada konsumen tampa ada perantara lain.  Oleh sebab itu strategi penjualan secara langsung dapat diperkirakan lebih efektif dibandingkan strategi-strategi lain, dimana strategi penjualan secara langsung adalah salah satu cara yang tampa sengaja dapat mengetahui bagaimana tingkah laku konsumen dalam memutuskan pembelian terhadap suatu produk yang dipasarkan oleh para pemasar, dan juga para pemasar dapat mengetahui masalah secara langsung terhadap kendala usahanya.

Kota Lhoksumawe merupakan salah satu daerah yang berpotensi untuk pemasaran produk Lenovo A6000 di Lhoksumawe tersebut banyak terdapat warung-warung yang membutuhkan Penjualan Hand Phone sebagai pelengkap usahanya. Jenis-jenis Penjualan Hand Phone yang selama ini dijual adalah seperti, BlackBerry, Asus, Lenovo, Oppo dan lain sebagainya. Dari pernjelasan di atas maka penulis terfokus pada masalah tentang pemasaran Penjualan Hand Phone yaitu Lenovo A6000, dimana penulis ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen dalam pembelian Lenovo A6000.

Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan Judul yaitu: “Pengaruh Strategi Pengembangan Produk dan Penjualan Langsung Guna Meningkatkan Minat Beli Konsumen Terhadap Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe”.

1.2 Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  • Bagaimana pengaruh strategi pengembangan produk terhadap minat beli Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe?
  • Bagaimana pengaruh Penjualan Langsung terhadap minat beli Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe?
  • Diantara kedua variabel yang diteliti, manakah variabel yang lebih dominan mempengaruhi minat beli konsumen terhadap Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengetahui pengaruh strategi pengembangan produk 
  • Untuk mengetahui pengaruh Penjualan Langsung 
  • Untuk mengetahui pengaruh strategi pengembangan produk terhadap minat beli Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk mengetahui pengaruh Penjualan Langsung terhadap minat beli Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk mengetahui variabel yang lebih dominan mempengaruhi minat beli konsumen terhadap Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe.
1.4 Kegunaan Penelitian
Manfaat atau kegunaan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  • Bagi Peneliti: Untuk bahan pembelajaran baik dalam bidang ilmu pendidikan maupun dalam bidang bisnis.
  • Bagi Akademik: Untuk keperluan penyusunan tugas akhir dan menjadikan penelitian ini sebagai pustaka untuk mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
  • Bagi Perusahaan: Menjadikan penelitian ini sebagai panduan dalam keberlangsungan usaha Penjualan Hand Phone.
  • Bagi peneliti selanjutnya: Menjadikan penelitian ini sebagai wahana atau refensi dalam mengamalkan pengetahuan tentang penelitian yang serupa.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Analisis Pengaruh Lokasi dan Fasilitas Hotel terhadap Kepuasan Pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe

Analisis Pengaruh Lokasi dan Fasilitas Hotel terhadap Kepuasan Pelanggan
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 
Pekembangan persaingan bisnis di Indonesia adalah salah satu fenomena yang sangat menarik untuk kita simak, terlebih dengan adanya globalisasi dalam bidang ekonomi yang semakin membuka peluang pengusaha asing untuk turut berkompetisi dalam menjaring konsumen lokal. Dampak globalisasi menyebabkan industri jasa yang terdiri dari berbagai macam industri seperti industri telekomunikasi, transportasi, perbankan, dan perhotelan berkembang dengan cepat.

Perusahaan hotel sebagai perusahaan jasa semakin dituntut untuk mengenali perilaku konsumen untuk kemudian menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan kebutuhan mereka. Perusahaan yang ingin survive harus mempunyai nilai lebih yang menjadikan perusahaan tersebut berbeda dengan perusahaan lain. Nilai lebih yang ditawarkan ini akan semakin memberikan kemantapan kepada calon konsumen untuk bertransaksi atau mendorong para konsumen lama untuk bertransaksi kembali.

Perusahaan dalam menjalankan usahanya harus selalu mengamati perubahan perilaku konsumen sehingga dapat mengantisipasi perubahan perilaku tersebut, untuk kemudian dijadikan kajian dalam rangka memperbaiki strategi pemasarannya. Pada hakekatnya tujuan dari pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami sifat konsumen dengan baik sehingga produk yang ditawarkan dapat laku terjual. Perilaku konsumen adalah suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang atau jasa temasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut Industri perhotelan adalah industri jasa yang memadukan antara produk dan layanan. Desain bangunan, interior dan eksterior kamar hotel serta restoran, suasana yang tercipta di dalam kamar hotel, restoran serta makanan dan minuman yang dijual beserta keseluruhan fasilitas yang ada merupakan contoh produk yang dijual. Sedangkan layanan yang dijual adalah keramah-tamahan dan ketrampilan staff/karyawan hotel dalam melayani pelanggannya.

Jasa sebagai aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh satu pihak lain yang pada dasarnya tanpa wujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun. Definisi jasa adalah suatu kegiatan yang memilki beberapa unsur ketidakberwujudan (intangibility) yang melibatkan beberapa interaksi dengan konsumen atau properti dalam kepemilikannya, dan tidak menghasilkan transfer kepemilikan.

Perkembangan jumlah hotel di Kota Lhoksumawe tidak terlalu berkembang pesat hendaknya kayak di kota-besar lainnya seperti Lhoksumawe dan kota-kota lain di Indonesia dan tidak menimbulkan persaingan perhotelan di Kota Lhoksumawe secara ketat disebabkan kurangnya pelanggan yang menggunakkan jasa layanan hotel. Sesuai dengan pengamatan dan pencarian informasi terkait keberadaan hotel Melati di Kota Lhoksumawe terindikasi bahwa tingkat pertumbuhan hotel di Kota Lhoksumawe tidak mencapai angka tertinggi, oleh sebab itu terjadinya ketimpangan antara jumlah permintaan dengan penyedian kamar dengan jumlah pelanggan yang menggunakan jasa hotel dan ini sangat berpengaruh terhadap omset dan operasional perusahaan hotel Melati itu sendiri. Hal ini memacu manajemen hotel untuk semakin meningkatkan kualitas hotel dan semua kelangkapan hotel untuk memperoleh konsumen/pelanggan sebanyak-banyaknya.

Dahulu fungsi hotel hanya sebagai tempat bermalam bagi konsumen yang melakukan perjalanan bisnis atau wisata dan tidak memiliki relasi di tempat tujuan. Namun seiring berjalannya waktu, fungsi hotel mengalami peningkatan. Hotel adalah usaha komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan, dan pelayanan-pelayanan lain untuk umum. Saat ini, seringkali hotel digunakan untuk acara pernikahan, rapat perusahaan, launching untuk produk baru suatu perusahaan dan tak jarang pula hotel digunakan untuk sarana untuk berakhir pekan bagi kalangan masyarakat menengah atas. Para pengusaha perhotelan diharapkan tanggap dan memiliki respon yang cepat terhadap perubahan-perubahan ini.

Banyak hal yang dapat mempengaruhi maju mundurnya usaha perhotelan, salah satunya adalah bagaimana pihak hotel dapat menarik pelanggan dan mempertahankan mereka dengan cara memberikan merencanakan lokasi, fasilitas hotel terbaik agar para tamu puas terhadap apa yang disediakan oleh hotel . Dalam persaingan bisnis sekarang ini, lokasi dan fasilitas merupakan hal yang paling penting bagi perusahaan untuk strategi menarik minat pelanggan ketika mereka menggunakan jasa perhotelan. Selain itu perusahaan jasa perhotelan juga harus menyediakan pelayanan yang dapat memuaskan pelanggan.konsumen. Layanan  yang baik akan menyelamatkan makanan yang tak enak. Sebaliknya hidangan utama yang lezat tidak menjamin dan dapat menyelamatkan layanan yang buruk Hal tersebut membuktikan bahwa kualitas pelayanan merupakan aspek yang sangat penting yang harus diperhatikan perusahaan.

Kualitas pelayanan berpusat pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan serta ketepatan penyampaian untuk mengimbangi harapan pelanggan. Pelayanan disini adalah segala macam bentuk pelayanan yang diberikan oleh pihak hotel selama tamu atau konsumen tersebut berada dihotel, meliputi pelayanan yang diberikan oleh receptionist, bell boy, room service, security, cleaning, service, dan lain-lain.

Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas jasa yaitu expected service dan perceived service. Kualitas harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan. Hal ini berarti citra kualitas yang baik bukanlah berdasarkan pada sudut pandang atau persepsi dari penyedia jasa melainkan berdasarkan sudut pandang atau persepsi pelanggan. Seringkali juga kita mendengar peribahasa yang menyatakan bahwa pelanggan adalah raja yang harus dilayani dengan sebaik mungkin. Ungulnya kualitas layanan diharapkan mampu menarik konsumen untuk kembali memiliki kecenderungan melakukan pembelian ulang terhadap produk yang kita tawarkan.

Fasilitas cukup berperan dalam mempengaruhi minat pelanggan. Fasilitas adalah sarana yang sifatnya mempermudah pelanggan untuk melakukan suatu aktivitas. Pelanggan pada jaman sekarang adalah pelanggan yang kritis yang sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang. Mereka mempertimbangkan banyak faktor untuk memilih sebuah produk atau jasa termasuk jasa perhotelan. Fasilitas menjadi salah satu pertimbangan pelanggan dalam menentukan pilihan. Pada tingkat harga yang hampir sama, Semakin lengkap fasilitas yang disediakan pihak hotel, maka akan semakin puas pelanggan dan ia akan terus memilih perusahaan tersebut sebagi pilihan prioritas berdasarkan persepsi yang ia peroleh terhadap fasilitas yang tersedia.

Menurut Persepsi yang diperoleh dari interaksi pelanggan dengan fasilitas berpengaruh terhadap kualitas jasa tersebut dimata pelanggan. Dalam membangun sebuah usaha diperlukan sebuah tempat dimana sebuah perusahaan tersebut akan berlokasi. Letak atau lokasi perusahaan sering disebut sebagai tempat kegiatan perusahaan melakukan kegiatan sehari-hari. Mayoritas dari para pengguna jasa hotel adalah mereka yang berasal dari luar daerah yang sedang memiliki urusan disekitar hotel itu berada baik untuk tujuan wisata, bisnis ataupun hanya sebagai tempat transit sementara untuk kemudian melanjutkan perjalanan mereka.

Oleh karena itu lokasi hotel yang strategis akan memudahkan konsumen untuk mendapatkan akses terhadap hotel tersebut. Kedekatan hotel dengan beberapa tempat tujuan wisata atau fasilitas-fasilitas umum akan menjadi nilai lebih bagi perusahaan. lokasi mempunyai kekuatan utuk mensukseskan ataupun menghancurkan strategi perusahaan. Oleh karena itu, penyedia jasa harus benar-benar memper timbangkan, menyeleksi dan memilih lokasi yang responsif terhadap kemungkinan perubahan ekonomi, demografis, budaya, persaingan, dan peraturan di masa mendatang.

Hotel Melati adalah salah satu hotel bintang dua yang berlokasi di Lhoksumawe, Indonesia. Pemilik hotel Melati mengatakan bahwa saat ini pihak hotel melakukan beberapa renovasi, fasilitas kamar kini sudah bertambah, namun penambahan fasilitas yang dilakukan ini bukan dimaksudkan untuk menambah omset hotel, hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan sepenuhnya untuk tamu yang menginap dan menjaga untuk keperluan jangka panjang.

Pelangggan  dalam  hal  ini  merupakan  komunitas  yang  heterogen  yang berasal dari berbagai latar belakang, sifat, kebiasaan, daerah, budaya, dan tingkat ekonomi.  Dengan  dilatar  belakangi  oleh beberapa  teori,  penelitian  sebelumnya dan fenomena  masalah tersebut,  maka  dilakukan  penelitian  untuk menganalisis pengaruh  lokasi dan fasilitas hotel terhadap  kepuasan pelanggan pada hotel Melati Kota Lhoksumawe. Pemasaran jasa merupakan proses mempersepsikan, memahami, menstimulasi dan memenuhi kebutuhan pasar sasaran yang dipilih secara khusus dengan menyalurkan sumber- sumber sebuah organisasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Berdasarkan beberapa uraian diatas maka dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menginap di hotel. Dalam penelitian ini dipilih variabel lokasi dan fasilitas sebagai fokus dari penelitian. Penelitian difokuskan pada dua variabel tersebut karena diduga variabel-variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan yang menginap pada hotel Melati. Adapun penulis mengangkat judul penelitian ini adalah: “Analisis Pengaruh Lokasi dan Fasilitas Hotel terhadap Kepuasan Pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe”.

1.2  Rumusan Masalah
Dari masalah penelitian tersebut dapat dirumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut;
  • Bagaimana pengaruh lokasi terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe? 
  • Bagaimana pengaruh fasilitas hotel terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe? 
  • Diantara variabel yang diteliti, manakah variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe? 
1.3  Tujuan Penelitian
Berdasarkan  pada latar belakang dan rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan:
  • Untuk menguji dan menganalisi pengaruh lokasi terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk menguji dan menganalisi pengaruh fasilitas hotel terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk menguji dan menganalisi diantara variabel yang diteliti, manakah variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe.
1.4 Kegunaan Penelitian
Dalam setiap melakukan penelitian pasti ada tujuan dan kegunaan setalah melakukan penelitian. Adapun penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:.
  • Bagi penulis, yaitu sebagai pembelajaran untuk memahami bagaimana cara mengelola hotel ketika mendapat kesempatan dalam karirnya sebagai menejer hotel dan menjadi acuan dalam memahami ilmu pemasaran jasa khususnya di bidang perhotelan.
  • Bagi pihak perusahaan, yaitu sebagai masukan dan pertimbangan dalam  mengembangkan dan menyempurnakan kebijakan  perusahaan, terutama yang berhubungan dengan kualitas layanan, fasilitas yang disediakan dan pemilihan lokasi sehingga bisa mempertahankan jumlah pelanggan dan bila perlu   meningkatkan jumlah pengguna jasa perusahaan tersebut.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Iklan Melalui Televisi, Kualitas dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik CoverGirl Pada Kalangan Wanita Lhoksumawe

Pengaruh Iklan Melalui Televisi, Kualitas dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Seiring dengan kebutuhan masyarakat dalam menjaga penampilan dan gaya hidup, masyarakat dihadapkan pada berbagai keperluan dalam menjaga atau merawat dirinya. Salah satu hal yang sangat dipertimbangkan oleh masyarakat atau konsumen terhadap dirinya adalah berupa penggunaan kosmetik. Kosmetik merupakan salah satu faktor penting dalam penggunaan kosmetik, konsumen sangat ketergantungan terhadap pemakaian kosmetik dan juga bisa menjamin kehadiran kosmetik dapat menjaga penampilan seseorang. Setiap konsumen mempunyai pertimbangan dalam memilih kosmetik, dan mempunyai motivasi serta persepsi berbeda sebelum melakukan keputusan pembelian. Karena itu, setiap perusahaan yang bergerak dibidang pengadaan kosmetik harus mengetahui kosmetik seperti apa yang dibutuhkan. Semua produsen kosmetik dapat berlomba menciptakan inovasi baru, model dan desain terus diuji dan dikembangkan sesuai dengan selera konsumen. Melakukan Iklan di berbagai media, hal ini menunjukkan bahwa permintaan pasar kosmetik sangat tinggi.

Dalam pasar kosmetik  nasional sendiri terdapat setidaknya beberapa pabrikan atau merek besar yang dari tahun ke tahun terus  mendominasi, yaitu CoverGirl, Wardah, Cover Girl, Revlon, L'Oreal dan lain-lain sebagainya, semuanya merupakan komsumsi masyarakat dalam menjaga penampilannya. CoverGirl dari tahun ketahun selalu memimpin pasar, dan merek CoverGirl dengan setia terus bersaing dengan merek lain. Berdasarkan  urutan jumlah penjualan, maka kosmetik  dengan merek CoverGirl berada pada urutan kedua. Oleh karena itu peningkatan pasar mutlak dilakukan, seiring dengan banyaknya pengguna dan permintaan konsumen terhadap kosmetik di Indonesia.

Sudah bukan rahasia lagi kebanyakan konsumen perempuan menyukai bahkan menjadi keharusan untuk melakukan perawatan tubuh terutama wajah, supaya kelihatan sempurna, apabila di pandang oleh lawan jenis. Maka dari itu banyak konsumen rela memakai dan mencoba berbagai macam kosmetik. Konsumen mengikuti setiap ada iklan di televisi  karena ingin mengetahui kelebihan produknya. Sebagai mana diketahui para masyarakat itu setiap hari membutuhkan atau memakai kosmetik untuk merawat diri. Banyak  sumber atau pakar kecantikan memberikan pengertian dan pengetahuan tentang kosmetik.

Kosmetik adalah kebutuhan harian yang secara teratur di gunakan untuk tujuan perawatan dan kecantikan. Kosmetik adalah suatu bahan untuk mempercantik diri, dahulu diramu dari bahan-bahan alami disekitar kehidupan manusia, tetapi sekarang di buat manusia tidak hanya dari bahan alam, melainkan juga dari bahan buatan untuk maksud meningkatkan daya tarik seseorang. Setiap hari para konsumen selalu menggunakan kosmetik, pokoknya tiada hari tanpa kosmetik. Semua orang pasti ingin terlihat sempurna. Rasanya kurang nyaman dan kurang percaya diri bila tidak memakai kosmetik, terlebih bila mau keluar rumah seperti mau pengajian, PKK, arisan dan lain-lain sebagainya.

Pada masa dulu kosmetik yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar lingkungan diramu atau digunakan secara langsung. Contohnya seperti : papaya, bengkuang, mentimun, digunakan sebagai masker atau perawat wajah.Beras kencur, alpukat digunakan untuk lulur, Kemiri, lidah buaya digunakan untuk menghitamkan rambut. Semua bahan tadi dapat digunakan secara langsung tanpa adanya campuran bahan kimia dan tidak mempunyai efek samping.

Namun pada masa sekarang seiring dengan berkembangnya zaman, bahan-bahan tersebut diolah secara modern oleh pabrik-pabrik dikemas secara menarik dan praktis. Bahkan terkadang juga ditambahkan bahan buatan yang mungkin mengandung bahan kimia, mengandung mercury atau zat berbahaya lainnya. Dan bahan-bahan yang mengandung zat berbahaya tadi bisa menimbulkan efek samping bagi tubuh dan merugikan konsumen. Untuk menghidari bahaya buruk dalam pengunaan kosmetik, ada beberapa cara yang dapat di terapkan dalam memilih kosmetik adalah:
  • Pilih merk kosmetik yang teruji keamanannya maupun halalnya dan tercantum izin dari badan POM yang benar,
  • Jangan memilih kosmetik karena ikut-ikutan orang atau terpengaruh orang lain, sesuaikan dengan kulit sipemakai, 
  • Bagi yang memilki kulit berminyak pilihlah pelembab dan yang bebas lemak, berbentuk cair, 
  • Jika memakai produk pemutih, maka perhatikan hasilnya.bila hanya dalam waktu dua (2) minggu terlihat warna putih pada wajah yang berbeda dengan putih pada organ tubuh lainnya, ,
  • Simpan dan jauhkan kosmetik dari sinar matahari
Adapun cara dan punggunaan kosmetik yang benar itu berbeda-beda, ada yang digosokkan, dipercikkan, atau di semprotkan pada bagian tertentu kegunaannya ada yang untuk membersihkan wajah, untuk memelihara dan menambah daya tarik.

Menurut Permenkes RI. Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan pada bagian tertentu, dimasukkan ke dalam dipergunakan pada atau bagian tubuh manusia dengan maksud membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau mengubah rupa, dan tidak termasuk golongan obat-obatan.

Dalam memakai kosmetik, konsumen hendaknya harus teliti dan tahu betul, jangan sampai keliru, karena kalau terjadi kekeliruan nanti berakibat fatal terhadap kulit bahkan mungkin ke organ tubuh. Yang mestinya digosokkan harus digosokkan, yang semestinya disemprotkan harus disemprotkan, yang semestinya digunakan pada badan harus dipakai pada badan jangan sampai dioleskan pada wajah, dan seterusnya, sehingga benar-benar memperoleh hasil yang memuaskan dan sesuai yang diinginkan. Merek dari suatu produk yang mempunyai kualitas yang baik dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, kualitas yang dimiliki suatu merek dapat membentuk citra yang baik di mata konsumen. Dengan mempunyai kualitas yang baik maka konsumen akan mempunyai tanggapan positif terhadap merek tersebut. Tanggapan konsumen tersebut dapat diwujudkan dalam suatu citra merek, dimana citra merek akan mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Dengan membanjirinya produk kosmetik di pasaran dapat mempengaruhi sikap seseorang terhadap pembelian dan pemakaian barang. Pembelian suatu produk bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan (need), melainkan karena keinginan (want). Ditambah dengan ditemukannya konsumen memutuskan memilih menggunakan produk tertentu dalam rangka memperjelas identitas diri agar dipandang baik dalam komunitas tertentu. Dengan semakin pesatnya perusahaan kosmetik di Indonesia, sehingga perusahaan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat agar usahanya dapat bertahan dan memenangi persaingan. Untuk memperluas pangsa pasar, maka perusahaan harus mampu mengetahui apa yang dibutuhkan atau diharapkan oleh konsumennya. Munculnya banyak distributor dan merek kosmetik sekarang ini, membuat konsumen memperoleh banyak pilihan sebelum memutuskan untuk membeli kosmetik.

Saat ini kebutuhan konsumen terhadap produk kosmetik  semakin tinggi mengingat diri pribadi konsumen memutuskan memilih menggunakan produk tertentu dalam rangka memperjelas “identitas diri” agar dipandang baik dalam komunitas tertentu. Bahwa kosmetik merek CoverGirl menduduki ranking 2 dalam jajaran top brand index produk dan justru menduduki peringkat 1 dalam jajaran top brand index. Hal ini dapat diartikan bahwa mutu dan kualitas dari produk CoverGirl merupakan kategori produk yang tidak dapat diragukan lagi. Bila ditelisik lebih lanjut, konsumen akan menampakkan perilakunya setelah melakukan persepsi terhadap keputusan apa  yang akan diambil dalam membeli suatu produk.

Berdasarkan uraian latar belakang yang tercantum di atas, maka penulis tertarik mengangkat masalah penelitian dengan judul “Pengaruh Iklan Melalui Televisi, Kualitas dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik CoverGirl Pada Kalangan Wanita Lhoksumawe”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, muncul pertanyaan penelitian sebagai berikut:
  • Bagaimana pengaruh iklan melaui televisi, kualitas produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian kosmetik CoverGirl pada Kalangan Wanita Lhoksumawe? 
  • Manakah variabel yang dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian kosmetik CoverGirl pada Kalangan Wanita Lhoksumawe?
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian 
1.3.1 Tujuan Penelitian 
Sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan, tujuan penelitian yang  hendak dicapai adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengetahui pengaruh iklan melalui televisi, kualitas produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian kosmetik CoverGirl pada Kalangan Wanita Lhoksumawe. .
  • Untuk mengetahui variabel yang dominan dan berpengaruh terhadap keputusan pembelian kosmetik CoverGirl pada Kalangan Wanita Lhoksumawe.
1.3.2 Kegunaan Penelitian 
Berdasarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai, kegunaan penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  • Bagi peneliti: Penelitian ini dapat digunakan untuk menambah khazanah keilmuan serta pengalaman dalam menganalisis permasalahan khususnya di bidang pemasaran.
  • Bagi pihak akademis: Penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan  bukti empiris yang diharapkan dapat menambah pengetahuan dan cakrawala berpikir.
  • Bagi pengusaha,: Penelitian ini dapat digunakan untuk membantu menentukan strategi pemasaran. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Kompensasi Finansial dan Non Finansial Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe

Pengaruh Kompensasi Finansial dan Non Finansial Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Permasalahan
Dunia bisnis sekarang dituntut menciptakan  kinerja  karyawan yang tinggi untuk pengembangan perusahaan. Perusahaan harus mampu membangun dan meningkatkan kinerja di lingkungannya. Perusahaan memberikan tugas dan tanggung jawab kepada karyawannya, dan perusahaan juga harus memberikan umpan  balik atas  kinerja  karyawan. Salah satu umpan balik yang harus diberikan kepada karyawan adalah pemberian kompensasi, agar karyawan dapat bekerja dengan maksimal. Pemberian kompensasi dapat meningkatkan prestasi kerja dan motivasi karyawan. Oleh karena itu, perhatian organisasi atau perusahaan terhadap pengaturan  kompensasi secara rasional dan adil sangat diperlukan. Bila karyawan memandang  pemberian  kompensasi tidak memadai, prestasi kerja/kinerja, motivasi maupun ke puasan kerja mereka akan cenderung menurun.

Pada umumnya pemberian kompensasi yang diberikan oleh perusahaan dapat dibedakan dengan 2 macam yaitu finansial maupun nonfinansial. Kompensasi finansial merupakan pemberian gaji/upah dan insentif (komisi dan bonus) yaitu setelah karyawan melakukan tugas dan tanggung jawabnya perusahaan wajib  memberikan kompensasi finansial sebagai kerja keras karyawan tersebut kepada perusahaan.  Berikutnya kompensasi finansial non finansial dapat berupa berbagai  macam fasilitas dan tunjangan. Kompensasi non finansial terdiri atas pekerjaan dan lingkungan kerja, seperti tugas-tugas yang menarik, tantangan baru yang menarik pengakuan, rasa  pencapaian,  kerabat  kerja  yang menyenangkan, lingkungan kerja yang  nyaman dan  sebagainya. Adanya pemberian kompensasi yang sesuai  dengan kinerja karyawan diharapkan bahwa karyawan memiliki komitmen sehingga karyawan tersebut akan meningkatkan kinerjanya demi keberhasilan dan  kemajuan  perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Kepuasan kerja merupakan suatu yang dirasakan oleh individu seseorang dalam masa kerja baik sebagai atasan maupun sebagai karyawan. Kepuasan kerjaa adalah suatu yang merasa senang terhadap apa yang dikerjakan dan akan timbul motivasi untuk melakukan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Kepuasan kerja juga dapat diartikan sebagai semangat atas keberhasilan yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kompensasi dan kepuasan kerja merupakan dua faktor yang berkaitan karena pemberian kompensasi akan membawa dampak bagi kepusan karyawan yang bersangkutan maupun perusahaan dimana dia bekerja. Kompensasi tersebut harus mempunyai keadilan yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pembagian kompensasi kepada karyawan tersebut.

Penelitian ini dilakukan pada Suzuya Di Kota Lhoksumawe. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh pemberian kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang terdiri dari  kompensasi finansial dan non finansial terhadap kepuasan karyawan. Mengingat  pemberian kompensasi finansial dan non finansial sama pentingnya bagi karyawan maka diharapkan pemberian bentuk kompensasi tersebut sama-sama dapat  memberikan dampak yang positif bagi karyawan untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Kompensasi finansial yang diberikan oleh Suzuya terdiri dari  kompensasi langsung dan tidak langsung.

Kompensasi merupakan hak bagi karyawan dan menjadi  tanggung jawab perusahaan untuk memberinya. Kompensasi  langsung  yang diberikan dapat berupa gaji, upah, dan insentif dan pesangon tahunan dan juga berupa THR lebaran. Berdasarkan pengamatan penulis terhadap kompensasi non finansial yang diberikan oleh Suzuya terhadap karyawan berupa pemberian kendaraan untuk dipakai dalam masa kerja pada perusahaan tersebut, pemberian hadiah atau penghargaan kepada karyawan yang memperoleh kinerja yang baik berupa pembelian baju dan sebagainya. Mengamati kedua faktor tersebut, maka sangat sepatutnya penulis melakukan penelitian secara langsung untuk mengetahui kebenaran dari amatan sebelumnya.

Suzuya Beureunuen mempunyai beberapa karyawan yaitu sekitar 40 orang yang bekerja di bidang masing-masing. Adapun bidang yang digeluti oleh karyawan antara lain seperti; pemasaran, servis kendaraan, bongkar ban dan berbagai bidang lainnya termasuk bidang keamanan yang bertugas di malam hari. Selama menjalani masa kerja, para karyawan tidak pernah mengeluh terhadap pemberlakuan dari pada pemilik usaha, baik itu menyangkut pemberian gaji, sistem kerja dan lain-lainnya. Karayawan Suzuya memperoleh gaji dengan berbagai proses pemberian yaitu ada secara harian, bulanan bahkan tahunan, setiap karyawan ada perbedaan dalam tingkatan jabatan kerja tergantung kepercayaan pemilik usaha dan kemampuan karyawan. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis tertarik mengangkat judul penelitian ini tentang “Pengaruh Kompensasi Finansial dan Non Finansial Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
  • Apakah kompensasi finansial dan non finansial berpengaruh secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe?
  • Apakah kompensasi finansial berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe?
  • Apakah kompensasi non finansial berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
  • Untuk mengetahui pengaruh kompensasi finansial dan non finansial secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk mengetahui bagaimaana pengaruh kompensasi finansial terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk mengetahui pengaruh non finansial terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe.
1.4  Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
  • Manfaat teoritis: Sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan atas keputusan-keputusan yang diambil dalam menyelesaikan masalah menyangkut pemberian kompensasi kepada karyawan
  • Manfaat praktis: Dengan melakukan penelitian, diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berguna bagi peneliti untuk dapat berpikir secara analitis dan sistematis di masa yang akan datang. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengertian Pemasaran Jasa Menurut Para Ahli

Pengertian Pemasaran Jasa Dalam konsep pemasaran modern telah dikatakan bahwa titik tolak dari kegiatan pemasaran ialah mengetahui kebu...