Sabtu, 21 Oktober 2017

Pengaruh Strategi Pengembangan Produk dan Penjualan Langsung Guna Meningkatkan Minat Beli Konsumen Terhadap Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe

Pengaruh Strategi Pengembangan Produk dan Penjualan Langsung Guna Meningkatkan Minat Beli Konsumen
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha di segala bidang yang semakin pesat dewasa ini tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan manusia yang semakin kompleks pula, sehingga para pelaku bisnis berupaya memanfaatkan kesempatan dan peluang dalam memenuhi kebutuhan manusia dengan cara membuka usaha baru atau melakukan ekspansi (perluasan) usaha dengan membuka cabang pada suatu daerah, lokasi atau wilayah yang dianggap tepat dan efektif. Pada masa sekarang wirausahaan dihadapkan dengan berbagai persoalan dalam menekuni usaha-usahanya, baik itu usaha dalam skala besar ataupun kecil, hal itu dapat dilihat dari tingkah laku konsumen dan persaingan dalam melakukan pemasaran produknya. Pihak usahaan harus mampu menguasai makna dari pada setiap masalah yang terjadi dalam menjalankan usahanya.

Banyaknya usaha yang bermunculan dengan beraneka ragam usaha yang ditampilkan dapat dijadikan sebagai tolak ukur semakin pesatnya pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha di segala bidang. Kenyataan ini tentunya membawa dampak terjadinya persaingan yang semakin ketat dan tajam, karena masing-masing usaha berlomba-lomba mencari dan menetapkan suatu strategi penjualan yang mampu merekrut konsumen (pembeli) sebanyak mungkin.  Dengan demikian setiap wirausahaan harus mampu memahami perilaku konsumen pada pasar sasarannya, karena kelangsungan hidup usaha tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumennya. Salah satu faktor penting yang harus dipahami oleh wirausahaan yaitu mengenai kebutuhan dari pada konsumen, dan juga saingan antar usaha sejenis, sebab, konsumen merupakan faktor penentu berkembangnya usaha yang sedang dijalankannya begitu juga dengan para saingan usaha.

Dengan semakin banyaknya usaha yang menghasilkan produk sejenis, juga berbagai usaha yang menyajikan produk serupa, keberhasilan usaha dalam memasarkan produknya ditentukan melalui proses riset pasar yang relevan yang mampu mengidentifikasi peluang untuk memudahkan dalam menentukan strategi pemasaran, maka perlu strategi-strategi yang harus dirancang oleh wirausahaan dalam menjalankan usahanya. Unsur penjualan langsung merupakan unsur yang menentukan masa depan usaha. Dengan penjualan secara langsung yang semakin tinggi atau meningkat dapat menjamin kelangsungan usaha dan meningkat omset penjualannya. Oleh karena itu para usahaan perlu menyusun sistem penjualan yang memadai untuk meningkatkan laba usaha yaitu dengan peningkatan pengembangan produk dan melakukan penjualan secara langsung. Pengembangan produk dan penjualan secara langsung merupakan strategi yang tepat untuk kelangsungan suatu usaha, sebab konsumen membutuhkan sesuatu yang baru untuk dikonsumsi. Untuk mencapai target penjualan maka pihak usaha harus mengambil inisiatif dengan menjual produk hasil usahanya langsung kepada konsumen. Hal ini dilakukan mengingat besarnya persaingan industri dengan menyerupai produk skala Internasional.

Pengembangan produk adalah bagaimana pihak usahaan menawarkan produk yang memiliki keunggulan kompetitif (memiliki sesuatu yang lebih baik), unik untuk membedakan tawaran suatu usaha dengan tawaran pesaing. Pengembang produk harus diperhatikan oleh wirausahaan agar tidak ketinggalan dari pesaingnya, dengan demikian wirausahaan dapat memaksimalkan total penjualan sebagai dasar memasuki dan memenangkan persaingan. Maka perlu perhatian khusus oleh para pengusaha demi kelancaran usahanya.

Penjualan langsung merupakan salah satu strategi yang dirancang oleh pihak usahaan untuk menjual produknya kepada konsumen dengan cara mennyediakan pemasar khusus langsung kepada konsumen tampa ada perantara lain.  Oleh sebab itu strategi penjualan secara langsung dapat diperkirakan lebih efektif dibandingkan strategi-strategi lain, dimana strategi penjualan secara langsung adalah salah satu cara yang tampa sengaja dapat mengetahui bagaimana tingkah laku konsumen dalam memutuskan pembelian terhadap suatu produk yang dipasarkan oleh para pemasar, dan juga para pemasar dapat mengetahui masalah secara langsung terhadap kendala usahanya.

Kota Lhoksumawe merupakan salah satu daerah yang berpotensi untuk pemasaran produk Lenovo A6000 di Lhoksumawe tersebut banyak terdapat warung-warung yang membutuhkan Penjualan Hand Phone sebagai pelengkap usahanya. Jenis-jenis Penjualan Hand Phone yang selama ini dijual adalah seperti, BlackBerry, Asus, Lenovo, Oppo dan lain sebagainya. Dari pernjelasan di atas maka penulis terfokus pada masalah tentang pemasaran Penjualan Hand Phone yaitu Lenovo A6000, dimana penulis ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen dalam pembelian Lenovo A6000.

Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan Judul yaitu: “Pengaruh Strategi Pengembangan Produk dan Penjualan Langsung Guna Meningkatkan Minat Beli Konsumen Terhadap Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe”.

1.2 Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  • Bagaimana pengaruh strategi pengembangan produk terhadap minat beli Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe?
  • Bagaimana pengaruh Penjualan Langsung terhadap minat beli Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe?
  • Diantara kedua variabel yang diteliti, manakah variabel yang lebih dominan mempengaruhi minat beli konsumen terhadap Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengetahui pengaruh strategi pengembangan produk 
  • Untuk mengetahui pengaruh Penjualan Langsung 
  • Untuk mengetahui pengaruh strategi pengembangan produk terhadap minat beli Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk mengetahui pengaruh Penjualan Langsung terhadap minat beli Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk mengetahui variabel yang lebih dominan mempengaruhi minat beli konsumen terhadap Lenovo A6000 di Kota Lhoksumawe.
1.4 Kegunaan Penelitian
Manfaat atau kegunaan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  • Bagi Peneliti: Untuk bahan pembelajaran baik dalam bidang ilmu pendidikan maupun dalam bidang bisnis.
  • Bagi Akademik: Untuk keperluan penyusunan tugas akhir dan menjadikan penelitian ini sebagai pustaka untuk mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
  • Bagi Perusahaan: Menjadikan penelitian ini sebagai panduan dalam keberlangsungan usaha Penjualan Hand Phone.
  • Bagi peneliti selanjutnya: Menjadikan penelitian ini sebagai wahana atau refensi dalam mengamalkan pengetahuan tentang penelitian yang serupa.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Analisis Pengaruh Lokasi dan Fasilitas Hotel terhadap Kepuasan Pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe

Analisis Pengaruh Lokasi dan Fasilitas Hotel terhadap Kepuasan Pelanggan
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 
Pekembangan persaingan bisnis di Indonesia adalah salah satu fenomena yang sangat menarik untuk kita simak, terlebih dengan adanya globalisasi dalam bidang ekonomi yang semakin membuka peluang pengusaha asing untuk turut berkompetisi dalam menjaring konsumen lokal. Dampak globalisasi menyebabkan industri jasa yang terdiri dari berbagai macam industri seperti industri telekomunikasi, transportasi, perbankan, dan perhotelan berkembang dengan cepat.

Perusahaan hotel sebagai perusahaan jasa semakin dituntut untuk mengenali perilaku konsumen untuk kemudian menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan kebutuhan mereka. Perusahaan yang ingin survive harus mempunyai nilai lebih yang menjadikan perusahaan tersebut berbeda dengan perusahaan lain. Nilai lebih yang ditawarkan ini akan semakin memberikan kemantapan kepada calon konsumen untuk bertransaksi atau mendorong para konsumen lama untuk bertransaksi kembali.

Perusahaan dalam menjalankan usahanya harus selalu mengamati perubahan perilaku konsumen sehingga dapat mengantisipasi perubahan perilaku tersebut, untuk kemudian dijadikan kajian dalam rangka memperbaiki strategi pemasarannya. Pada hakekatnya tujuan dari pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami sifat konsumen dengan baik sehingga produk yang ditawarkan dapat laku terjual. Perilaku konsumen adalah suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang atau jasa temasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut Industri perhotelan adalah industri jasa yang memadukan antara produk dan layanan. Desain bangunan, interior dan eksterior kamar hotel serta restoran, suasana yang tercipta di dalam kamar hotel, restoran serta makanan dan minuman yang dijual beserta keseluruhan fasilitas yang ada merupakan contoh produk yang dijual. Sedangkan layanan yang dijual adalah keramah-tamahan dan ketrampilan staff/karyawan hotel dalam melayani pelanggannya.

Jasa sebagai aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh satu pihak lain yang pada dasarnya tanpa wujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun. Definisi jasa adalah suatu kegiatan yang memilki beberapa unsur ketidakberwujudan (intangibility) yang melibatkan beberapa interaksi dengan konsumen atau properti dalam kepemilikannya, dan tidak menghasilkan transfer kepemilikan.

Perkembangan jumlah hotel di Kota Lhoksumawe tidak terlalu berkembang pesat hendaknya kayak di kota-besar lainnya seperti Lhoksumawe dan kota-kota lain di Indonesia dan tidak menimbulkan persaingan perhotelan di Kota Lhoksumawe secara ketat disebabkan kurangnya pelanggan yang menggunakkan jasa layanan hotel. Sesuai dengan pengamatan dan pencarian informasi terkait keberadaan hotel Melati di Kota Lhoksumawe terindikasi bahwa tingkat pertumbuhan hotel di Kota Lhoksumawe tidak mencapai angka tertinggi, oleh sebab itu terjadinya ketimpangan antara jumlah permintaan dengan penyedian kamar dengan jumlah pelanggan yang menggunakan jasa hotel dan ini sangat berpengaruh terhadap omset dan operasional perusahaan hotel Melati itu sendiri. Hal ini memacu manajemen hotel untuk semakin meningkatkan kualitas hotel dan semua kelangkapan hotel untuk memperoleh konsumen/pelanggan sebanyak-banyaknya.

Dahulu fungsi hotel hanya sebagai tempat bermalam bagi konsumen yang melakukan perjalanan bisnis atau wisata dan tidak memiliki relasi di tempat tujuan. Namun seiring berjalannya waktu, fungsi hotel mengalami peningkatan. Hotel adalah usaha komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan, dan pelayanan-pelayanan lain untuk umum. Saat ini, seringkali hotel digunakan untuk acara pernikahan, rapat perusahaan, launching untuk produk baru suatu perusahaan dan tak jarang pula hotel digunakan untuk sarana untuk berakhir pekan bagi kalangan masyarakat menengah atas. Para pengusaha perhotelan diharapkan tanggap dan memiliki respon yang cepat terhadap perubahan-perubahan ini.

Banyak hal yang dapat mempengaruhi maju mundurnya usaha perhotelan, salah satunya adalah bagaimana pihak hotel dapat menarik pelanggan dan mempertahankan mereka dengan cara memberikan merencanakan lokasi, fasilitas hotel terbaik agar para tamu puas terhadap apa yang disediakan oleh hotel . Dalam persaingan bisnis sekarang ini, lokasi dan fasilitas merupakan hal yang paling penting bagi perusahaan untuk strategi menarik minat pelanggan ketika mereka menggunakan jasa perhotelan. Selain itu perusahaan jasa perhotelan juga harus menyediakan pelayanan yang dapat memuaskan pelanggan.konsumen. Layanan  yang baik akan menyelamatkan makanan yang tak enak. Sebaliknya hidangan utama yang lezat tidak menjamin dan dapat menyelamatkan layanan yang buruk Hal tersebut membuktikan bahwa kualitas pelayanan merupakan aspek yang sangat penting yang harus diperhatikan perusahaan.

Kualitas pelayanan berpusat pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan serta ketepatan penyampaian untuk mengimbangi harapan pelanggan. Pelayanan disini adalah segala macam bentuk pelayanan yang diberikan oleh pihak hotel selama tamu atau konsumen tersebut berada dihotel, meliputi pelayanan yang diberikan oleh receptionist, bell boy, room service, security, cleaning, service, dan lain-lain.

Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas jasa yaitu expected service dan perceived service. Kualitas harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan. Hal ini berarti citra kualitas yang baik bukanlah berdasarkan pada sudut pandang atau persepsi dari penyedia jasa melainkan berdasarkan sudut pandang atau persepsi pelanggan. Seringkali juga kita mendengar peribahasa yang menyatakan bahwa pelanggan adalah raja yang harus dilayani dengan sebaik mungkin. Ungulnya kualitas layanan diharapkan mampu menarik konsumen untuk kembali memiliki kecenderungan melakukan pembelian ulang terhadap produk yang kita tawarkan.

Fasilitas cukup berperan dalam mempengaruhi minat pelanggan. Fasilitas adalah sarana yang sifatnya mempermudah pelanggan untuk melakukan suatu aktivitas. Pelanggan pada jaman sekarang adalah pelanggan yang kritis yang sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang. Mereka mempertimbangkan banyak faktor untuk memilih sebuah produk atau jasa termasuk jasa perhotelan. Fasilitas menjadi salah satu pertimbangan pelanggan dalam menentukan pilihan. Pada tingkat harga yang hampir sama, Semakin lengkap fasilitas yang disediakan pihak hotel, maka akan semakin puas pelanggan dan ia akan terus memilih perusahaan tersebut sebagi pilihan prioritas berdasarkan persepsi yang ia peroleh terhadap fasilitas yang tersedia.

Menurut Persepsi yang diperoleh dari interaksi pelanggan dengan fasilitas berpengaruh terhadap kualitas jasa tersebut dimata pelanggan. Dalam membangun sebuah usaha diperlukan sebuah tempat dimana sebuah perusahaan tersebut akan berlokasi. Letak atau lokasi perusahaan sering disebut sebagai tempat kegiatan perusahaan melakukan kegiatan sehari-hari. Mayoritas dari para pengguna jasa hotel adalah mereka yang berasal dari luar daerah yang sedang memiliki urusan disekitar hotel itu berada baik untuk tujuan wisata, bisnis ataupun hanya sebagai tempat transit sementara untuk kemudian melanjutkan perjalanan mereka.

Oleh karena itu lokasi hotel yang strategis akan memudahkan konsumen untuk mendapatkan akses terhadap hotel tersebut. Kedekatan hotel dengan beberapa tempat tujuan wisata atau fasilitas-fasilitas umum akan menjadi nilai lebih bagi perusahaan. lokasi mempunyai kekuatan utuk mensukseskan ataupun menghancurkan strategi perusahaan. Oleh karena itu, penyedia jasa harus benar-benar memper timbangkan, menyeleksi dan memilih lokasi yang responsif terhadap kemungkinan perubahan ekonomi, demografis, budaya, persaingan, dan peraturan di masa mendatang.

Hotel Melati adalah salah satu hotel bintang dua yang berlokasi di Lhoksumawe, Indonesia. Pemilik hotel Melati mengatakan bahwa saat ini pihak hotel melakukan beberapa renovasi, fasilitas kamar kini sudah bertambah, namun penambahan fasilitas yang dilakukan ini bukan dimaksudkan untuk menambah omset hotel, hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan sepenuhnya untuk tamu yang menginap dan menjaga untuk keperluan jangka panjang.

Pelangggan  dalam  hal  ini  merupakan  komunitas  yang  heterogen  yang berasal dari berbagai latar belakang, sifat, kebiasaan, daerah, budaya, dan tingkat ekonomi.  Dengan  dilatar  belakangi  oleh beberapa  teori,  penelitian  sebelumnya dan fenomena  masalah tersebut,  maka  dilakukan  penelitian  untuk menganalisis pengaruh  lokasi dan fasilitas hotel terhadap  kepuasan pelanggan pada hotel Melati Kota Lhoksumawe. Pemasaran jasa merupakan proses mempersepsikan, memahami, menstimulasi dan memenuhi kebutuhan pasar sasaran yang dipilih secara khusus dengan menyalurkan sumber- sumber sebuah organisasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Berdasarkan beberapa uraian diatas maka dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menginap di hotel. Dalam penelitian ini dipilih variabel lokasi dan fasilitas sebagai fokus dari penelitian. Penelitian difokuskan pada dua variabel tersebut karena diduga variabel-variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan yang menginap pada hotel Melati. Adapun penulis mengangkat judul penelitian ini adalah: “Analisis Pengaruh Lokasi dan Fasilitas Hotel terhadap Kepuasan Pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe”.

1.2  Rumusan Masalah
Dari masalah penelitian tersebut dapat dirumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut;
  • Bagaimana pengaruh lokasi terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe? 
  • Bagaimana pengaruh fasilitas hotel terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe? 
  • Diantara variabel yang diteliti, manakah variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe? 
1.3  Tujuan Penelitian
Berdasarkan  pada latar belakang dan rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan:
  • Untuk menguji dan menganalisi pengaruh lokasi terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk menguji dan menganalisi pengaruh fasilitas hotel terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk menguji dan menganalisi diantara variabel yang diteliti, manakah variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pelanggan pada Hotel Melati di Kota Lhoksumawe.
1.4 Kegunaan Penelitian
Dalam setiap melakukan penelitian pasti ada tujuan dan kegunaan setalah melakukan penelitian. Adapun penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:.
  • Bagi penulis, yaitu sebagai pembelajaran untuk memahami bagaimana cara mengelola hotel ketika mendapat kesempatan dalam karirnya sebagai menejer hotel dan menjadi acuan dalam memahami ilmu pemasaran jasa khususnya di bidang perhotelan.
  • Bagi pihak perusahaan, yaitu sebagai masukan dan pertimbangan dalam  mengembangkan dan menyempurnakan kebijakan  perusahaan, terutama yang berhubungan dengan kualitas layanan, fasilitas yang disediakan dan pemilihan lokasi sehingga bisa mempertahankan jumlah pelanggan dan bila perlu   meningkatkan jumlah pengguna jasa perusahaan tersebut.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Iklan Melalui Televisi, Kualitas dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik CoverGirl Pada Kalangan Wanita Lhoksumawe

Pengaruh Iklan Melalui Televisi, Kualitas dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Seiring dengan kebutuhan masyarakat dalam menjaga penampilan dan gaya hidup, masyarakat dihadapkan pada berbagai keperluan dalam menjaga atau merawat dirinya. Salah satu hal yang sangat dipertimbangkan oleh masyarakat atau konsumen terhadap dirinya adalah berupa penggunaan kosmetik. Kosmetik merupakan salah satu faktor penting dalam penggunaan kosmetik, konsumen sangat ketergantungan terhadap pemakaian kosmetik dan juga bisa menjamin kehadiran kosmetik dapat menjaga penampilan seseorang. Setiap konsumen mempunyai pertimbangan dalam memilih kosmetik, dan mempunyai motivasi serta persepsi berbeda sebelum melakukan keputusan pembelian. Karena itu, setiap perusahaan yang bergerak dibidang pengadaan kosmetik harus mengetahui kosmetik seperti apa yang dibutuhkan. Semua produsen kosmetik dapat berlomba menciptakan inovasi baru, model dan desain terus diuji dan dikembangkan sesuai dengan selera konsumen. Melakukan Iklan di berbagai media, hal ini menunjukkan bahwa permintaan pasar kosmetik sangat tinggi.

Dalam pasar kosmetik  nasional sendiri terdapat setidaknya beberapa pabrikan atau merek besar yang dari tahun ke tahun terus  mendominasi, yaitu CoverGirl, Wardah, Cover Girl, Revlon, L'Oreal dan lain-lain sebagainya, semuanya merupakan komsumsi masyarakat dalam menjaga penampilannya. CoverGirl dari tahun ketahun selalu memimpin pasar, dan merek CoverGirl dengan setia terus bersaing dengan merek lain. Berdasarkan  urutan jumlah penjualan, maka kosmetik  dengan merek CoverGirl berada pada urutan kedua. Oleh karena itu peningkatan pasar mutlak dilakukan, seiring dengan banyaknya pengguna dan permintaan konsumen terhadap kosmetik di Indonesia.

Sudah bukan rahasia lagi kebanyakan konsumen perempuan menyukai bahkan menjadi keharusan untuk melakukan perawatan tubuh terutama wajah, supaya kelihatan sempurna, apabila di pandang oleh lawan jenis. Maka dari itu banyak konsumen rela memakai dan mencoba berbagai macam kosmetik. Konsumen mengikuti setiap ada iklan di televisi  karena ingin mengetahui kelebihan produknya. Sebagai mana diketahui para masyarakat itu setiap hari membutuhkan atau memakai kosmetik untuk merawat diri. Banyak  sumber atau pakar kecantikan memberikan pengertian dan pengetahuan tentang kosmetik.

Kosmetik adalah kebutuhan harian yang secara teratur di gunakan untuk tujuan perawatan dan kecantikan. Kosmetik adalah suatu bahan untuk mempercantik diri, dahulu diramu dari bahan-bahan alami disekitar kehidupan manusia, tetapi sekarang di buat manusia tidak hanya dari bahan alam, melainkan juga dari bahan buatan untuk maksud meningkatkan daya tarik seseorang. Setiap hari para konsumen selalu menggunakan kosmetik, pokoknya tiada hari tanpa kosmetik. Semua orang pasti ingin terlihat sempurna. Rasanya kurang nyaman dan kurang percaya diri bila tidak memakai kosmetik, terlebih bila mau keluar rumah seperti mau pengajian, PKK, arisan dan lain-lain sebagainya.

Pada masa dulu kosmetik yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar lingkungan diramu atau digunakan secara langsung. Contohnya seperti : papaya, bengkuang, mentimun, digunakan sebagai masker atau perawat wajah.Beras kencur, alpukat digunakan untuk lulur, Kemiri, lidah buaya digunakan untuk menghitamkan rambut. Semua bahan tadi dapat digunakan secara langsung tanpa adanya campuran bahan kimia dan tidak mempunyai efek samping.

Namun pada masa sekarang seiring dengan berkembangnya zaman, bahan-bahan tersebut diolah secara modern oleh pabrik-pabrik dikemas secara menarik dan praktis. Bahkan terkadang juga ditambahkan bahan buatan yang mungkin mengandung bahan kimia, mengandung mercury atau zat berbahaya lainnya. Dan bahan-bahan yang mengandung zat berbahaya tadi bisa menimbulkan efek samping bagi tubuh dan merugikan konsumen. Untuk menghidari bahaya buruk dalam pengunaan kosmetik, ada beberapa cara yang dapat di terapkan dalam memilih kosmetik adalah:
  • Pilih merk kosmetik yang teruji keamanannya maupun halalnya dan tercantum izin dari badan POM yang benar,
  • Jangan memilih kosmetik karena ikut-ikutan orang atau terpengaruh orang lain, sesuaikan dengan kulit sipemakai, 
  • Bagi yang memilki kulit berminyak pilihlah pelembab dan yang bebas lemak, berbentuk cair, 
  • Jika memakai produk pemutih, maka perhatikan hasilnya.bila hanya dalam waktu dua (2) minggu terlihat warna putih pada wajah yang berbeda dengan putih pada organ tubuh lainnya, ,
  • Simpan dan jauhkan kosmetik dari sinar matahari
Adapun cara dan punggunaan kosmetik yang benar itu berbeda-beda, ada yang digosokkan, dipercikkan, atau di semprotkan pada bagian tertentu kegunaannya ada yang untuk membersihkan wajah, untuk memelihara dan menambah daya tarik.

Menurut Permenkes RI. Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan pada bagian tertentu, dimasukkan ke dalam dipergunakan pada atau bagian tubuh manusia dengan maksud membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau mengubah rupa, dan tidak termasuk golongan obat-obatan.

Dalam memakai kosmetik, konsumen hendaknya harus teliti dan tahu betul, jangan sampai keliru, karena kalau terjadi kekeliruan nanti berakibat fatal terhadap kulit bahkan mungkin ke organ tubuh. Yang mestinya digosokkan harus digosokkan, yang semestinya disemprotkan harus disemprotkan, yang semestinya digunakan pada badan harus dipakai pada badan jangan sampai dioleskan pada wajah, dan seterusnya, sehingga benar-benar memperoleh hasil yang memuaskan dan sesuai yang diinginkan. Merek dari suatu produk yang mempunyai kualitas yang baik dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, kualitas yang dimiliki suatu merek dapat membentuk citra yang baik di mata konsumen. Dengan mempunyai kualitas yang baik maka konsumen akan mempunyai tanggapan positif terhadap merek tersebut. Tanggapan konsumen tersebut dapat diwujudkan dalam suatu citra merek, dimana citra merek akan mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Dengan membanjirinya produk kosmetik di pasaran dapat mempengaruhi sikap seseorang terhadap pembelian dan pemakaian barang. Pembelian suatu produk bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan (need), melainkan karena keinginan (want). Ditambah dengan ditemukannya konsumen memutuskan memilih menggunakan produk tertentu dalam rangka memperjelas identitas diri agar dipandang baik dalam komunitas tertentu. Dengan semakin pesatnya perusahaan kosmetik di Indonesia, sehingga perusahaan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat agar usahanya dapat bertahan dan memenangi persaingan. Untuk memperluas pangsa pasar, maka perusahaan harus mampu mengetahui apa yang dibutuhkan atau diharapkan oleh konsumennya. Munculnya banyak distributor dan merek kosmetik sekarang ini, membuat konsumen memperoleh banyak pilihan sebelum memutuskan untuk membeli kosmetik.

Saat ini kebutuhan konsumen terhadap produk kosmetik  semakin tinggi mengingat diri pribadi konsumen memutuskan memilih menggunakan produk tertentu dalam rangka memperjelas “identitas diri” agar dipandang baik dalam komunitas tertentu. Bahwa kosmetik merek CoverGirl menduduki ranking 2 dalam jajaran top brand index produk dan justru menduduki peringkat 1 dalam jajaran top brand index. Hal ini dapat diartikan bahwa mutu dan kualitas dari produk CoverGirl merupakan kategori produk yang tidak dapat diragukan lagi. Bila ditelisik lebih lanjut, konsumen akan menampakkan perilakunya setelah melakukan persepsi terhadap keputusan apa  yang akan diambil dalam membeli suatu produk.

Berdasarkan uraian latar belakang yang tercantum di atas, maka penulis tertarik mengangkat masalah penelitian dengan judul “Pengaruh Iklan Melalui Televisi, Kualitas dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik CoverGirl Pada Kalangan Wanita Lhoksumawe”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, muncul pertanyaan penelitian sebagai berikut:
  • Bagaimana pengaruh iklan melaui televisi, kualitas produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian kosmetik CoverGirl pada Kalangan Wanita Lhoksumawe? 
  • Manakah variabel yang dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian kosmetik CoverGirl pada Kalangan Wanita Lhoksumawe?
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian 
1.3.1 Tujuan Penelitian 
Sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan, tujuan penelitian yang  hendak dicapai adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengetahui pengaruh iklan melalui televisi, kualitas produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian kosmetik CoverGirl pada Kalangan Wanita Lhoksumawe. .
  • Untuk mengetahui variabel yang dominan dan berpengaruh terhadap keputusan pembelian kosmetik CoverGirl pada Kalangan Wanita Lhoksumawe.
1.3.2 Kegunaan Penelitian 
Berdasarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai, kegunaan penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  • Bagi peneliti: Penelitian ini dapat digunakan untuk menambah khazanah keilmuan serta pengalaman dalam menganalisis permasalahan khususnya di bidang pemasaran.
  • Bagi pihak akademis: Penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan  bukti empiris yang diharapkan dapat menambah pengetahuan dan cakrawala berpikir.
  • Bagi pengusaha,: Penelitian ini dapat digunakan untuk membantu menentukan strategi pemasaran. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Kompensasi Finansial dan Non Finansial Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe

Pengaruh Kompensasi Finansial dan Non Finansial Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Permasalahan
Dunia bisnis sekarang dituntut menciptakan  kinerja  karyawan yang tinggi untuk pengembangan perusahaan. Perusahaan harus mampu membangun dan meningkatkan kinerja di lingkungannya. Perusahaan memberikan tugas dan tanggung jawab kepada karyawannya, dan perusahaan juga harus memberikan umpan  balik atas  kinerja  karyawan. Salah satu umpan balik yang harus diberikan kepada karyawan adalah pemberian kompensasi, agar karyawan dapat bekerja dengan maksimal. Pemberian kompensasi dapat meningkatkan prestasi kerja dan motivasi karyawan. Oleh karena itu, perhatian organisasi atau perusahaan terhadap pengaturan  kompensasi secara rasional dan adil sangat diperlukan. Bila karyawan memandang  pemberian  kompensasi tidak memadai, prestasi kerja/kinerja, motivasi maupun ke puasan kerja mereka akan cenderung menurun.

Pada umumnya pemberian kompensasi yang diberikan oleh perusahaan dapat dibedakan dengan 2 macam yaitu finansial maupun nonfinansial. Kompensasi finansial merupakan pemberian gaji/upah dan insentif (komisi dan bonus) yaitu setelah karyawan melakukan tugas dan tanggung jawabnya perusahaan wajib  memberikan kompensasi finansial sebagai kerja keras karyawan tersebut kepada perusahaan.  Berikutnya kompensasi finansial non finansial dapat berupa berbagai  macam fasilitas dan tunjangan. Kompensasi non finansial terdiri atas pekerjaan dan lingkungan kerja, seperti tugas-tugas yang menarik, tantangan baru yang menarik pengakuan, rasa  pencapaian,  kerabat  kerja  yang menyenangkan, lingkungan kerja yang  nyaman dan  sebagainya. Adanya pemberian kompensasi yang sesuai  dengan kinerja karyawan diharapkan bahwa karyawan memiliki komitmen sehingga karyawan tersebut akan meningkatkan kinerjanya demi keberhasilan dan  kemajuan  perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Kepuasan kerja merupakan suatu yang dirasakan oleh individu seseorang dalam masa kerja baik sebagai atasan maupun sebagai karyawan. Kepuasan kerjaa adalah suatu yang merasa senang terhadap apa yang dikerjakan dan akan timbul motivasi untuk melakukan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Kepuasan kerja juga dapat diartikan sebagai semangat atas keberhasilan yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kompensasi dan kepuasan kerja merupakan dua faktor yang berkaitan karena pemberian kompensasi akan membawa dampak bagi kepusan karyawan yang bersangkutan maupun perusahaan dimana dia bekerja. Kompensasi tersebut harus mempunyai keadilan yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pembagian kompensasi kepada karyawan tersebut.

Penelitian ini dilakukan pada Suzuya Di Kota Lhoksumawe. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh pemberian kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang terdiri dari  kompensasi finansial dan non finansial terhadap kepuasan karyawan. Mengingat  pemberian kompensasi finansial dan non finansial sama pentingnya bagi karyawan maka diharapkan pemberian bentuk kompensasi tersebut sama-sama dapat  memberikan dampak yang positif bagi karyawan untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Kompensasi finansial yang diberikan oleh Suzuya terdiri dari  kompensasi langsung dan tidak langsung.

Kompensasi merupakan hak bagi karyawan dan menjadi  tanggung jawab perusahaan untuk memberinya. Kompensasi  langsung  yang diberikan dapat berupa gaji, upah, dan insentif dan pesangon tahunan dan juga berupa THR lebaran. Berdasarkan pengamatan penulis terhadap kompensasi non finansial yang diberikan oleh Suzuya terhadap karyawan berupa pemberian kendaraan untuk dipakai dalam masa kerja pada perusahaan tersebut, pemberian hadiah atau penghargaan kepada karyawan yang memperoleh kinerja yang baik berupa pembelian baju dan sebagainya. Mengamati kedua faktor tersebut, maka sangat sepatutnya penulis melakukan penelitian secara langsung untuk mengetahui kebenaran dari amatan sebelumnya.

Suzuya Beureunuen mempunyai beberapa karyawan yaitu sekitar 40 orang yang bekerja di bidang masing-masing. Adapun bidang yang digeluti oleh karyawan antara lain seperti; pemasaran, servis kendaraan, bongkar ban dan berbagai bidang lainnya termasuk bidang keamanan yang bertugas di malam hari. Selama menjalani masa kerja, para karyawan tidak pernah mengeluh terhadap pemberlakuan dari pada pemilik usaha, baik itu menyangkut pemberian gaji, sistem kerja dan lain-lainnya. Karayawan Suzuya memperoleh gaji dengan berbagai proses pemberian yaitu ada secara harian, bulanan bahkan tahunan, setiap karyawan ada perbedaan dalam tingkatan jabatan kerja tergantung kepercayaan pemilik usaha dan kemampuan karyawan. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis tertarik mengangkat judul penelitian ini tentang “Pengaruh Kompensasi Finansial dan Non Finansial Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
  • Apakah kompensasi finansial dan non finansial berpengaruh secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe?
  • Apakah kompensasi finansial berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe?
  • Apakah kompensasi non finansial berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
  • Untuk mengetahui pengaruh kompensasi finansial dan non finansial secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk mengetahui bagaimaana pengaruh kompensasi finansial terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe.
  • Untuk mengetahui pengaruh non finansial terhadap kepuasan kerja karyawan Suzuya Di Kota Lhoksumawe.
1.4  Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
  • Manfaat teoritis: Sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan atas keputusan-keputusan yang diambil dalam menyelesaikan masalah menyangkut pemberian kompensasi kepada karyawan
  • Manfaat praktis: Dengan melakukan penelitian, diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berguna bagi peneliti untuk dapat berpikir secara analitis dan sistematis di masa yang akan datang. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Jumat, 20 Oktober 2017

Definisi / Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

Definisi / Pengertian Motivasi

Pengertian Motivasi

motivasi merupakan keinginan seseorang melakukan sesuatu akibat dorongan dari diri sendiri maupun dari luar diri pegawai. Selain itu motivasi dapat pula diartikan sebagai dorongan pegawai untuk melakukan tindakan karena mereka ingin melakukannya.
Berikut pendapat para ahli tentang motivasi :

Menurut A. A. Prabu Mangkunegara (2009:93), berpendapat bahwa “Motivasi yaitu kondisi yang menggerakan pegawai agar mampu mencapai tujuan dari motifnya”

Sedangkan Marihot Tua Effendi Hariandja  (2009:320) berpendapat bahwa “Motivasi yaitu sebagai faktor – faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha yang keras atau lemah ”

Menurut Wibowo (2010:379) mengemukakan bahwa “Motivasi merupakan dorongan terhadap serangkaian proses perilaku manusia pada pencapaian tujuan. Sedangkan elemen yang terkandung dalam motivasi meliputi unsur membangkitkan, mengarahkan, menjaga, menunjukkan intesitas, bersifat terus menerus dan adanya tujuan.”

Berdasarkan berbagai pendapat diatas, dapat dikatakan bahwa motivasi timbul dalam diri pegawai atau melalui rangsangan dari luar diri pegawai tersebut. Dalam sebuah organisasi, pemimpin dalam hal ini Kepala Dinas di Diskoperindag dituntut memainkan peran yang lebih dalam memberikan rangsangan dan dorongan agar pegawainya semakin termotivasi dalam menghasilkan output yang memuaskan dan terus berusaha lebih meningkatkan lagi hasil kerjanya.

Teori Motivasi

Marihot Tua Effendi Hariandja  (2009:324), mengemukakan bahwa terdapat lima macam teori motivasi, yaitu sebagai berikut:
a. Teori Motivasi Kebutuhan
Teori ini dikemukakan oleh Abraham A. Maslow yang menyatakan bahwa manusia dimotivasi untuk memuaskan sejumlah kebutuhan yang melekat pada diri setiap manusia yang cenderung bersifat bawaan. Kebutuhan ini terdiri dari lima jenis dan terbentuk dalam suatu hierarki dalam pemenuhan, dalam arti manusia pada dasarnya pertama sekali akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat pertama, kemudian kebutuhan tingkat kedua dan seterusnya, dan pemenuhan semua kebutuhan yang sudah terpenuhi tidak menjadi unsur pemotivasi lagi.
Adapun kebutuhan –  kebutuhan yaitu:
  • Kebutuhan fisik
  • Kebutuhan rasa aman
  • Kebutuhan sosial
  • Kebutuhan pengakuan
  • Kebutuhan aktualisasi diri
b. Teori X dan Y
Teori ini menyatakan bahwa manusia pada dasarnya terdiri dari dua jenis. Pencetusnya McGregor, mengatakan bahwa ada jenis manusia X dan jenis manusia Y yang masing-masing memiliki karakteristik tertentu. Jenis manusia X yaitu manusia yang selalu ingin menghindari pekerjaan bilamana mungkin, sedangkan manusia jenis Y menunjukkan sifat yang senang bekerja yang diibaratkan bahwa bekerja baginya seperti bermain. Kemudian jenis manusia X tidak punya inisiatif dan senang diarahkan, sedangkan jens manusia Y yaitu sebaliknya. Dikaitkan dengan kebutuhan, dikatakan bahwa tipe manusia X bilamana mengacu pada hierarki kebutuhan dari Maslow, memiliki kebutuhan tingkat rendah dibandingkan manusia tipe Y yang memiliki kebutuhan tingkat tinggi.

c. Three Needs Theory
Teori ini dikemukakan oleh David McClelland, yang mengatakan bahwa ada tiga kebutuhan manusia, yaitu:
  • Kebutuhan berprestasi, yaitu keinginan untuk melakukan sesuatu lebih baik dibandingkan sebelumnya.
  • Kebutuhan untuk berkuasa, yaitu kebutuhan untuk lebih kuat, lebih berpengaruh terhadap orang lain.
  • Kebutuhan afiliasi, kebutuhan untuk disukai, mengembangkan, atau memelihara persahabatan dengan orang lain.
d. ERG Theory
Teori ini dikemukakan oleh Clayton Aldefer, yang sebetulnya tidaklah jauh berbeda dengan teori A.Maslow,  yang mengatakan bahwa teori ini merupakan revisi dari teori tersebut. Teori ini mengatakan bahwa ada tiga kelompok kebutuhan manusia, yaitu:
  • Existence berhubungan dengan kebutuhan untuk mempertahankan keberadaan seseorang dalam hidupnya. Dikaitkan dengan penggolongan dari Maslow, ini berkaitan dengan kebutuhan fisik dan keamanan.
  • Relatednees berhubungan dengan kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Dikaitkan dengan penggolongan kebutuhan dari Maslow, ini meliputi kebutuhan social dan pengakuan.
  • Growth berhubungan dengan kebutuhan pengembangan diri, yang identik dengan kebutuhan self-actualization yang dikemukakan oleh Maslow.
  • Menurut teori ini, bila seseorang mengalami hambatan dalam memenuhi kebutuhan tingkat yang lebih tinggi, orang tersebut akan kembali pada kebutuhan yang lebih rendah sebagai kompensasinya,yang disebut frustration regression dimension.
e. Teori Dua Faktor
Teori ini mengatakan bahwa suatu pekerjaan selalu berhubungan dengan dua aspek, yaitu pekerjaan itu sendiri seperti mengajar, merakit sebuah barang,  mengkordinasikan suatu kegiatan, menunggu langganan, membersihkan ruangan – ruangan, dan lain – lain yang disebut job content, dan aspek – aspek yang berkaitan dengan pekerjaan seperti gaji, kebijakan organisasi, supervise, rekan kerja, dan lingkungan kerja disebut job context.
Baca juga: Definisi / Pengertian Penempatan Kerja Menurut Para Ahli

Indikator Motivasi

Menurut Sondang P. Siagian  (2008:138), mengemukakan bahwa “Motivasi yaitu daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk menggerakkan kemampuan dalam membentuk keahlian dan keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya”

Menurut definisi tersebut dapat dikemukakan bahwa indikator motivasi yaitu sebagai berikut :
  • Daya Pendorong
  • Kemauan
  • Kerelaan
  • Membentuk Keahlian
  • Membentuk Keterampilan
  • Tanggung Jawab
  • Kewajiban
  • Tujuan
Daya pendorong yaitu semacam naluri, tetapi hanya suatu dorongan kekuatan yang luas terhadap suatu arah yang umum. Namun, cara-cara yang digunakan dalam mengejar kepuasan terhadap daya pendorong tersebut berbeda bagi tiap individu menurut latar belakang kebudayaan masing-masing.

Kemauan yaitu dorongan untuk melakukan sesuatu karena terstimulasi (ada pengaruh) dari luar diri. Kata ini mengindikasikan ada yang akan dilakukan sebagai reaksi atas tawaran tertentu dari luar.

Kerelaan yaitu suatu bentuk persetujuan atas adannya permintaan orang lain agar dirinnya mengabulkan suatu permintaan tertentu tanpa merasa terpaksa dalam melakukan permintaan tersebut.

Membentuk Keahlian : kemahiran dl suatu ilmu (kepandaian, pekerjaan)

Membentuk keahlian yaitu proses penciptaan atau pengubahan kemahiran seseorang dalam suatu ilmu tertentu.

Membentuk Keterampilan yaitu kemampuan melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapi secara mulus dan sesuai dengan keadaan untuk mencapai hasil tertentu. Keterampilan bukan hanya meliputi gerakan motorik melainkan juga penguasaan fungsi mental yang bersifat kognitif. Konotasinya pun luas sehingga sampai pada mempengaruhi atau mendayagunakan orang lain. Artinya orang yang mampu mendayagunakan orang lain secara tepat juga dianggap sebagai orang terampil.

Tanggung jawab Ridwan Halim (2008:89) mendefinisikan tanggung jawab sebagai suatu akibat lebih lanjut dari pelaksanaan peranan, baik peranan itu merupakan hak maupun kewajiban ataupun kekuasaan. Secara umum tanggung jawab diartikan sebagai kewajiban untuk melakukan sesuatu atau berperilaku menurut cara tertentu.

Kewajiban : Kewajiban yaitu sesuatu yang harus dilaksanakan atas sesuatu yang dibebankan kepadanya. Kewajiban yaitu sesuatu yang harus dilaksanakan atas sesuatu yang dibebankan kepadanya.

Tujuan : arah; haluan (jurusan); (2) yg dituju; maksud; tuntutan (yg dituntut)
Tujuan merupakan pernyataan tentang keadaan yang diinginkan di mana organisasi atau perusahaan bermaksud untuk mewujudkannya dan sebagai pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang di mana organisasi sebagai kolektivitas mencoba untuk menimbulkannya.

Jenis-Jenis Motivasi

Malayu S.P. Hasibuan (2008:150), mengemukakan bahwa terdapat dua jenis motivasi yang digunakan yaitu sebagai berikut :
a. Motivasi Positif ( intensif positif )
Dalam motivasi positif pimpinan memotivasi (merangsang) bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi diatas prestasi standar, dengan motivasi positif ini semangat kerja bawahan akan meningkat. Insentif yang diberikan kepada karyawan diatas standar dapat berupa uang, fasilitas, barang, dan lain-lain.
b. Motivasi Negatif
Dalam motivasi negatif, pimpinan memotivasi dengan memberikan hukuman bagi mereka yang bekerja dibawah standar yang ditentukan. Dengan motivasi negative semangat bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat karena takut dihukum, tetapi untuk jangka waktu yang panjang dapat berakibat kurang baik.

Tujuan Motivasi

Menurut Hasibuan (2007) (2005:125) mengemukakan bahwa motivasi di dalam suatu organisasi mempunyai maksud dan tujuan yang sangat luas dalam rangka pengembangan organisasi tersebut, yaitu sebagai berikut:
  • Meningkatkan gairah dan semangat kerja pegawai atau karyawan.
  • Meningkatkan kepuasan kerja karyawan, yang akhirnya meningkatkan kinerjanya.
  • Meningkatkan produktifitas karyawan
  • Meningkatkan loyalitas dan integritas karyawan
  • Meningkatkan kedisiplinan karyawan
  • Meningkatkan kehadiran kerja karyawan

Proses Motivasi

Malayu S.P. Hasibuan (2006:150), mengemukakan bahwa proses motivasi yaitu sebagai berikut :
a. Tujuan
Dalam proses motivasi perlu ditetapkan terlebih dahulu tujuan organisasi, baru kemudian para karyawan dimotivasi kearah tujuan
b. Mengetahui kepentingan
Hal yang penting dalam komunikasi yang yang baik denghan karyawan dan tidak hanya melihat dari sudut kepentingan pimpinan atau perusahaan.
c. Komunikasi Efektif
Dalam proses motivasi harus dilakukan komunikasi yang yang baik dengan karyawan, Karyawan harus mengetahui apa yang akan diperolehnya dan syarat apa saja yang harus yang dipenuhi secara intensif tersebut diperolehnya.
d. Integrasi Tujuan
Proses motivasi perlu untuk menyatukan tujuan perusahaan dan tujuan kepentingan karyawannya. Dimana tujuan karyawan harus disatukan dan untuk itu penting adanya penyesuaian komunikasi.
e. Fasilitas
Pimpinan penting untuk memberikan bantuan fasilitas kepada organisasi (perusahaan) dan individu karyawan yang akan mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
f. Team Work
Pimpinan harus membentuk  Team Work  yang terkordinir baik yang  bias mencapai tujuan perusahaan. Team Worperusahaan. Team Work  penting karena dalam suatu perusahaan biasanya terdapat banyak bagian

Definisi / Pengertian Penempatan Kerja Menurut Para Ahli

Definisi / Pengertian Penempatan Kerja

Pengertian Penempatan Kerja

Suatu cara dalam menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan andal perlu adanya suatu perencanaan dalam menentukan karyawan yang akan mengisi pekerjaan yang ada dalam perusahaan bersangkutan. Keberhasilan dalam pengadaan tenaga kerja terletak pada ketepatan dalam penempatan karyawan baru maupun karyawan lama pada posisi jabatan baru. Proses penempatan merupakan suatu proses yang sangat menentukan dalam mendapatkan karyawan yang kompeten yang dibutukan perusahaan, karena penempatan yang tepat dalam posisi jabatan yang tepat akan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan. Adapun pengertian penempatan menurut para ahli antara lain :

Menurut B. Siswanto Sastrohadiryo  (2003:138), Mendefinisikan bahwa “Penempatan karyawan yaitu untuk menempatkan karyawan sebagai unsur pelaksana pekerjaan pada posisi yang sesuai dengan kemampuan, kecakapan dan keahliaanya”..

Sedangkan menurut Melayu S.P. Hasibuan (2008:32), Mengemukakan  bahwa “penempatan karyawan yaitu tindak lanjut dari seleksi, yaitu menempatkan calon karyawan yang diterima pada jabatan/pekerjaan yang dibutuhkannya dan sekaligus mendelegasikan authority kepada orang tersebut”.

Kemudian menurut Veithzal Rivai dan Ella jauvani sagala (2009:198) “Penempatan yaitu penugasan kembali seorang karyawan kepada pekerjaan barunya”.

Setiap intansi atau perusahaan harus dapat memilih dan menentukan karyawan yang berkompeten untuk mengisi jabatan yang kosong agar tugas pokok pada jabatan tersebut dapat dilaksanakan. Untuk itu harus diperoleh pekerja yang punya kemampuan sesuai dengan jabatan yang akan menjadi tanggung  jawabnya dengan kata lain calon yang ditempatkan harus punya kompetensi yang diperlukan untuk dapat melaksanakan pekerjaan dalam suatu jabatan secara efektif dan efisien.

Indikator Penempatan Kerja

Dikutip dari Suwatno (2003:129),  dalam melakukan penempatan karyawan hendaknya  mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
  • Pendidikan
  • Pengetahuan kerja
  • Ketrampilan kerja
  • Pengalaman kerja
Pendidikan
Pendidikan yang harus dimiliki oleh seorang karyawan, pendidikan minimum yang disyaratkan meliputi:
  • Pendidikan yang disyaratkan
  • Pendidikan alternatif
Pengetahuan kerja
Pengetahuan yang  harus dimiliki oleh seorang karyawan dengan wajar yaitu pengetahuan kerja ini sebelum ditempatkan dan yang baru diperoleh pada waktu karyawan tersebut bekerja dalam pekerjaan tersebut.

Keterampilan kerja
Kecakapan atau keahlian untuk melakukan suatu pekerjaan yang harus diperoleh dalam praktek, keterampilan kerja ini dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) kategori yaitu:
  • Keterampilan mental, seperti menganalisa data, membuat keputusan dan lain-lain.
  • Keterampilan fisik, seperti membetulkan listrik, mekanik dan lain lain.
  • Keterampilan sosial, seperti mempengaruhi orang lain, mewarkan barang atau jasa dan lain-lain.
Pengalaman kerja
Pengalaman seorang pegawai untuk melakukan pekerjaan tertentu. Pengalaman kerja dapat menjadi bahan pertimbangan untuk :
  • Pekerjaan yang harus ditempatkan
  • Lamanya melakukan pekerjaan
Baca juga: Definisi / Pengertian Prestasi Kerja Menurut Para Ahli

Metode Penempatan Kerja

Pemilihan metode penempatan sangat penting dilaksanakan, agar pelaksanaannya efektif dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Manajer yang cakap akan menerapkan metode yang sesuai dan efektif dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. Penempatan pegawai seperti promosi, transfer, dan demosi hendaknya dilakukan dengan metode yang efektif dan efisien supaya tercapai manfaat yang optimal.

Sebelum mengadakan penempatan pegawai dalam hal ini perlu melihat metode-metode yang harus ditempuh dalam penempatan pegawai. Adapun metode-metode yang harus ditempuh dalam hal ini menurut Sulistiyani & Rosidah (2003:155) yaitu:
  • Menentukan kebutuhan-kebutuhan Sumber Daya Manusia.
  • Mengupayakan persetujuan anggaran untuk mengadakan atau mengisi jabatan-jabatan.
  • Mengmbangkan kriteria penempatan yang valid.
  • Pengadaan (recruitment).
  • Menyiapkan daftar dari para pegawai yang berkualitas.
  • Mengadakan seleksi pegawai.
loading...

Syarat-syarat Penempatan Kerja

Menurut Sulistiyani & Rosidah (2003:152) ada beberapa persyaratan penting yang harus dipenuhi dalam rangka penempatan pegawai, adapun persyaratan yang harus dipenuhi tersebut yaitu sebagai berikut:
  • Informasi analisis jabatan yang memberikan deskripsi jabatan, spesialisasi jabatan dan standar prestasi yang seharusnya ada dalam setiap jabatan tersebut.
  • Rencana-rencana Sumber Daya Manusia yang akan memberikan manajer tentang tersedia tidaknya lowongan pegawai suatu instansi.
  • Keberhasilan fungsi rekrutmen yang akan menjamin manajer bahwa tersedia  sekelompok orang yang akan dipilih.
Dalam rangka menempatkan karyawan yang lulus dalam seleksi yang akan dilaksanakan, maka manajer tersebut harus mempertimbangkan beberapa faktor yang memungkinkan dan berpengaruh terhadap kontinuitas bekerja

Definisi / Pengertian Prestasi Kerja Menurut Para Ahli

Definisi / Pengertian Prestasi Kerja

Pengertian Prestasi Kerja

Istilah prestasi kerja sering kita dengar atau sangat penting bagi sebuah organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuannya. Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia prestasi kerja seorang karyawan dalam sebuah perusahaan sangat dibutuhkan untuk mencapai prestasi kerja bagi karyawan itu sendiri dan juga untuk keberhasilan perusahaan. Prestasi kerja yaitu hasil kerja seseorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan misalnya standard, target/sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama. Prestasi kerja merupakan hasil kerja seseorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan misalnya standard, target/sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama.

Malayu S.P. Hasibuan (2008 : 94), menjelaskan bahwa “Prestasi kerja yaitu suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan dan kesungguhan serta waktu.

Justine Sirait (2006 : 128), menjelaskan bahwa “Prestasi kerja yaitu proses evaluasi atau unjuk kerja pegawai yang dilakukan oleh organisasi. ”

T. Hani Handoko (2007 : 135), dalam mengungkapkan bahwa “Prestasi kerja yaitu suatu hasil kerja yang dicapai organisasi mengevaluasi atau menilai karyawannya”

Dari beberapa pengertian prestasi kerja di atas maka dapat disimpulkan  bahwa prestasi kerja yaitu hasil kerja seseorang berdasarkan beban tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Indikator prestasi kerja

Anwar Prabu Mangkunegara (2009 : 67),  menjelaskan bahwa  “Prestasi kerja yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.”. Dari definisi diatas, indikator prestasi kerja yaitu :
  • Kualitas
  • Kuantitas
  • Pelaksanaan tugas
  • Tanggung jawab
Kualitas
Mutu hasil kerja yang didasarkan pada standar yang ditetapkan. Biasanya diukur melalui ketepatan, ketelitian, ketrampilan, kebersihan hasil kerja.
Kuantitas
Banyaknya hasil kerja sesuai dengan waktu kerja yang ada, yang perlu diperhatikan bukan hasil rutin tetapi seberapa cepat pekerjaan dapat diselesaikan.
Pelaksanaan tugas
Kewajiban karyawan melakukan aktivitas atau kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan yang ditugaskan perusahaan.
Tanggung jawab
Suatu akibat lebih lanjut dari pelaksanaan peranan, baik peranan itu merupakan hak dan kewajiban ataupun kekuasaan.
Baca juga: Pengertian Anggaran Penjualan Menurut Para Ahli

Mengukur dan Mengidentifikasi Prestasi Kerja

Untuk mengetahui tinggi-rendahnya prestasi kerja seseorang, perlu dilakukan penilaian prestasi kerja.
T. Hani Handoko ( 2007 : 135 ) menyatakan bahwa “Penilaian prestasi kerja (performance appraisal) yaitu proses melalui mana organisasiorganisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan. Kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka.”

Sedangkan menurut Mangkunegara ( 2009 : 67 – 69 ) menyatakan bahwa “unsur-unsur yang dinilai dari prestasi kerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, keandalan dan sikap. Kualitas kerja terdiri dari ketepatan, ketelitian, keterampilan, kebersihan. Kuantitas kerja terdiri dari output dan penyelesaian kerja dengan ekstra. Keandalan terdiri dari mengikuti instruksi, inisiatif, kehati-hatian, kerajinan. Sedangkan sikap terdiri dari sikap terhadap perusahaan, karyawan lain dan pekerjaan serta kerjasama. “

Dari pendapat diatas, dapat dijelaskan bahwa Keseluruhan unsur/komponen penilaian prestasi kerja diatas harus ada dalam pelaksanaan penilaian agar hasil penilaian dapat mencerminkan prestasi kerja dari para karyawan.

Pengertian Pemasaran Jasa Menurut Para Ahli

Pengertian Pemasaran Jasa Dalam konsep pemasaran modern telah dikatakan bahwa titik tolak dari kegiatan pemasaran ialah mengetahui kebu...