Jumat, 20 Oktober 2017

Definisi / Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

Definisi / Pengertian Motivasi

Pengertian Motivasi

motivasi merupakan keinginan seseorang melakukan sesuatu akibat dorongan dari diri sendiri maupun dari luar diri pegawai. Selain itu motivasi dapat pula diartikan sebagai dorongan pegawai untuk melakukan tindakan karena mereka ingin melakukannya.
Berikut pendapat para ahli tentang motivasi :

Menurut A. A. Prabu Mangkunegara (2009:93), berpendapat bahwa “Motivasi yaitu kondisi yang menggerakan pegawai agar mampu mencapai tujuan dari motifnya”

Sedangkan Marihot Tua Effendi Hariandja  (2009:320) berpendapat bahwa “Motivasi yaitu sebagai faktor – faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha yang keras atau lemah ”

Menurut Wibowo (2010:379) mengemukakan bahwa “Motivasi merupakan dorongan terhadap serangkaian proses perilaku manusia pada pencapaian tujuan. Sedangkan elemen yang terkandung dalam motivasi meliputi unsur membangkitkan, mengarahkan, menjaga, menunjukkan intesitas, bersifat terus menerus dan adanya tujuan.”

Berdasarkan berbagai pendapat diatas, dapat dikatakan bahwa motivasi timbul dalam diri pegawai atau melalui rangsangan dari luar diri pegawai tersebut. Dalam sebuah organisasi, pemimpin dalam hal ini Kepala Dinas di Diskoperindag dituntut memainkan peran yang lebih dalam memberikan rangsangan dan dorongan agar pegawainya semakin termotivasi dalam menghasilkan output yang memuaskan dan terus berusaha lebih meningkatkan lagi hasil kerjanya.

Teori Motivasi

Marihot Tua Effendi Hariandja  (2009:324), mengemukakan bahwa terdapat lima macam teori motivasi, yaitu sebagai berikut:
a. Teori Motivasi Kebutuhan
Teori ini dikemukakan oleh Abraham A. Maslow yang menyatakan bahwa manusia dimotivasi untuk memuaskan sejumlah kebutuhan yang melekat pada diri setiap manusia yang cenderung bersifat bawaan. Kebutuhan ini terdiri dari lima jenis dan terbentuk dalam suatu hierarki dalam pemenuhan, dalam arti manusia pada dasarnya pertama sekali akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat pertama, kemudian kebutuhan tingkat kedua dan seterusnya, dan pemenuhan semua kebutuhan yang sudah terpenuhi tidak menjadi unsur pemotivasi lagi.
Adapun kebutuhan –  kebutuhan yaitu:
  • Kebutuhan fisik
  • Kebutuhan rasa aman
  • Kebutuhan sosial
  • Kebutuhan pengakuan
  • Kebutuhan aktualisasi diri
b. Teori X dan Y
Teori ini menyatakan bahwa manusia pada dasarnya terdiri dari dua jenis. Pencetusnya McGregor, mengatakan bahwa ada jenis manusia X dan jenis manusia Y yang masing-masing memiliki karakteristik tertentu. Jenis manusia X yaitu manusia yang selalu ingin menghindari pekerjaan bilamana mungkin, sedangkan manusia jenis Y menunjukkan sifat yang senang bekerja yang diibaratkan bahwa bekerja baginya seperti bermain. Kemudian jenis manusia X tidak punya inisiatif dan senang diarahkan, sedangkan jens manusia Y yaitu sebaliknya. Dikaitkan dengan kebutuhan, dikatakan bahwa tipe manusia X bilamana mengacu pada hierarki kebutuhan dari Maslow, memiliki kebutuhan tingkat rendah dibandingkan manusia tipe Y yang memiliki kebutuhan tingkat tinggi.

c. Three Needs Theory
Teori ini dikemukakan oleh David McClelland, yang mengatakan bahwa ada tiga kebutuhan manusia, yaitu:
  • Kebutuhan berprestasi, yaitu keinginan untuk melakukan sesuatu lebih baik dibandingkan sebelumnya.
  • Kebutuhan untuk berkuasa, yaitu kebutuhan untuk lebih kuat, lebih berpengaruh terhadap orang lain.
  • Kebutuhan afiliasi, kebutuhan untuk disukai, mengembangkan, atau memelihara persahabatan dengan orang lain.
d. ERG Theory
Teori ini dikemukakan oleh Clayton Aldefer, yang sebetulnya tidaklah jauh berbeda dengan teori A.Maslow,  yang mengatakan bahwa teori ini merupakan revisi dari teori tersebut. Teori ini mengatakan bahwa ada tiga kelompok kebutuhan manusia, yaitu:
  • Existence berhubungan dengan kebutuhan untuk mempertahankan keberadaan seseorang dalam hidupnya. Dikaitkan dengan penggolongan dari Maslow, ini berkaitan dengan kebutuhan fisik dan keamanan.
  • Relatednees berhubungan dengan kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Dikaitkan dengan penggolongan kebutuhan dari Maslow, ini meliputi kebutuhan social dan pengakuan.
  • Growth berhubungan dengan kebutuhan pengembangan diri, yang identik dengan kebutuhan self-actualization yang dikemukakan oleh Maslow.
  • Menurut teori ini, bila seseorang mengalami hambatan dalam memenuhi kebutuhan tingkat yang lebih tinggi, orang tersebut akan kembali pada kebutuhan yang lebih rendah sebagai kompensasinya,yang disebut frustration regression dimension.
e. Teori Dua Faktor
Teori ini mengatakan bahwa suatu pekerjaan selalu berhubungan dengan dua aspek, yaitu pekerjaan itu sendiri seperti mengajar, merakit sebuah barang,  mengkordinasikan suatu kegiatan, menunggu langganan, membersihkan ruangan – ruangan, dan lain – lain yang disebut job content, dan aspek – aspek yang berkaitan dengan pekerjaan seperti gaji, kebijakan organisasi, supervise, rekan kerja, dan lingkungan kerja disebut job context.
Baca juga: Definisi / Pengertian Penempatan Kerja Menurut Para Ahli

Indikator Motivasi

Menurut Sondang P. Siagian  (2008:138), mengemukakan bahwa “Motivasi yaitu daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk menggerakkan kemampuan dalam membentuk keahlian dan keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya”

Menurut definisi tersebut dapat dikemukakan bahwa indikator motivasi yaitu sebagai berikut :
  • Daya Pendorong
  • Kemauan
  • Kerelaan
  • Membentuk Keahlian
  • Membentuk Keterampilan
  • Tanggung Jawab
  • Kewajiban
  • Tujuan
Daya pendorong yaitu semacam naluri, tetapi hanya suatu dorongan kekuatan yang luas terhadap suatu arah yang umum. Namun, cara-cara yang digunakan dalam mengejar kepuasan terhadap daya pendorong tersebut berbeda bagi tiap individu menurut latar belakang kebudayaan masing-masing.

Kemauan yaitu dorongan untuk melakukan sesuatu karena terstimulasi (ada pengaruh) dari luar diri. Kata ini mengindikasikan ada yang akan dilakukan sebagai reaksi atas tawaran tertentu dari luar.

Kerelaan yaitu suatu bentuk persetujuan atas adannya permintaan orang lain agar dirinnya mengabulkan suatu permintaan tertentu tanpa merasa terpaksa dalam melakukan permintaan tersebut.

Membentuk Keahlian : kemahiran dl suatu ilmu (kepandaian, pekerjaan)

Membentuk keahlian yaitu proses penciptaan atau pengubahan kemahiran seseorang dalam suatu ilmu tertentu.

Membentuk Keterampilan yaitu kemampuan melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapi secara mulus dan sesuai dengan keadaan untuk mencapai hasil tertentu. Keterampilan bukan hanya meliputi gerakan motorik melainkan juga penguasaan fungsi mental yang bersifat kognitif. Konotasinya pun luas sehingga sampai pada mempengaruhi atau mendayagunakan orang lain. Artinya orang yang mampu mendayagunakan orang lain secara tepat juga dianggap sebagai orang terampil.

Tanggung jawab Ridwan Halim (2008:89) mendefinisikan tanggung jawab sebagai suatu akibat lebih lanjut dari pelaksanaan peranan, baik peranan itu merupakan hak maupun kewajiban ataupun kekuasaan. Secara umum tanggung jawab diartikan sebagai kewajiban untuk melakukan sesuatu atau berperilaku menurut cara tertentu.

Kewajiban : Kewajiban yaitu sesuatu yang harus dilaksanakan atas sesuatu yang dibebankan kepadanya. Kewajiban yaitu sesuatu yang harus dilaksanakan atas sesuatu yang dibebankan kepadanya.

Tujuan : arah; haluan (jurusan); (2) yg dituju; maksud; tuntutan (yg dituntut)
Tujuan merupakan pernyataan tentang keadaan yang diinginkan di mana organisasi atau perusahaan bermaksud untuk mewujudkannya dan sebagai pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang di mana organisasi sebagai kolektivitas mencoba untuk menimbulkannya.

Jenis-Jenis Motivasi

Malayu S.P. Hasibuan (2008:150), mengemukakan bahwa terdapat dua jenis motivasi yang digunakan yaitu sebagai berikut :
a. Motivasi Positif ( intensif positif )
Dalam motivasi positif pimpinan memotivasi (merangsang) bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi diatas prestasi standar, dengan motivasi positif ini semangat kerja bawahan akan meningkat. Insentif yang diberikan kepada karyawan diatas standar dapat berupa uang, fasilitas, barang, dan lain-lain.
b. Motivasi Negatif
Dalam motivasi negatif, pimpinan memotivasi dengan memberikan hukuman bagi mereka yang bekerja dibawah standar yang ditentukan. Dengan motivasi negative semangat bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat karena takut dihukum, tetapi untuk jangka waktu yang panjang dapat berakibat kurang baik.

Tujuan Motivasi

Menurut Hasibuan (2007) (2005:125) mengemukakan bahwa motivasi di dalam suatu organisasi mempunyai maksud dan tujuan yang sangat luas dalam rangka pengembangan organisasi tersebut, yaitu sebagai berikut:
  • Meningkatkan gairah dan semangat kerja pegawai atau karyawan.
  • Meningkatkan kepuasan kerja karyawan, yang akhirnya meningkatkan kinerjanya.
  • Meningkatkan produktifitas karyawan
  • Meningkatkan loyalitas dan integritas karyawan
  • Meningkatkan kedisiplinan karyawan
  • Meningkatkan kehadiran kerja karyawan

Proses Motivasi

Malayu S.P. Hasibuan (2006:150), mengemukakan bahwa proses motivasi yaitu sebagai berikut :
a. Tujuan
Dalam proses motivasi perlu ditetapkan terlebih dahulu tujuan organisasi, baru kemudian para karyawan dimotivasi kearah tujuan
b. Mengetahui kepentingan
Hal yang penting dalam komunikasi yang yang baik denghan karyawan dan tidak hanya melihat dari sudut kepentingan pimpinan atau perusahaan.
c. Komunikasi Efektif
Dalam proses motivasi harus dilakukan komunikasi yang yang baik dengan karyawan, Karyawan harus mengetahui apa yang akan diperolehnya dan syarat apa saja yang harus yang dipenuhi secara intensif tersebut diperolehnya.
d. Integrasi Tujuan
Proses motivasi perlu untuk menyatukan tujuan perusahaan dan tujuan kepentingan karyawannya. Dimana tujuan karyawan harus disatukan dan untuk itu penting adanya penyesuaian komunikasi.
e. Fasilitas
Pimpinan penting untuk memberikan bantuan fasilitas kepada organisasi (perusahaan) dan individu karyawan yang akan mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
f. Team Work
Pimpinan harus membentuk  Team Work  yang terkordinir baik yang  bias mencapai tujuan perusahaan. Team Worperusahaan. Team Work  penting karena dalam suatu perusahaan biasanya terdapat banyak bagian

Definisi / Pengertian Penempatan Kerja Menurut Para Ahli

Definisi / Pengertian Penempatan Kerja

Pengertian Penempatan Kerja

Suatu cara dalam menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan andal perlu adanya suatu perencanaan dalam menentukan karyawan yang akan mengisi pekerjaan yang ada dalam perusahaan bersangkutan. Keberhasilan dalam pengadaan tenaga kerja terletak pada ketepatan dalam penempatan karyawan baru maupun karyawan lama pada posisi jabatan baru. Proses penempatan merupakan suatu proses yang sangat menentukan dalam mendapatkan karyawan yang kompeten yang dibutukan perusahaan, karena penempatan yang tepat dalam posisi jabatan yang tepat akan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan. Adapun pengertian penempatan menurut para ahli antara lain :

Menurut B. Siswanto Sastrohadiryo  (2003:138), Mendefinisikan bahwa “Penempatan karyawan yaitu untuk menempatkan karyawan sebagai unsur pelaksana pekerjaan pada posisi yang sesuai dengan kemampuan, kecakapan dan keahliaanya”..

Sedangkan menurut Melayu S.P. Hasibuan (2008:32), Mengemukakan  bahwa “penempatan karyawan yaitu tindak lanjut dari seleksi, yaitu menempatkan calon karyawan yang diterima pada jabatan/pekerjaan yang dibutuhkannya dan sekaligus mendelegasikan authority kepada orang tersebut”.

Kemudian menurut Veithzal Rivai dan Ella jauvani sagala (2009:198) “Penempatan yaitu penugasan kembali seorang karyawan kepada pekerjaan barunya”.

Setiap intansi atau perusahaan harus dapat memilih dan menentukan karyawan yang berkompeten untuk mengisi jabatan yang kosong agar tugas pokok pada jabatan tersebut dapat dilaksanakan. Untuk itu harus diperoleh pekerja yang punya kemampuan sesuai dengan jabatan yang akan menjadi tanggung  jawabnya dengan kata lain calon yang ditempatkan harus punya kompetensi yang diperlukan untuk dapat melaksanakan pekerjaan dalam suatu jabatan secara efektif dan efisien.

Indikator Penempatan Kerja

Dikutip dari Suwatno (2003:129),  dalam melakukan penempatan karyawan hendaknya  mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
  • Pendidikan
  • Pengetahuan kerja
  • Ketrampilan kerja
  • Pengalaman kerja
Pendidikan
Pendidikan yang harus dimiliki oleh seorang karyawan, pendidikan minimum yang disyaratkan meliputi:
  • Pendidikan yang disyaratkan
  • Pendidikan alternatif
Pengetahuan kerja
Pengetahuan yang  harus dimiliki oleh seorang karyawan dengan wajar yaitu pengetahuan kerja ini sebelum ditempatkan dan yang baru diperoleh pada waktu karyawan tersebut bekerja dalam pekerjaan tersebut.

Keterampilan kerja
Kecakapan atau keahlian untuk melakukan suatu pekerjaan yang harus diperoleh dalam praktek, keterampilan kerja ini dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) kategori yaitu:
  • Keterampilan mental, seperti menganalisa data, membuat keputusan dan lain-lain.
  • Keterampilan fisik, seperti membetulkan listrik, mekanik dan lain lain.
  • Keterampilan sosial, seperti mempengaruhi orang lain, mewarkan barang atau jasa dan lain-lain.
Pengalaman kerja
Pengalaman seorang pegawai untuk melakukan pekerjaan tertentu. Pengalaman kerja dapat menjadi bahan pertimbangan untuk :
  • Pekerjaan yang harus ditempatkan
  • Lamanya melakukan pekerjaan
Baca juga: Definisi / Pengertian Prestasi Kerja Menurut Para Ahli

Metode Penempatan Kerja

Pemilihan metode penempatan sangat penting dilaksanakan, agar pelaksanaannya efektif dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Manajer yang cakap akan menerapkan metode yang sesuai dan efektif dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. Penempatan pegawai seperti promosi, transfer, dan demosi hendaknya dilakukan dengan metode yang efektif dan efisien supaya tercapai manfaat yang optimal.

Sebelum mengadakan penempatan pegawai dalam hal ini perlu melihat metode-metode yang harus ditempuh dalam penempatan pegawai. Adapun metode-metode yang harus ditempuh dalam hal ini menurut Sulistiyani & Rosidah (2003:155) yaitu:
  • Menentukan kebutuhan-kebutuhan Sumber Daya Manusia.
  • Mengupayakan persetujuan anggaran untuk mengadakan atau mengisi jabatan-jabatan.
  • Mengmbangkan kriteria penempatan yang valid.
  • Pengadaan (recruitment).
  • Menyiapkan daftar dari para pegawai yang berkualitas.
  • Mengadakan seleksi pegawai.
loading...

Syarat-syarat Penempatan Kerja

Menurut Sulistiyani & Rosidah (2003:152) ada beberapa persyaratan penting yang harus dipenuhi dalam rangka penempatan pegawai, adapun persyaratan yang harus dipenuhi tersebut yaitu sebagai berikut:
  • Informasi analisis jabatan yang memberikan deskripsi jabatan, spesialisasi jabatan dan standar prestasi yang seharusnya ada dalam setiap jabatan tersebut.
  • Rencana-rencana Sumber Daya Manusia yang akan memberikan manajer tentang tersedia tidaknya lowongan pegawai suatu instansi.
  • Keberhasilan fungsi rekrutmen yang akan menjamin manajer bahwa tersedia  sekelompok orang yang akan dipilih.
Dalam rangka menempatkan karyawan yang lulus dalam seleksi yang akan dilaksanakan, maka manajer tersebut harus mempertimbangkan beberapa faktor yang memungkinkan dan berpengaruh terhadap kontinuitas bekerja

Definisi / Pengertian Prestasi Kerja Menurut Para Ahli

Definisi / Pengertian Prestasi Kerja

Pengertian Prestasi Kerja

Istilah prestasi kerja sering kita dengar atau sangat penting bagi sebuah organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuannya. Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia prestasi kerja seorang karyawan dalam sebuah perusahaan sangat dibutuhkan untuk mencapai prestasi kerja bagi karyawan itu sendiri dan juga untuk keberhasilan perusahaan. Prestasi kerja yaitu hasil kerja seseorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan misalnya standard, target/sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama. Prestasi kerja merupakan hasil kerja seseorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan misalnya standard, target/sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama.

Malayu S.P. Hasibuan (2008 : 94), menjelaskan bahwa “Prestasi kerja yaitu suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan dan kesungguhan serta waktu.

Justine Sirait (2006 : 128), menjelaskan bahwa “Prestasi kerja yaitu proses evaluasi atau unjuk kerja pegawai yang dilakukan oleh organisasi. ”

T. Hani Handoko (2007 : 135), dalam mengungkapkan bahwa “Prestasi kerja yaitu suatu hasil kerja yang dicapai organisasi mengevaluasi atau menilai karyawannya”

Dari beberapa pengertian prestasi kerja di atas maka dapat disimpulkan  bahwa prestasi kerja yaitu hasil kerja seseorang berdasarkan beban tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Indikator prestasi kerja

Anwar Prabu Mangkunegara (2009 : 67),  menjelaskan bahwa  “Prestasi kerja yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.”. Dari definisi diatas, indikator prestasi kerja yaitu :
  • Kualitas
  • Kuantitas
  • Pelaksanaan tugas
  • Tanggung jawab
Kualitas
Mutu hasil kerja yang didasarkan pada standar yang ditetapkan. Biasanya diukur melalui ketepatan, ketelitian, ketrampilan, kebersihan hasil kerja.
Kuantitas
Banyaknya hasil kerja sesuai dengan waktu kerja yang ada, yang perlu diperhatikan bukan hasil rutin tetapi seberapa cepat pekerjaan dapat diselesaikan.
Pelaksanaan tugas
Kewajiban karyawan melakukan aktivitas atau kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan yang ditugaskan perusahaan.
Tanggung jawab
Suatu akibat lebih lanjut dari pelaksanaan peranan, baik peranan itu merupakan hak dan kewajiban ataupun kekuasaan.
Baca juga: Pengertian Anggaran Penjualan Menurut Para Ahli

Mengukur dan Mengidentifikasi Prestasi Kerja

Untuk mengetahui tinggi-rendahnya prestasi kerja seseorang, perlu dilakukan penilaian prestasi kerja.
T. Hani Handoko ( 2007 : 135 ) menyatakan bahwa “Penilaian prestasi kerja (performance appraisal) yaitu proses melalui mana organisasiorganisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan. Kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka.”

Sedangkan menurut Mangkunegara ( 2009 : 67 – 69 ) menyatakan bahwa “unsur-unsur yang dinilai dari prestasi kerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, keandalan dan sikap. Kualitas kerja terdiri dari ketepatan, ketelitian, keterampilan, kebersihan. Kuantitas kerja terdiri dari output dan penyelesaian kerja dengan ekstra. Keandalan terdiri dari mengikuti instruksi, inisiatif, kehati-hatian, kerajinan. Sedangkan sikap terdiri dari sikap terhadap perusahaan, karyawan lain dan pekerjaan serta kerjasama. “

Dari pendapat diatas, dapat dijelaskan bahwa Keseluruhan unsur/komponen penilaian prestasi kerja diatas harus ada dalam pelaksanaan penilaian agar hasil penilaian dapat mencerminkan prestasi kerja dari para karyawan.

Pengaruh Penerapan Strategi Promosi Dalam Upaya Meningkatkan Minat Nasabah Terhadap Pemakaian Jasa Danamon Cabang Lhoksumawe

Pengaruh Penerapan Strategi Promosi Dalam Upaya Meningkatkan Minat Nasabah Terhadap Pemakaian Jasa
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Pada saat ini dunia perbankan di Indonesia memasuki masa persaingan yan6 sangat kompetitif. Hal ini disebabkan banyaknya bank yan6 beroperasi di Indonesia baik yan6 beroperasi secara lokal maupun yan6 beroperasi berskala internasional. Sektor perbankan memiliki peran yan6 strategis dalam memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dewasa ini, bank-bank yan6 mampu bertahan melewati masa krisis moneter maupun bank-bank yan6 baru beroperasi mulai berlomba-lomba untuk memberikan layanan yan6 terbaik kepada nasabahnya melalui berbagai macam produk perbankan seperti produk dana, produk pinjaman atau produk jasa lainnya. Pada pasar kredit perbankan, bank memiliki beberapa jenis kredit yan6 umum ditawarkan kepada nasabah antara lain kredit: korporasi, kredit modal kerja, investasi, kredit konsumtif, dan kredit mikro.

Bank merupakan lembaga keuangan yan6 memiliki peranan yan6 sangat penting, dimana dalam kegiatannya bank sebagai penghimpun dana masyarakat (funding) dalam bentuk Giro, Tabungan dan Deposito yan6 dana tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Salah satu aktivitas perbankan adalah menghimpun dana dari masyarakat luas adalah berupa  simpanan  tabungan,  yaitu  merupakan  aktivitas  perbankan dalam menghimpun dana masyarakat dengan syarat-syarat tertentu bagi pemegangnya, dan persyaratan masing-masing bank berbeda, tujuan nasabah menyimpan uang di rekening tabungan juga berbeda. Nasabah perbankan  saat  ini  memiliki  kedudukan  sebagai  salah  satu kekuatan kompetitif melalui daya tawarnya. Daya tawar nasabah menjadi sangat penting, karena merekalah yan6 memiliki kebutuhan dan keinginan. Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan itu, mereka jugalah  yan6 yan6 mempunyai sarana pembelian (waktu  dan uang), dalam menentukan pilihan dan mengambil minat.

Dewasa  ini, tuntutan masyarakat  terhadap dunia perbankan  semakin meningkat,  dimana  masyarakat  tidak  hanya  memandang  sebuah  bank  sebagai sarana untuk menyimpan  uang yan6 lebih aman,  namun lebih dari itu, mereka mengharapkan  hasil investasi  yan6 lebih tinggi, sehingga  menciptakan  suasana persaingan antar bank dalam penggalangan dana nasabah yan6 semakin ketat dan di sisi lain pemerintah membatasi bank dalam memberikan  suku bunga produk simpanan tidak melebihi bunga perjanjian Bank Indonesia.

Faktor-faktor strategi promosi merupakan satu kesatuan yan6 tidak dapat berdiri sendiri, dan saling terkait antara satu dan lainnya, sehingga dapat mencapai tujuan dalam mempertahankan dan menarik para nasabah. Jadi, perusahaan atau organisasi tidak hanya sekedar memilih kombinasi yan6 terbaik saja, tetapi jaga harus mengkoordinir barbagai macam elemen dari strategi promosi tersebut untuk melaksanakan  aktivitas perbankan secara efektif. Strategi promosi adalah alat perusahaan untuk memperoleh respon yan6 diinginkan dari pasar sasaran, tetapi yan6  terlebih  penting  lagi bagaimana memahami  strategi promosi dari sudut pandang atau persepsi nasabah. Dari perspektif PT Danamon Cabang Lhoksumawe, strategi promosi merupakan  jalan keluar bagi masalah nasabah, biaya yan6 harus dikeluarkan oleh nasabah untuk memperoleh pelayanan yan6 menyenangkan, rasa aman, nyaman dan komunikasi yan6 baik dari PT Danamon Cabang Lhoksumawe  dalam meningkatkan minat nasabah untuk menabung.

Bank sebagai lembaga keuangan yan6 memberikan jasa keuangan membutuhkan strategi promosi untuk memasarkan produknya. Di samping itu bank harus mengetahui lingkungan pemasarannya, strategi promosi yan6 dilakukan meliputi iklan (advertising), penjualan perorangan (personal selling), promosi penjalan (sales promotion), dan hubungan masyarakat (Publisitas). Khusus untuk perusahaan jasa ditambah strategi People, Process dan Customer Service dengan strategi yan6 kita kenal sebagai bauran promosi (marketing mix. Pada dasarnya bauran promosi menunjukkan faktor-faktor yan6 perlu dipertimbangkan saat menentukan strategi promosi suatu perusahaan jasa khusunya bank. Titik awal untuk membuat segala keputusan tentang bauran promosi tergantung bagaimana  jasa harus diposisikan dan segmen pasar yan6 dituju. Faktor-faktor tersebut merupakan satu – kesatuan yan6 tidak dapat berdiri sendiri, dan saling terkait antara satu dan lainnya, sehingga dapat mencapai tujuan dalam mempertahankan dan menarik para nasabah.

Danamon merupakan perusahaan yan6 bergerak di bidang perbankan yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yan6 memilki cabang diseluruh daerah di indonesia. Banyaknya jumlah penduduk Aceh khususnya penduduk yan6 berdomisili dan melakukan transaksi usaha di  menjadi salah satu alasan Danamon untuk membuka kantor cabang di . Dalam  meningkatkan  citra  PT. Danamon Cabang Lhoksumawe sebagai lembaga keuangan perbankan, maka salah satu upaya yan6 dilakukan adalah dengan melakukan strategi promosi yan6 dapat mempengaruhi minat nasabah bank, sebab dengan strategi promosi yan6 sesuai dengan manfaat dan dapat mempengaruhi minat nasabah maka akan dapat meningkatkan keinginan nasabah memakai jasa PT. Danamon Cabang Lhoksumawe.

Melihat kondisi di atas maka penting bagi PT. Danamon mempunyai   strategi promosi yan6 tepat bagi pemasaran jasa perbankan,  dengan program-program  promosi tersebut dapat dilakukan usaha meningkatkan usaha-usaha atau kebijakan PT. Danamon, dengan strategi pomosi yan6 baik akan dapat meningkatkan  minat nasabah untuk memakai jasa pada PT. Danamon. Oleh karena itu untuk melihat apakah program-program pomosi atau kegiatan-kegiatan yan6 telah dilakukan sudah efektif maka perlu dilakukan penelitian  yan6 akan menganalisis persepsi nasabah  tentang  strategi promosi dan pengaruhnya terhadap minat nasabah. Dengan mengetahui bagaimana persepsi nasabah tentang strategi promosi maka akan memberikan masukan bagi bagian marketing PT. Danamon untuk membuat program-program  perbankan yan6 dapat meningkatkan strategi promosi sehingga dapat mempengaruhi minat nasabah dan meningkatkan jumlah nasabah yan6  aktif menabung dengan  tujuan  untuk  mencegah terjadinya menurunnya jumlah  nasabah yan6  menggunakan jasa PT. Bank Danamon di masa yan6 akan datang. Oleh sebab itu penulis sangat berkeinginan untuk meneliti menyan6kut strategi promosi perbankan karena  merupakan salah satu kabupaten yan6 minim perusahaan besar berkelas nasional selain hanya perbankan saja.

Strategi promosi yan6 selama ini dilakukan oleh  PT. Bank Danamon Cabang Lhoksumawe bisa dikatakan sudah bagus, dimana penulis selama ini melihat dari kegiatan promosi yan6 dilakukan oleh PT. Bank Danamon Cabang Lhoksumawe seperti pemberian hadiah keberuntungan kepada nasabah, menjadi salah sponsor dalam kegiatan-kegiatan penting, mensosialisasikan produk tabungan melalui radio dan lain sebagainya. Dari kegiatan yan6 telah dilakukan selama ini maka penulis dapat memahami bagaimana strategi promosi yan6 dilakukan oleh PT. Bank Danamon Cabang Lhoksumawe.

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka penulis tertarik mengangkat judul penelitian tentang “Pengaruh Penerapan Strategi Promosi Dalam Upaya Meningkatkan Minat Nasabah Terhadap Pemakaian Jasa Danamon Cabang Lhoksumawe

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yan6 dikemukakan di atas maka penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh strategi promosi yan6 terdiri dari iklan, penjualan perorangan, promosi penjalan dan hubungan masyarakat terhadap minat nasabah memakai jasa PT. Danamon Cabang Lhoksumawe?
  2. Manakah diantara variabel-variabel yan6 diteliti berpengaruh paling dominan terhadap minat nasabah memakai jasa PT. Danamon Cabang Lhoksumawe? 
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui pengaruh strategi promosi yan6 terdiri dari iklan (advertising), penjualan perorangan (personal selling), promosi penjalan (sales promotion), dan hubungan masyarakat (Publisitas) terhadap minat nasabah memakai jasa PT. Danamon Cabang Lhoksumawe.
  2. Untuk mengetahui diantara variabel-variabel yan6 diteliti berpengaruh paling dominan terhadap minat nasabah memakai jasa PT. Danamon Cabang Lhoksumawe. 
1.4 Kegunaan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Bagi peneliti, sebagai sarana dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan yan6 diperoleh selama perkuliahan.
  2. Bagi peneliti lain, sebagai referensi ataupun acuan dalam pengembangan penelitian selanjutnya.
  3. Bagi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Univarsitas Syiah Kuala, sebagai referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam analisis strategi promosi.
  4. Sebagai bahan masukan bagi PT. Danamon Cabang Lhoksumawe dalam menentukan strategi promosi untuk perkembangan operaional perbankan demi mencapai profit.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Nasabah Menabung pada PT. Bank Aceh Cabang Lhok Seumawe

Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Nasabah Menabung
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 
Seiring dengan berbagai kebutuhan dan demi keamanan terhadap harta benda yan6 dimiliki masyarakat, masyarakat membutuhkan berbagai alternatif dalam menjamin masalah tersebut. Dari perihal tersebut pemerntah mempunyai inisiatif dalam mengayomi rakyatnya dengan mnyediakan sarana dan prasana untuk kebutuhan masyarakat pada umumnya, salah satu sarana yan6 menjadi tanggung jawab pemerintah adalah lembaga perbankan dan lembaga-lembaga keuangan lainya. Pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yan6 menyan6kut dengan pengadaan perbankan secara nasional. Hal itu memicu persepektif masyarakat dengan hal yan6 positif dan membuat masyarakat di daerah-daerah merasa tertarik dan mengambil inisiatif menggunakan jasa perbankan sebagai alternatif yan6 sesuai demi kenyaman dan keaman harta bendanya.

Semenjak dikeluarkannya Undang-undang No. 7 tahun 1992, perkembangan bisnis perbankan begitu cepat, akibat dari perkembangan yan6 sangat cepat dalam bisnis perbankan nasional, terutama pada tahun 1997 dan 1998 (antara lain akibat terjadinya krisis moneter), serta buruknya kinerja industri perbankan nasional (khususnya yan6 berkaitan dengan tingkat kesehatan bank), pemerintah memandang perlu untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap undang-undang perbankan yan6 ada. Maka dikeluarkanlah Undang-undang No. 10 Tahun 1998 yan6 mencakup materi-materi pokok sebagai berikut : 1) Penegasan kemandirian Bank Indonesia dalam pembinaan dan pengawasan perbankan dengan mengalihkan kewenangan seluruh perizinan dibidang perbankan dari yan6 semula berada pada Menteri Keuangan RI kepada Gubernur Bank Indonesia, 2) Pembentukan badan khusus sebagai pelaksana program penyehatan perbankan, 3) Perubahan cakupan rahasia bank, dengan tujuan meningkatkan transparansi dan pengawasan perbankan tanpa mengurangi hak-hak kerahasiaan dari nasabah penyimpan, 4) Penyesuaian ketentuan pendirian dan kepemilikan bank sebagai upaya untuk mendukung penguatan permodalan perbankan nasional, 5) Kemudahan pelaksanaan prinsip syariah dalam kegiatan usaha bank, dengan dimungkinkannya bank umum untuk menjalankan kegiatan usahanya secara konvensional dan sekaligus menjalankan pola pembiayaan dan kegiatan lain berdasarkan prinsip perbankan.

Upaya  intensif  pendirian  bank  Aceh (bank daerah) di Aceh dapat  ditelusuri  jejaknya  di  saat  pemerintah  mengeluarkan  paket  kebijakan (Pakto) yan6 berisi liberalisasi industri perbankan. Pemerintah telah berusaha untuk mendirikan bank daerah dengan tujuan mendapatkan tambahan PAD melaui industri perbankan daerah , menjadikan perbankan daerah sebagai wadah investasi bagi para pengusaha dan menjadikan lembaga perbankan daerah sebagai alternatif lapangan kerja bagi masyarakat daerah Aceh khususnya. Dinilai dari perkembangan usaha pebankan Aceh, maka Bank Aceh (bank daerah) sudah menjadikan cita-cita pemerintah tercapai. Hal ini bisa dibuktikan dengan pendapatan perbankan Aceh tiap tahunnya.

Usaha pemerintah Aceh ketika mencetuskan lembaga perbankan daerah sudah berhasil dengan adanya PAD yan6 dihasilkan oleh bisnis perbankan tersebut, disisi lain kita dapat melihat dengan jumlah nasabah yan6 menabung pada lembaga perbankan daerah (Bank Aceh). Oleh sebab itu perlu berbagai kajian demi keberlangsungan usaha perbankan daerah dalam menghadapi persaingan dengan perbankan-perbankan lainya yan6 bergerak di Aceh salah satu strategi yan6 mungkin dapat dilakukan oleh pihak perbankan seperti melakukan strategi pemasaran jasa perbankan. Dimana  dengan adanya strategi pemasaran jasa mungkin akan mempu menghidupkan laju perkembangn usaha perbankan dan mampu mengetahui setiap keinginan atau kebutuhan nasabah. Strategi pemasaran jasa merupakan salah satu cara atau strategi yan6 sering digunakan oleh pihak pengusaha, baik pengusaha barang atau jasa.  Strategi ini terbukti ampuh dan dapat memajukan segala bentuk usaha yan6 sudah menggunkan strategi pemasaran jasanya.

PT. Bank Aceh Persero Cabang Sigli merukapan salah satu perbankan daerah yan6 berada dalam lingkup Kabupaten Pidie dan terletak dijalan A. Majid Ibrahim. No.XXX berdekatan dengan pusat Kota Sigli persisnya bersebelahan dengan mesjid utama Kabupaten Pidie. Dalam kesehariannya PT. Bank Aceh Persero Cabang Sigli mengeluarkan berbagai kebijakan menyan6kut perkembangan laju usaha perbankannya. Disamping itu PT. Bank Aceh Persero Cabang Sigli merupakan salah wadah penghimpunan dana nasabah yan6 memilki gedung termewah seantero Aceh walaupun berada hanya ditingkat Kabupaten Kota. Dari pengamatan penulis PT. Bank Aceh Persero Cabang Sigli telaha mencapai kesuksesan dalam menjalakan usahanya itu terbukti dari perkembangan jumlah nasabah yan6 menabung pada PT. Bank Aceh Persero Cabang Sigli. PT. Bank Aceh Persero Cabang Sigli menjadi salah satu bank favoorit masyarakat Aceh khususnya masyarakat Kabupaten Pidie baik ditingkat pengusaha maupun sampai golongan terbawah, terlebih lagi dengan penggunaan jaa Bank Aceh pemerintah itu sendiri. Dari pengamatan itu dapat kita renungkan bersama bahwa PT. Bank Aceh Persero Cabang Sigli telah mencapai kesuksesan sesuai dengan harapan orang terdahulu.

PT. Bank Aceh Persero Cabang Sigli merupakan pergantian nama dari bank Pembangunan DaeraH (BPD) Aceh. Pengusulan perubahan nama memilki berbagai pro dan kontra, akan tetapi hal itu tidak meredupkan perkembangan usaha Perbankan Aceh. Belakangan ini tersebar berita yan6 cukup membuat kenyaman manajemen perbankan Aceh  terganggu, yaitu pengusulan Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah. Hal itu belum ada kejelasan untuk masyarakat pada umumnya, karena informasinya masih belum final. Usaha pemerintah daerah untuk tidak menyetuju usulan perbankan Aceh syariah menuai protes dari berbagai pihak termasuk protes yan6 dilancarkan oleh ulama-ulama Aceh. Menurut laporan media serambi indonesia versi Aceh, kekisruhan yan6 terjadi dapat merusak imej dan citra lembaga perbankan itu sendiri. Maka dari itu perlu peran dari manajemen perbankan dalam mengambil langkah-langkah yan6 dapat menghadapi berbagai problema tersebut supaya nasabah tetap manjadi nasabah yan6 loyal. Supaya nasabah tetap loyal dan setia pada Bank Aceh maka diperlukan strategi-strategi yan6 efektif guna mengangkat kepercayaan nasabah yan6 selama ini terusik dengan isu-isu publik. Berdasarkan  uraian latar belakang di atas, maka penulis tertarik mangangkat judul penelitian tentang “Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Nasabah Menabung pada PT. Bank Aceh Cabang Lhok Seumawe”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uaian latar belakang di atas, maka penulis meumuskan masalahnya sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap keputusan nasabah menabung pada PT. Bank Aceh Cabang Lhok Seumawe?
  2. Diantara variabel-variabel bauran pemasaran jasa, manakah variabel yan6 paling dominan mempengaruhi keputusan nasabah menabung pada PT. Bank Aceh Cabang Lhok Seumawe?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap keputusan nasabah menabung pada PT. Bank Aceh Cabang Lhok Seumawe.
  2. Untuk mengetahui dengan menganalisis variabel yan6 paling dominan mempengaruhi keputusan nasabah menabung pada PT. Bank Aceh Cabang Lhok Seumawe.
1.4 Manfaat penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis
  1. Sebagai bahan referensi dan bahan ajaran bagi penulis dan peneliti selanjutnya.
  2. Sebagai pustaka ilmu menyan6kut tentang bauran pemasaran jasa dalam ilmu ekonomi manajemen perbankan dan pemasaran jasa.
1.4.2 Manfaat Praktis
  1. Sebagai pengalaman pribadi penulis dalam memantapkan diri dalam menghadapi masa depan
  2. Sebagai bahan pertimbangan pihak perbankan Negara Indonesia khususnya dalam tata kelola lembaga perbankan.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Analisis Pengaruh Kebutuhan dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Merek Toshiba di Kota Beurnuen

Analisis Pengaruh Kebutuhan dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Merek Toshiba di Kota Beurnuen
BAB I

PENDAHLUAN

1.1 . Latar Belakang Masalah
Globalisasi perdagangan pada saat ini tumbuh dan berkembang sangat pesat. Demikian halnya dengan dunia usaha termasuk berkembangnya pemasaran yan6 juga tumbuh dan berkembang untuk mengadaptasi perubahan yan6 terjadi dalam perdagangan baik skala global maupun lokal. Pemasaran di sini dipandang penting oleh perusahaan sebagai salah satu usaha terintegrasi membuat produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen dimana pemasaran bertugas memperkenalkan produk tersebut kepada konsumen, dan agar konsumen bisa memenuhi kebutuhannya pada waktu dan tempat yan6 sesuai.

Stategi pemasaran menjabarkan program pemasaran untuk mencapai sasaran perusahaan. Strategi pemasaran adalah logika pemasaran dan atas logika itu unit bisnis diharapkan bisa mencapai sasaran-sasaran pemasarannya. Strategi pemasaran terdiri atas pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran perusahaan, bauran pemasaran, alokasi pemasaran, dan hubungannya dengan keadaan lingkungan yan6 diharapkan dan kondisi persaingan yan6 dihadapi.

Strategi pemasaran juga menjadi salah satu faktor penentu perkembangan dan pertumbuhan perusahaan Toshiba yan6 sangat pesat khususnya laptop . Hal ini ditandai dengan terus bertambahnya kuantitas laptop yan6 dimiliki masyarakat dan terlihat pada mobilitas laptop yan6 berada di tangan-tangan masyarakat. Perusahaan Toshiba dapat dilihat dari berbagai dimensi yan6 cukup luas. Ruang lingkup perusahan Toshiba bias mencakup dimensi investasi, manajemen, marketing,pembelanjaan dan transaksi lainnya yan6 menjadi faktor utama dalam proses pertukaran uang dan barang. Khususnya perusahaan Toshiba, laptop sangatlah nampak perkembangannya, laptop   lahir dengan berbagai merek, model, type, warna, spesifikasi lainnya. Semua ini sejalan dengan terus meningkatnya mobilitas dan aktivitas penduduk diberbagai aspek. Ini menunjukkan bahwa dalam perusahaan Toshiba mengalami persaingan yan6 sangat ketat. Masalah tersebut di satu sisi merupakan ancaman (threats), tetapi disisi lain merupakan peluang (opportunity) bisnis baru.

Kondisi tersebut jika diamati dari dimensi bisnis dan aktivitas pemasaran memiliki pengaruh besar dalam merumuskan kebijakan bisnis perusahaan Toshiba di masa akan datang. Kebijakan strategi pemasaran merupakan alternatif. Kajian strategi pemasaran yan6 sangat penting adalah menganalisis perilaku konsumen untuk strategy targeting dan meningkatkan keputusan konsumen. Atas itu, perusahaan Toshiba harus mempunyai inisiatif dalam mengambil kebijakan dengan mengdepankan kebutuhan konsumen.

Konsep pemasaran modern orientasinya pada kebutuhan dan keinginan konsumen. Langkah pertama dari strategi ini memahami keinginan, kebutuhan dan selera konsumen (customer is king). Jika perusahan laptop ingin tetap eksis di pasar, maka harus tetap konsisten dengan strategi tersebut. Laptop merek Toshiba  khususnya selain dipandang sebagai alat komputerisasi juga sebagai sebagai komunikasi dan berbagai kebutuhan lainnya. Keputusan Pembelian laptop  merek Toshiba  didasarkan pada harga (nilai ekonomis) dan kebutuhan yan6 harus ada sebagai alat teknologi komunikasi untuk bekerja, berekreasi dan sebagainya, bahkan untuk saat ini banyak masyarakat yan6 memiliki laptop lebih dari satu. Semua merek laptop berlomba-lomba menciptakan inovasi-inovasi baru model dan desain terus diuji cobakan dan dikembangkan sesuai selera konsumen. Promosi besar-besaran dilakukan diberbagai media, baik cetak maupun elektronik. Ini menunjukkan bahwa permintaan pasar laptop merk Toshiba sangat tinggi. Tingginya permintaan tersebut tidak hanya disebabkan oleh faktor harga dan kebutuhan semata, akan tetapi juga banyak dipengaruhi oleh faktor lainnya, seperti atribut produk dan promosi yan6 dilakukan oleh distributor.

Secara umum pemasaran dapat dikatakan sebagai pola pikir yan6 menyadari bahwa perusahaan tidak dapat bertahan tanpa adanya transaksi pembelian. Perusahaan harus dapat memasarkan barang atau jasa yan6 diproduksi kepada konsumen agar dapat bertahan dan bersaing dengan perusahaan lain. Strategi kebijakan harga dan mengenal kebutuhan konsumen merupakan senjata strategis yan6 potensial untuk mengalahkan pesaing. Jadi hanya perusahaan dengan mempunyai kebijakan harga termurah dan mengenal kebutuhan konsumen akan tumbuh dengan pesat, dan dalam jangka panjang perusahaan tersebut akan lebih berhasil dari perusahaan yan6 lain.

Oleh karena itu perusahaan dalam mengeluarkan produk sebaiknya disesuaikan dengan harga dan kebutuhan. Dengan begitu maka produk dapat bersaing di pasaran, sehingga menjadikan konsumen memiliki banyak pengetahuan tentan fungsi dari pemakaian laptop sebelum mengambil keputusan untuk membeli suatu produk yan6 ditawarkan. Harga merupakan salah satu faktor yan6 sangat mempengaruhi konsumen dalam membeli suatu produk, dimana konsumen menginginkan harga produk yan6 murah dengan kualitas yan6 bagus dan bisa dijangkau. Oleh seba itu perusahaan Toshiba harus berpikir serius tentang kebijakan harga yan6 akan ditetapkan nantinya.  Kebutuhan juga merupakan salah satu faktor yan6 menjadi pertimbangan konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli suatu produk, dimana kalau perusahaan mengetahui apa dan bagaimana kebutuhan dari konsumen, maka otomatis perusahaan telah berhasil memasuki pasar dan penjualan produknya. Oleh karena itu setiap kebijakan yan6 diambil oleh perusahaan laptop yan6  jangan pernah lupa akan mengkaji kebutuhan dari konsumennya.

Kedua hal ini menjadi hal yan6 sangat penting dan selalu menjadi pertimbangan konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Keunggulan produk ini harus dapat diketahui oleh konsumen dan membuat konsumen tertarik untuk mencoba dan kemudian akan mengambil keputusan untuk membeli suatu produk tersebut. Produk yan6 baik dan bermanfaat bagi konsumen, dengan harga yan6 kompetititif akan berimplikasi pada keputusan konsumen untuk membeli produk tersebut. Berkaitan dengan hal di atas maka, para pembisnis laptop Toshiba yan6 ada di Kota Beurnuen juga menghadapi tantangan dalam bidang pemasaran. Tingginya pemakaian laptop  memicu pula tingginya persaingan antar pembisnis laptop. Untuk itu, sudah selayaknya pihak manajemen pembisnis laptop mengetahui faktor-faktor apa yan6 mempengaruhi keputusan pembelian konsumen agar dapat merumuskan strategi yan6 tepat  dalam memasarkan laptop  merk Toshiba.  Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka penulis tertarik mengangkat judul tentang “Analisis Pengaruh Kebutuhan dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Merek Toshiba di Kota Beurnuen

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan  permasalahan sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh kebutuahan terhadap keputusan pembelian laptop merek Toshiba di Kota Beurnuen?
  2. Bagaimana pengaruh harga terhadap keputusan pembelian laptop merek Toshiba di Kota Beurnuen?
  3. cBagaimanakah pengaruh masing-masing variabel terhadap keputusan pembelian laptop merek Toshiba di Kota Beurnuen?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan dari rumusan masalah di atas, maka dapat diketahui tujuan  penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui pengaruh kebutuahan terhadap keputusan pembelian laptop merek Toshiba di Kota Beurnuen.
  2. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian laptop merek Toshiba di Kota Beurnuen.
  3. Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap keputusan pembelian laptop merek Toshiba di Kota Beurnuen.
1.4  Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Dapat digunakan sebagai tambahan referensi dan informasi bagi penyusunan tugas akhir (skripsi) tentang pengaruh kebutuhan dan harga.
  2. Menambah pengetahuan dan dapat mengidentifikasi permasalahan serta dapat memberikan pemecahan masalah bagi masalah yan6 dihadapi. 
  3. Dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi pihak perusahaan laptop Toshiba dalam usaha meningkatkan pemasaran produknya.
  4. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang ilmu ekonomi, khususnya dibidang pemasaran sehingga akan bermanfaat bagi peneliti dimasa yan6 akan datang. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pompa Air Merek Sanyo di Ari Prima Kota Sigli

Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi akan memicu persaingan dalam perekonomian tersebut, perusahaan dituntut untuk dapat menyusun dan menerapkan suatu strategi pemasaran yan6 tepat sesuai dengan situasi dan kondisi pasar dan mampu memanfaatkan kesempatan yan6 ada. Pemasaran merupakan salah satu faktor penting dalam proses kegiatan perusahaan, di mana kegiatan pemasaran secara langsung mengarahkan pada pencapaian tujuan perusahaan yan6 salah satunya adalah peningkatan Keputusan Pembelian yan6 ujung-ujungnya memperoleh sejumlah laba yan6 optimal, sehingga dapat dikatakan bahwa laba diperoleh suatu perusahaan merupakan pencerminan dari keberhasilan aktivitas pemasaran perusahaan itu sendiri.

Salah satu upaya yan6 ditempuh oleh perusahaan dalam meningkatkan Keputusan Pembelian adalah perlunya ditunjang strategi pemasaran melalui orientasi bauran pemasaran yan6 meliputi produk, harga, harga, dan distribusi. Dari keempat variabel dalam bauran pemasaran tersebut yan6 menjadi salah satu titik tolak adalah harga. Penentuan harga bertujuan untuk mendorong penjualan dalam pemasaran suatu barang dan jasa, dan juga bersaing dalam usaha untuk meningkatkan Keputusan Pembelian. Berpijak pada pengalaman tentang strategi perusahaan sering menerapkan bauran pemasaran dalam kegiatan bisnisnya, maka penulis mencoba meneliti hal masalah yan6 berbeda yaitu tentang proosi dan jaminan. Alasan melakukan penelitian yan6 menyan6kut tentang peran dari kedua faktor yaitu promosi dan jaminan karena penelitian ini terfokus pada toko Ari Prima elektronik.

Jasa yan6 dimaksud adalah setiap jasa tempahan rak aluminium yan6 berada di Kota Sigli. Penulis pernah memerhatikan dan mengalami bagaimana perjalanan yan6 di tempuh oleh para penggiat usaha jasa tempahan rak. Dari pantauan penulis, banyak kendala yan6 dihadapi oleh para pengusaha tempahan, dari kurangnya modal usaha dan terbatasnya konsumen atau pelanggan disebabkan kerana ketidakberdayaan pengusaha dalam mengkoordinir usahanya. Beberapa tahun kebelakang penulis juga memperhatikan laju perkembangan usaha tempahan yan6 mulai meranjak maju, itu semua tak lepas dari pada peran pemilik serta karyawan usaha masing-masing. Penulis pernah mewancara dengan salah satu pemilik usaha tempahan yan6 berada di Kota Sigli tentang bagaimana laju perkembangan usaha dua tahun kebelakang. Timbul jawaban dari pemilik dan karyawan bahwa, laju perkembangan usaha tempahan sudah mulai meningkat seiring dengan bergantian tahun.

Untuk mencapai target efisiensi dan seterusnya menghasilkan keuntungan yan6 diharapkan, perusahaan melaksanakan kegiatan-kegiatan kegiatan-kegiatan yan6 dapat menarik minat pelanggan antara lain, melakukan harga dan jaminan terhadap produk, masing-masing karyawan mempunyai tugas tersendir termasuk kegiatan – kegiatan rutin harian usaha yan6 menuntut spesialisasi tersendiri dengan programnya masing – masing. Selanjutnya untuk menghasilkan keuntungan yan6 diharapkan perusahaan juga harus memperhatikan masalah harga, dimana harga adalah salah satu variabel pemasaran yan6 perlu diperhatikan oleh manajemen perusahaan karena harga akan langsung mempengaruhi besarnya Keputusan Pembelian dan laba yan6 dicapai oleh perusahaan.

Informasi dari para pengusaha menyan6kut perkembangan usaha, maka penulis mengembangkan dalam bentuk penelitian yan6 bersifatnya ilmiah. Alasan usaha tempahan aluminium mulai berkembang di Kota Sigli tak lepas dari peran harga dari mulut-kemulut dan sosialisasi yan6 dilakukan pemilik usaha terhadap pelanggan yan6 datang tentang keunggulan dari produk hasil produksinya. Penulis juga menemukan faktor lain yaitu tentang kebijakan perusahaan yan6 sangat meyakinkan pelanggan, dimana pengusaha tempahan menawarkan jaminan kepada pelanggan terhadap produk hasil produksinya akan di ganti apabila dalam jangka kurang dari setahun produknya rusak maka akan menggantikan dengan yan6 lainnya.

Kebijaksanaan perencanaan produk, penyaluran barang maupun penggunaan media harga yan6 baik tidak akan menghasilkan sesuatu bila kebiaksanaan tentang harga tidak ikut diperhatikan. Dengan demikian harga sebuah produk atau jasa merupakan faktor penentu utama permintaan pasar, selain itu harga juga mempengaruhi bagian posisi, persaingan dan bagian satu kebijaksanaan dalam arti bahwa harga yan6 ditetapkan dapat terjangkau sesuai dengan tingkat kemampuan konsumen dan dilain pihak tidak merugikan perusahaan itu sendiri. Jadi suatu perusahaan harus menerapkan harga yan6 memiliki daya saing yan6 kuat, dimana bila didukung oleh kegiatan pengawasan lainnya dan manajemen yan6 baik maka diharapkan perusahaan tersebuat akan mampu menghargai para pesaing. Jadi dalam kegiatan penjualan, konsumen harus mendapatkan perhatian sepenuhnya, karena konsumen mempunyai kebebasan dalam memilih suatu barang yan6 disenanginya.

Harga suatu produk dapat dikomunikasikan kepada konsumen, dalam pemasaran produk hendaknya dipertimbangkan faktor-faktor apa saja yan6 dapat mempengaruhi pertimbangan konsumen dalam memilih suatu produk, sehingga bentuk harga yan6 diberikan harus mencakup hal-hal yan6 bersifat persuasif sehingga konsumen dapat tertarik untuk menggunakan produk yan6 dihasilkan oleh suatu usaha, baik itu usaha jasa maupun usaha pemasaran produk. Konsumen atau pelanggan mendapatkan suatu informasi tentang keunggulan dan kelemahan produk salah satunya adalah dari harga yan6 dilakukan oleh para pengusaha.

Setiap bentuk pelayanan memerlukan adanya kepastian atas pelayanan yan6 diberikan. Bentuk kepastian dari suatu pelayanan sangat ditentukan oleh jaminan dari pegawai yan6 memberikan pelayanan, sehingga orang yan6 menerima pelayanan merasa puas dan yakin bahwa segala bentuk urusan pelayanan yan6 dilakukan atas tuntas dan selesai sesuai dengan kecepatan, ketepatan, kemudahan, kelancaran dan kualitas layanan yan6 diberikan. Jaminan atas pelayanan yan6 diberikan oleh pemilik usaha dan pegawai sangat ditentukan oleh performance atau kinerja usaha, sehingga diyakini bahwa pegawai tersebut mampu memberikan pelayanan yan6 handal, mandiri dan profesional yan6 berdampak pada kepuasan pelayanan yan6 diterima. Selain dari performance tersebut, jaminan dari suatu pelayanan juga ditentukan dari adanya komitmen organisasi yan6 kuat, yan6 menganjurkan agar setiap pegawai memberikan pelayanan secara serius dan sungguh-sungguh untuk memuaskan orang yan6 dilayani. Bentuk jaminan yan6 lain yaitu jaminan terhadap pegawai yan6 memiliki perilaku kepribadian (personality behavior) yan6 baik dalam memberikan pelayanan, tentu akan berbeda pegawai yan6 memiliki watak atau karakter yan6 kurang baik dan yan6 kurang baik dalam memberikan pelayanan.

Keputusan Pembelian merupakan tingkat pencpaian pemasaran yan6 dihasilkan selama proses pemasaran berlangsung. Dkiralam menjalankan usaha setiap pengusaha harus bisa meningkatkan Keputusan Pembeliannya, dimana Keputusan Pembelian merupakan langkah awal yan6 diperkirakan oleh para pengusaha sebagai patokan efektiftidaknya pemasaran yan6 dijalankan selama proses pemasaran berlangsung. Namun selain itu pengusaha juga harus bekerja secara secara maksimal dalam pencapaian Keputusan Pembeliannya dengan tidak mengesampingkan hal-hal yan6 penting dalam menjalankan strateginya.

Faktor- faktor yan6 mempengaruhi Keputusan Pembelian dalam penelitian ini meliputi: harga dan jaminan. Setiap merek atas produk dan penjualan suatu perusahaan, memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri, yan6 dapat membedakannya dengan para pesaing. Pada kondisi demikian, akhirnya akan dapat ditemui adanya konsumen yan6 berperilaku setia kepada merek atau kepada penjualan tertentu. Melihat kondisi sebagaimana disebutkan di atas, maka salah satu upaya yan6 dapat dilakukan adalah perbaikan system pemasaran yan6 lebih efektif. Menurut pengalaman penulis, analisis konsumen yan6 dilakukan oleh usaha elektronik di Kota Sigli dalam kegiatan usahanya sangat menentukan atau memiliki pengaruh dalam usaha memperoleh konsumen yan6 sebanyak- banyaknya, sehingga dapat meningkatkan keputusan konsumen yan6 bisa meningkatkan Keputusan Pembeliannya.

Sehubungan dengan uraian latar belakang masalah di atas, maka penulis tertarik untuk menyusun skripsi ini dengan judul “Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pompa Air Merek Sanyo di Ari Prima Kota Sigli”.

1.2 Rumusan Masalah
Dengan mengacu pada uraian latar belakang tersebut, maka permasalahan yan6  dikemukakan adalah :
  1. Apakah Harga dan Kualitas Produk mempunyai pengaruh terhadap Terhadap Keputusan Pembelian Pompa Air Merek Sanyo di Ari Prima Kota Sigli?.
  2. Diantara variabel Harga dan Kualitas Produk manakah yan6 lebih dominan berpengaruh terhadap Terhadap Keputusan Pembelian Pompa Air Merek Sanyo di Ari Prima Kota Sigli?.
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
  1. Untuk mengetahui apakah Harga dan Kualitas Produk mempunyai pengaruh terhadap Terhadap Keputusan Pembelian Pompa Air Merek Sanyo di Ari Prima Kota Sigli.
  2. Untuk mengetahui diantara variabel Harga dan Kualitas Produk manakah yan6 lebih dominan berpengaruh terhadap Terhadap Keputusan Pembelian Pompa Air Merek Sanyo di Ari Prima Kota Sigli.
1.4  Kegunaan Penelitian
Manfaat dari penelitian yan6 dilakukan adalah :
  1. Sebagai bahan informasi bagi pihak manajemen perusahaan sehubungan dengan Harga dan Kualitas Produk manakah yan6 lebih dominan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Pompa Air Merek Sanyo di Ari Prima Kota Sigli”.
  2. Sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yan6 ingin melakukan penelitian sehubungan dengan masalah Harga dan Kualitas Produk manakah yan6 lebih dominan berpengaruh terhadap Terhadap Keputusan Pembelian.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengertian Pemasaran Jasa Menurut Para Ahli

Pengertian Pemasaran Jasa Dalam konsep pemasaran modern telah dikatakan bahwa titik tolak dari kegiatan pemasaran ialah mengetahui kebu...