Jumat, 20 Oktober 2017

Pengaruh Distribusi Barang dan Profesional Karyawan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Toko Asean Kota Beurnuen

Pengaruh Distribusi Barang dan Profesional Karyawan Terhadap Kepuasan Konsumen
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Persaingan dalam dunia bisnis yg semakin ketat, membuat para pengusaha berusaha mencari strategi yg tepat dalam memasarkan produknya. Beberapa faktor  yg membuat pengusaha harus merubah strategi adalah; semakin banyaknya pesaing (perusahaan) baru, merek baru, nilai guna baru, harga yg bersaing dan banyaknya agen/distributor sebagai perantara serta kebutuhan dan keinginan konsumen/pelanggan yg setiap saat berubah. Setiap perusahaan pada umumnya mempunyai tujuan utama yaitu memperoleh laba yg optimal. Apabila hal tersebut sudah tercapai otomatis kelangsungan hidup perusahaan dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan tersebut merupakan tanggung jawab manajer perusahaan melalui pengelolaan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, modal, tenaga kerja dan lain-lain, sehingga biaya dapat ditekan sekecil mungkin, yg mana biaya ini nantinya akan mempengaruhi harga jual.

Menetapkan strategi pemasaran bukanlah hal yg mudah, tetapi harus disertai dengan langkah membuat manajemen pemasaran yg terencana dan terkendali, jadi banyak hal yg harus dipertimbangkan dalam hal menetapkan strategi pemasaran. Suatu pasar tertentu biasanya dilayani oleh beberapa perusahaan sejenis, karena itu perusahaan harus mempunyai kemampuan dalam menghadapi saingan di pasar dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Dengan kata lain perusahaan harus dapat selalu tanggap dengan lingkungannya, baik eksternal maupun internal dalam usaha merebut pangsa pasar. Pendistribusian  barang merupakan suatu struktur yg menggambarkan alternatif saluran yg dipilih dan menggambarkan situasi pemasaran yg berbeda oleh berbagai perusahaan.Hanya dengan mengetahui bahwa suatu produk bermanfaat baginya, sebenarnya belumlah merupakan jaminan bahwa pembeli akan selalu setia pada produk tersebut. Syarat lain yg perlu dipenuhi agar pembeli dapat setia pada produk tersebut adalah setiap saat produk tersebut diperlukan, pembeli dapat memperolehnya dengan mudah ditempat yg diinginkan atau terdekat. Sebab bagaimanapun sempurnanya suatu produk atau jasa, tidak akan berarti apa-apa bila berada jauh dari jangkauan pelanggan.

Perusahaan yg akan menjadi objek penelitian ini toko Asean salah satu perusahaan yg menjual produk grosir, dengan bahasa yg umum digunakan untk masyarakat Beurnuen yaitu toko barang bangunan. Alasan memilih toko Asean sebagai objek penelitian ini mengingat perkembangan toko grosir di Aceh berkembang pesat dan nomor satu di bidang usaha pemasaran yg mengalah usaha-usaha lainya dan toko grosir merupakan usaha yg menerapkan strategi saluran distribusi barang disebabkan banyaknya kebutuhan dan permintaan terhadap barang meterial untuk keperluan pembangunan.

Toko Asean adalah salah satu perusahaan lokal yg berkembang pesat di Beurnuen. Toko Asean tersebut juga telah didukung oleh beberapa faktor, salah satu yg paling mempengaruhi perkembangan usaha grosir khususnya toko Sehati di sebabkan oleh kehadiran rehabilitas dan rekonsilitas menygkut pembangunan perumahan masyarakat yg menggunakan dana otonomi khusus dan dan daerah, sehingga secara tidak langsung perusahan grosir berkembang dan harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain yg mulai melirik usaha di bidang pemasaran grosir. Salah satu strategi yg paling berperan dalam kesuksesan usaha grosir yaitu dangan memberlakukan Discovery Order (DO) artinya berupa dokumen yg berfungsi sebagai surat perintah penyerahan barang kepada pembawa surat tersebut, yg ditujukan kepada bagian yg menyimpan barang (Bagian gudang) milik perusahaan atau bagian gudang. Strategi ini cukup diminati oleh konsumen disebabkan masyarakat atau konsumen yg mayoritas masyarakat Aceh lebih suka mencicil pembayarannya.

Selain itu perusahaan juga harus memperhatikan berbagai faktor penting dalam mengikat konsumen, salah mungkin dangan profesionalisme karyawan dalam melayani konsumen. Alasan perusahaan harus memperhatikan faktor tersebut karena apabila perusahaan memilki karyawan yg bekerja secara profesional maka akan mendapat perhatian khusus dari konsumen perihal keseriusan usaha dalam melayani konsumen baik pelayanan dalam memasarkan produk, sikap dan kehati-hatian karyawan dalam bekerja. Oleh sebab itu, perusahaan khususnya toko Asean harus menetapkan karyawan sesuai dengan keahliannya supaya karyawan bekerja secara profesional dan bisa diharapkan sesuatu yg positif untuk perusahaan. Sesuatu yg dianggap sepele oleh perusahaan bukanlah membuat perusahaan itu maju, melainkan menjadi suatu penghalang yg besar untuk kemajuan perusahaan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang; “Pengaruh Distribusi Barang dan Profesional Karyawan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Toko Asean Kota Beurnuen”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yg telah diuraikan di atas, maka penulis merumuskan permasalahanya sebagai berikut:
  • Apakah pengaruh distribusi barang dan profesional karyawan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada toko Asean Kota Beurnuen?
  • Variabel manakah yg paling dominan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada toko Asean Kota Beurnuen?
1.3 Tujuan penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel yaitu distribusi barang dan profesional karyawan terhadap kepuasan konsumen pada toko Asean Kota Beurnuen?
  • Untuk mengetahui variabel yg paling dominan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada toko Asean Kota Beurnuen?
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1  Manfaat Teoritis
  • Sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya dalam membandingkan teori-teori dalam penelitian ini.
  • Sebagai pustaka untuk para mahasiswa dalam pembelajaran melakukan penelitian tentang pengaruh distribusi barang dan profesional karyawan terhadap kepuasan konsumen.
1.4.2 Manfaat Praktis
  • Sebagai bahan pertimbang perusahaan dalam menggelutin usaha menygkut usaha toko grosir.
  • Sebagai bahan pembelajaran untuk perusahaan dalam mengambil kebijakan perusahaan menygkut strategi-strategi pemasarannya.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Kamis, 19 Oktober 2017

Pengertian Anggaran Penjualan Menurut Para Ahli

Pengertian Anggaran Penjualan

Pengertian Anggaran Penjualan

Sesuai dengan penjelasan penulis sebelumnya, bahwa penulis akan memfokuskan anggaran penafsiran pada anggaran penjualan. Anggara penjualan itu sendiri merupakan anggaran yang terlebihdahuludibuat dari anggarananggaran lainnya, sehingga sering disebut dengan anggaran dasar. Dibawah ini akan diuraikan pengertian anggaran menurut para ahli.

Menurut Munandar (2007:49), memberikan pendapatnya mengenai anggaran penjualan bahwa: “Anggaran penjualan adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang penjualan perusahaan selama periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, harga yang akan dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah) penjualan”.

Sedangkan Nafarin (2013:167), “Anggaran penjualan merupakan dasar penyusunan anggaran lainnya dan umumnya disusun terlebih dahulu sebelum
menyusun anggaran lainnya. Oleh karena itu, anggaran penjualan sering disebut anggaran kunci”.

Dari dua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran penjualan merupakan suatu rumusan rencana terperinci tentang penjualan dimasa yang akan datang

Pengertian Rasio Keuangan Menurut Para Ahli

Pengertian Rasio Keuangan Menurut Para Ahli

Pengertian Rasio Keuangan

Dalam mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan dan kinerjanya, analis keuangan perlu melakukan pemeriksaan atas berbagai aspek kesehatan keuangan perusahaan. Dengan menggunakan alat analisis laporan keuangan, terutama bagi pemilik usaha dan manajemen, dapat diketahui berbagai hal yang berkaitan dengan keuangan dan kemajuan perusahaan. Alat yang sering digunakan selama pemeriksaan adalah rasio keuangan.

Menurut Horne (2009:202) rasio keuangan (financial ratio) didefiniskan sebagai:“Sebuah indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan di dapat dengan membagi satu angka dengan angka lainnya.”

Nafarin (2009:772) menyatakan bahwa “Rasio keuangan (financial ratio) adalah rasio yang membandingkan secara vertikal maupun horizontal dari pos yang terdapat dalam laporan keuangan yang dapat dinyatakan dalam persentase, kali, dan absolut.”

Jadi rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antarkomponen yang ada di antara laporan keuangan.

Rasio profitabilitas

Menurut Irham Fahmi (2015:135), mengatakan bahwa rasio profitabilitas adalah :“Rasio yang mengukur efektivitas secara keseluruhan yang ditunjukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi.”

Rasio profitabilitas menurut Kasmir (2010:196) merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini dapat dilakukan dengan membandingkan berbagai komponen yang ada di laporan keuangan, terutama neraca dan laporan laba rugi. Tujuannya untuk melihat perkembangan perusahaan dalam rentang waktu tertentu, baik penurunan atau kenaikan.

Sedangkan menurut Sofyan Safri Harahap (2011:304), mendefinisikan rasio profitabilitas adalah “Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya.”

Definisi / Pengertian Kinerja Keuangan Menurut Para Ahli

Definisi / Pengertian Kinerja Keuangan Menurut Para Ahli

Pengertian Kinerja Keuangan 

Untuk memutuskan suatu badan usaha atau perusahaan memiliki kualitas yang baik, maka ada dua penilaian yang paling dominan yang dapat dijadikan acuan untuk melihat badan usaha/perusahaan tersebut telah menalankan suatu kaidah-kaidah manajemen yang baik. Penilaian ini dapat dilakukan dengan melihat sisi kinerja keuangan (financial performance) dan kinerja non keuangan (non financial performance). Kinerja melihat pada laporan keuangan yang dimiliki oleh perusahaan / badan usaha yang bersangkutan dan itu tercermin dari informasi yang diperoleh pada balancesheet (neraca), income statement (laporan laba rugi), dan cash flow statement (laporan arus kas) serta hal-hal lain yang turut mendukung sebagai penguat penilaian financial performance tersebut.

Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melakasanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan kauangan secara baik dan benar, seperti dengan membuat suatu laporan keuangan yang telah memenuhi standard an ketentuan dalam SAK (Standar Akuntansi Keuangan) atau GAAP (General Acepted Accounting Frinciple) dan lainnya (Fahmi, 2015:239).

Istilah kinerja kerap dihubungkan dengan kondisi keuangan perusahaan. Kinerja dapat diartikan sebagai prestasi yang dicapai perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan tersebut (Sukhemi, 2007:23).

Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas (Jumingan, 2006:241).

Menurut Sucipto (2006:73), pengertian kinerja keuangan yakni penentuan ukuran - ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan dalam menghasilkan laba. Sementara itu menurut IAI (2007:90), dikemukakan bahwa kinerja keuangan adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan sumberdaya yang dimilikinya.

Menurut Mulyadi (2007:2) menguraikan pengertian kinerja keuangan ialah penentuan secara periodik efektifitas operasional suatu organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang ditetapkan sebelumnya”.

Pendapat serupa dikemukakan oleh Sawir (2005:1) yang menyatakan bahwa kinerja keuangan merupakan kondisi yang mencerminkan keadaan keuangan suatu perusahaan berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang ditetapkan.

Dari sejumlah pengertian kinerja keuangan di atas, dapat diambil kesimpulan sederhana bahwa kinerja keuangan merupakan pencapaian prestasi perusahaan pada suatu periode yang menggambarkan kondisi kesehatan keuangan perusahaan dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas

Tahap-Tahap Dalam Menganalisis Kinerja Keuangan

Penilaian Kinerja setiap perusahaan berbeda-beda karena itu tergantung kepada ruang lingkup bisnis yang dijalankannya. Jika perusahaan tersebut bergerak pada sector bisnis pertambangan maka itu berbeda dengan perusahaan yang bergerak pada pertanian serta perikanan, maka begitu juga pada perusahaan dengan sektor keuangan seperti perbankan yang jelas memiliki ruang lingkup bisnis berbeda dengan ruang lingkup bisnis lainnya, karena seperti kita ketahui perbankan adalah mediasi yang menghubungkan mereka yang memiliki kelebihan dana (Surplus Financial) dengan mereka yang memiliki kekurangan dana (Deficit Financial), dan Bank bertugas untuk menjembatani keduanya (Fahmi, 2015:239).

Begitu juga juga dengan perusahaan bidang pertambangan yang memiliki produk berbeda dan manajemen berbeda juga dengan perusahaan lainnya. Perusahaan bidang pertambangan sangat tergantung pada kondisi natural resource  yang akan dieksploitasi dan juga berapa kapasitas kandungan tambang yang tersedia. Dan begitu pula pada berbagai jenis perusahaan lainnya.

Menurut Fahmi (2015:239) ada 5 (lima) tahap dalam menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan secara umum, yaitu:
a. Melakukan review terhadap data laporan keuangan.
Review di sini dilakukan dengan tujuan agar laporan keuangan yang sudah dibuat tersebut sesuai dengan  penerapan  kaidah-kaidah yang berlaku umum  dalam dunia akuntansi, sehingga dengan demikian hasil laporan  keuangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

b. Melakukan perhitungan.
Penerapan metode perhitungan di sini adalah diseuaikan dengan kondisi dan permasalahan yang sedang dilakukan sehinggan hasil dari perhitungan tersebut akan memberikan suatu kesimpulan sesuai dengan analisis yang diinginkan.

c. Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh.
Dari hasil perhitungan yang sudah diperoleh tersebut kemudian dilakukan perbandingan dengan hasil hitungan dari berbagai perusahaan lainnya. Metode yang paling umum dipergunakan untuk melakukan perbandingan ini ada dua, yaitu.

  • Time Series analysis, yaitu untuk membandingkan secara antar waktu atau antar periode, dengan tujuan itu nantinya akan terlihat secara grafik.
  • Cross Sectional Approach, yaitu melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan hasil rasio yang telah dilakukan antara suatu perusahaan dan perusahaan lainnya dalam ruang lingkup yang sejenis yang dilakukan secara bersamaan.

d. Melakukan penafsiran (interpretation) terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan.
Pada tahap ini analisis melihat kinerja keuangan perusahaan adalah setelah dilakukan ketiga tahap tersebut selanjutnya dilakukan penafsiran untuk melihat apa-apa saja permasalahan dan kendala-kendala yang dialamin oleh perbankan tersebut.
e. Mencari dan memberikan pemecahan masalah (Solution) terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan.

Pada tahap terakhir ini setelah ditemukan berbagai permasalahan yang dihadapi maka dicarikan solusi guna memberikan suatu imput atau masukan agar apa yang menjadi kendala dan hambatan selama ini dapat terselesaikan

Pengertian Anggaran Biaya Operasional Menurut Para Ahli

Pengertian Anggaran Biaya Operasional Menurut Para Ahli
Pengertian Anggaran Biaya Operasional Menurut Para Ahli

Pengertian Anggaran Biaya Operasional Menurut Para Ahli - Anggaran biaya operasional adalah anggaran atau taksiran semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan selama kegiatan operasi perusahaan dalam jangka waktu satu tahun periode akuntansi. Anggaran atau budget merupakan rencana yang dituangkan dalam angka yang akan dicapai perusahaan di masa yang akan datang. Anggaran di buat dan di susun secara berulang-ulang atau secara kontiniu oleh perusahaan. Anggaran dapat di gunakan sebagai peralatan pengawasan yang sangat luas di gunakan baik dalam hal bisnis maupun dalam pemerintah. Dalam anggaran tersebut di buat ikhtisar hasil yang akan  di harapkan dan pengeluaran yang disediakan untuk mencapai hal tersebut. Defenisi dari anggaran itu sendiri menurut para ahli adalah sebagai berikut:

Menurut Mulyadi (2006:144) Anggaran  rencana yang terorganisasi dan menyeluruh, dinyatakan dalam unit moneter untuk operasi dan sumber daya suatu perusahaan selama periode tertentu di masa yang akan datang.

Menurut Adisaputro dan Asri (2007:6) memberikan rumusan pengertian anggaran sebagai berikut: “Anggaran merupakan suatu pendekatan yang formal dan sistematis daripada pelaksanaan manajemen dalam perencanaan, koordinasi dan pengawasan, artinya bahwa anggaran di susun dengan sengaja dan sungguh – sungguh dalam bentuk tertulis dan di susun dengan urutan dan berdasarkan suatu logika”.

Kemudian Nafarin (2007:12) mendefenisikan Anggaran adalah suatu rencana periodik yang di susun berdasarkan  program yang telah disahkan. Anggaran (budget) merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan dalam satuan uang.

Berdasarkan kutipan di atas dapat  di rumuskan bahwa anggaran adalah rencana kerja yang sistematis yang tertulis mengenai kegiatan perusahaan yang di susun melalui analisa yang cermat berdasarkan periode sebelumnya yang dimiliki dalam satuan uang dan dijabarkan dalam bentuk angka-angka yang merupakan perencanaan yang di susun dalam jangka waktu tertentu.

Penyusunan anggaran biaya operasional yang lazim terjadi pada suatu perusahaan adalah mencakup anggaran berikut:
  1. Anggaran Biaya Tetap (fixed Cost Budgeting), ialah anggaran biaya yang besar kecilnya tidak dipengaruhi oleh perubahan aktivitas perusahaan. ini berarti jika terjadi peningkatan atau penurunan aktivitas perusahaan, maka biaya tetap tidak mengalami perubahan. Yang termasuk biaya tetap antara lain penyusutan, pajak, asuransi, dan gaji karyawan (yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi).
  2. Anggaran Biaya Variabel (Variable Cost Budgeting), ialah anggaran biaya yang jumlahnya berubah-ubah secara proporsional dengan berubahnya volume produksi. Artinya jika terjadi peningkatan volume produksi maka biaya variabel akan mengalami peningkatan, begitu pula sebaliknya. Yang termasuk biaya variabel antara lain bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, listrik untuk kegiatan produksi. 
  3. Anggaran Biaya Semi-Variabel, ialah anggaran biaya yang sebagian mempunyai sifat tetap yang besar kecilnya tidak dipengaruhi oleh aktivitas perusahaan dan sebagian lagi mempunyai sifat variabel yang besar kecilnya dipengaruhi oleh perubahan aktivitas perusahaan.
  4. Yang termasuk biaya semi-variabel antara lain insentif, pemeliharaan mesin dan lain-lain. 

Tujuan dan Manfaat Anggaran

Tujuan dan Manfaat Anggaran

Tujuan dan Manfaat Anggaran

Tujuan Anggaran

Anggaran diperlukan karena ada tujuan dan manfaatnya. Tujuan dan manfaat anggaran dapat dijelaskan seperti berikut ini (Hansen & Mowen, 2005:352):
  1. Bertujuan untuk menyatakan harapan/sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga dapat menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.
  2. Bertujuan untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait sehingga anggaran dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.
  3. Bertujuan untuk menyediakan rencana terinci mengenai kegiatan dengan maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok dalam upaya mencapai suatu tujuan perusahaan.
  4. Bertujuan untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan sebuah sumber daya.
  5. Bertujuan untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok, serta menyediakan sebuah informasi yang mendasari perlu-tidaknya tindakan koreksi.

Manfaat Anggaran 

Dengan  penyusunan anggaran usaha-usaha perusahaan akan lebih banyak berhasil apabila ditunjang oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan yang terarah dan dibantu oleh perencanaan-perencanaan yang matang. Perusahaan yang berkecenderungan memandang ke depan, akan selalu memikirkan apa yang mungkin dilakukannya pada masa yang akan dating. Sehingga dalam pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan ini tinggal berpegangan pada semua rencana yang telah disusun sebelumnya. Di mana, bagaimana, mengapa, kapan, adalah pertanyaan-pertanyaan yang selalu mereka kembangkan dalam kegiatan sehari-hari. Apabila pada suatu kesempatan hal ini ditanyakan kepada seorang General Manager yang sukses, maka sering didapatkan jawaban bahwa ide-ide untuk kegiatan pada waktu mendatang pada umumnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas. Dalam perusahaan-perusahaan manufatktur ( pabrik) kegiatan akan dilakukan dengan lebih efisien  dan tingkat keuntungan akan lebih besar apabila management memperhatikan rencana untuk aktivitas-aktivitasnya di masa depan.

Karena itu Heckerts, dkk (2006:89) mengatakan bahwa manfaat utama daripada business budgeting adalah dapat ditentukannya kegiatan-kegiatan yang paling profitable yang akan dilakukan.

Sedangkan manfaat lain menurut Nafarin (2007:19) adalah membantu manajer dalam mengelola perusahaan. Manajer harus mengambil keputusan-keputusan yang paling menguntungkan perusahaan, seperti memilih barang-barang atau jasa yang akan diproduksi dan dijual, memilih/menseleksi langganan, menentukan tingkat harga, metode-metode produksi, metode-metode distribusi, termin penjualan. Budgeting mempunyai manfaat yang pada dasarnya sama, yakni dalam hal perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.

a. Dalam bidang perencanaan
  1. Mendasarkan kegiatan-kegiatan pada penyelidikan-penyelidikan studi dan penelitian-penelitian. Budget bermanfaat untuk membantu manajer meneliti, mempelari masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilakukan. Dengan kata lain, sebelum merencanakan kegiatan, manajer mengadakan penelitian dan pengamatan-pengamatan terlebih dahulu. Kebiasaan membuat rencana-rencana akan menguntungkan semua kegiatan.Terutama kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan financial, tingkat persediaan, fasilitas-fasilitas produksi, pembelian, pengiklanan, penjualan , sales promotion, pengembangan produk, expansi dan lain-lain.
  2. Mengerahkan seluruh tenaga dalam perusahaan dalam menentukan arah/kegiatan yang paling menguntungkan. Budget yang disusun untuk waktu panjang, akan sangat membantu dalam mengerahkan secara tepat tenaga-tenaga kepala bagian, salesman, kepala cabang dan semua tenaga operasional.
  3. Untuk membantu atau menunjang kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan
  4. Menentukan tujuan-tujuan perusahaan. Manajemen yang dapat menentukan tujuannya secara jelas dan logis ( dapat dilaksanakan) adalah manajemen yang akan berhasil. Penentuan tujuan ini dibatasi oleh beberapa faktor. Budget dapat membantu manajemen dalam memilih : mana tujuan yang dapat dilaksanakan dan mana yang tidak.
  5. Membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia. Seorang majikan yang baik tidak akan pernah mengabaikan atau tidak mempedulikan kesejahteraan pegawainya. Perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang baik akan mengakibatkan dapat dihindarkannya kelebihan dan kekurangan tenaga kerja. Tanpa rencana tentang kebutuhan tenaga kerja, mengakibatkan terpaksa diberhentikannya sebagian buruh yang berlebihan. Bila terus menerus berlangsung hal ini akan mengakinatkan tidak stabilnya tingkat employment
  6. Mengakibatkan pemakaian alat-alat fisik secara lebih efektif. Dengan disusunnya perencanaan yang terperinci, dapat dihindarkan biaya-biaya yang timbul karena kapasitas yang berlebihan. Pemakaian alat-alat fisik yang efektif dan ekonomis akan membantu/menyokong tujuan akhir perusahaan yaitu keuntungan yang maksimum.
b. Dalam bidang koordinasi
  1. Membantu mengkoordinasikan faktor manusia dengan perusahaan. Dalam beberapa situasi mungkin faktor hubungan manusia dengan perusahaan ini adalah yang terpenting. Seringkali terjadi kasus di mana manajer tidak tahu apa yang akan dilakukannya di tahun-tahun mendatang. Akibatnya kadang-kadang manajer frustasi dan merasa makin lama semakin tidak mampu mengatasinya. Penyusunan rencana yang terperinci membantu manajer mengatasi masalah itu, sehingga ia kembali merasa adanya hubungan antara kemampuannya dengan perusahaan yang dipimpinnya.
  2. Menghubungkan aktivitas perusahaan dengan trend dalam dunia usaha. Dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan tampak bahwa trend keuntungan yang didapat oleh perusahaan tergantung juga kepada keadaan dunia usaha pada umumnya. Karena itu dengan disusunnya budget, dapat dinilai apakah rencana ter sebut sesuai denagn keadaan dunia usaha yang akan dihadapi.
  3. Menempatkan penggunaan modal pada saluran-saluran yang menguntungkan, dalam arti seimbang dengan program-program perusahaan. Sebelum membelanjakan uangnya, perusahaan harus mempelajari terlebih dahulu saluran-saluran mana yang paling menguntungkan atau yang paling sesuai dengan program perusahaan. Sebagian dana digunakan untuk peralatan dan persediaan barang, sedangkan bagian yang lain dipergunakan untuk promosi dan biaya penjualan lain. Kedua bagian tersebut harus seimbang . Tanpa perencanaan yang baik mungkin saja terjadi persediaan barang terlalu jauh di atas kemampuan penjualan atau  produksi.
  4. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam organisasi. Setelah rencana yang baik disusun dan kemudian dijalankan. Kelemahan-kelemahan dapat dilihat untuk kemudian diperbaiki.
c. Dalam  bidang pengawasan
  1. Untuk mengawasi kegiatan-kegiatan dan pengeluaran-pengeluaran. Tujuan utama dari perencanaan adalah memilih kegiatan yang paling menguntungkan. Kegiatan tersebut tidak hanya direncanakan saja, tetapi di dalam peleksanaannya harus diadakan pengawasan agar betul-betul seperti yang direncanakan. Beberapa kegiatan dan pengeluaran sangat perlu diawasi. Misalnya : kegiatan promosi penjualan, kadang-kadang mengeluarkan terlalu banyak biaya tanpa menghasilkan kenaikan penjualan yang sepadan. Atau kegiatan produksi yang terlalu jauh menyimpang dari rencana sehingga harga pokok per unit produk demikian tinggi.
  2. Untuk pencegahan secara umum pemborosan-pemborosan, sebetulnya ini adalah tujuan yang paling umum daripada penyusunan budget. Kontrol terhadap pelaksanaan diharapkan dapat mengurangi pemborosan-pemborosan.
Dengan melihat uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa manfaat penyusunan anggaran adalah sebagai berikut:
  1. Adanya perencanaan terpadu. Anggaran perusahaan dapat digunakan sebagi alat untuk merumuskan rencana perusahaan dan untuk menjalankan pengendalian terhadap berbagai kegiatan perusahaan secara menyeluruh. Dengan demikian, anggaran merupakan suatu alat manajemen yang dapat digunakan baik untuk keperluan perencanaan maupun pengendalian.
  2. Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan. Anggaran dapat memberikan pedoman yang berguna baik bagi manajemen puncak maupun manajemen menengah. Anggaran yang disusun dengan baik akan membuat bawahan menyadari bahwa manajemen memiliki pemahaman yang baik tentang operasi perusahaan dan bawahan akan mendapatkan pedoman yang jelas dalam melaksanakan tugasnya. Disamping itu, penyusunan anggaran memungkinkan perusahaan untuk mengantisipasi perunahan dalam lingkungan dan melakukan penyesuaian sehingga kinerja perusahaan dapat lebih baik.
  3. Sebagai alat pengkoordinasian kerja. Penganggaran dapat memperbaiki koordinasi kerja intern perusahaan. Sistem anggaran memberikan ilustrasi operasi perusahaan secara keseluruhan. oleh karenanya system anggaran memungkinkan para manajer divisi untuk melihat hubungan antarbagian (divisi)
  4. Sebagai alat pengawasan kerja. Anggaran memerlukan serangkaian standar prestasi atau target yang bisa dibandingkan dengan realisasinya sehingga pelaksanaan setiap aktivitas dapat dinilai kinerjanya. Dalam menentukan standar acuan, diperlukan pemahaman yang realistis dan analisis yang saksama terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Penentuan standar yang sembarangan tanpa didasari oleh pengetahuan dapat menimbulkan lebih banyak masalah daripada manfaat. Hal ini mengingat standar dalam anggaran yang ditetapkan secara sembarangan tersebut mungkin merupakan target yang mustahil untuk dicapai karena terlalu tinggi atau terlalu rendah. Standar yang ditetapkan terlalu tinggi akan menimbulkan frustasi atau ketidakpuasan. sebaliknya penetapan standar yang terlalu rendah akan menjadikan biaya menjadi tidak terkendalikan, menurunkan laba dan semangat kerja.
  5. Sebagai alat evaluasi kegiatan perusahaan. Anggaran yang disusun dengan baik menerapkan standar yang relevan akan memberikan pedoman bagi perbaikan operasi perusahaan dalam menentukan langkah-langkah yang harus ditempuh agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan cara yang baik, artinya menggunakan sumber-sumber daya perusahaan yang dianggap paling menguntungkan. Terhadap penyimpangan yang mungkin terjadi dalam operasionalnya perlu dilakukan evaluasi yang dapat menjadi masukan berharga bagi penyusunan anggaran selanjutnya.

Fungsi dan Jenis-Jenis Anggaran

Fungsi dan Jenis-Jenis Anggaran

Fungsi dan Jenis-Jenis Anggaran

Fungsi Anggaran

Menurut E.Rohadi,SE (2008:40) menyatakan fungsi anggaran adalah Peranan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang telah ditetapkan.

1. Perencanaan
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan dasar pelaksanaan fungsifungsimanajemen lainnya.

Winardi memberikan pengertian mengenai perencanaan sebagai berikut: "Perencanaan meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktifitas-aktifitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai basil yang diinginkan".

Dari kutipan di atas disimpulkan bahwa sebelum perusahaan melakukan operasinya, pimpinan dari perusahaan tersebut harus lebih dahulu merumuskan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilaksanakan di masa datang dan hasil yang akan dicapai dari kegiatan-kegiatan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya. Dengan adanya rencana tersebut, maka aktifitas akan dapat terlaksana dengan baik.

2. Pengawasan
Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana yang telah disusun sebelurnnya dapat dicapai.Dengan demikian pengawasan adalah mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan apabila perlu.Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara prestasi dengan yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan. Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi mencegah dan nemperbaiki kesalahan. Sering terjadi fungsi pengawasan itu disalah artikan yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas suatu kesalahan yang dibuat pada hal tujuan pengawasan itu untuk menjamin tercapainya tujuan dan rencana perusahaan.

3. Koordinasi
Fungsi koordinasi menuntut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian dalam fungsi koordinasi dapat dikatakan untuk menciptakan adanya koordinasi diperlukan perencanaan yang baik, yang dapat menunjukkan keselarasan rencana antara satu bagian dengan bagian lainnya. Anggaran yang berfungsi sebagai perencanaan harus dapat menyesuaikan rencana yang dibuat untuk berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga rencana kegiatan yang satu akan selaras dengan lainnya. Untuk itu anggaran dapat dipakai sebagai alat koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena semua kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya sudah diatur baik.

4. Pedoman Kerja
Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan dinyatakan dalam unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran berdasarkan pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan datang, maka ini dapat menjadi pedoman kerja bagi setiap bagian dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatannya. Tujuan yang paling utama dari anggaran adalah untuk pengawasan luar, yaitu untuk membatasi sumber-sumber daya keseluruhan yang tersedia untuk suatu instansi atau perusahaan dan untuk mencegah pengeluaran-pengeluaran bagi hal-hal atau aktivitas-aktivitas yang tidak dibenarkan adanya oleh undang-undang.
  • Untuk memberikan arah atas kegiatan atau aktivitas yang akan dikerjakan sehingga kegiatan yang dilakukan akan menjadi terarah kepada tujuan yang dikehendaki.
  • Sebagai alat koordinasi antar bagian yang melaksanakan kegiatan,anggaran dapat mengharmoniskan atau mensinkronkan antar bagian yang ada didalam organisasi.
  • Dapat untuk membatasi kegiatan atau aktivitas hanya pada yang penting dan perlu.
Dapat dijadikan alat pengawasan organisasi dengan adanya anggaran maka setiap penyimpangan yang ada akan lebih mudah diukur sehingga berbagai tindakan perbaikan dapat diambil,penggunaanmetode,alat dan tenaga kerja akan semakin efektif dan efisien sehingga kinerja organisasi akan semakin baik dan terarah sesuai dengan prinsip efektivitas dan efisiensi dan memaksa semua pihak yang ada didalam organisasi baik dari pimpinanpuncak sampai kepada tenaga pelaksana untuk sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh anggaran.

Jenis-Jenis Anggaran

Paket anggaran yang lengkap dalam suatu perusahaan terdiri atas beberapa jenis anggaran. Paket anggaran yang lengkap dinamakan anggaran induk atau anggaran master. Anggaran induk atau anggaran master adalah suatu jaringan kerja yang berisi berbagai macam anggaran yang terpisahkan tetapi saling berhubungan atau saling tergantung (Supriyono, 2007:45). Menurut Supriyono anggaran induk sendiri ada 3 macam antara lain sebagai berikut:

1. Anggaran Operasi
Anggaran ini menunjukan rencana tentang operasi atau kegiatan yang akan dilakukan perusahaan dimasa yang akan datang.

2. Anggaran Kas
Anggaran yang menunjukan perkiraan sumber dan penggunaan kas di tahun anggaran.

3. Anggaran Pengeluaran Modal
Anggaran yang berisi rencana investasi pada tahun anggaran.  Berbagai anggaran yang terpisahkan, dikembangkan dan diintegrasikan untuk membentuk anggaran induk. Anggaran induk biasanya disusun untuk jangka waktu satu tahun. Berbagai anggaran yang membentuk anggaran induk satu anggaran master terdiri atas:
  1. Anggaran Penjualan
  2. Anggaran Persediaan
  3. Anggaran Produksi
  4. Anggaran Biaya Bahan Baku
  5. Angaran Biaya Tenaga Kerja Langsung
  6. Anggaran Biaya Overhead Pabrik
  7. Anggaran Harga Pokok Penjualan dan Harga Pokok produksi
  8. Anggaran Kas
  9. Anggaran Biaya Non Produksi
  10. Anggaran Laba Rugi
  11. Anggaran Neraca

Pengertian Pemasaran Jasa Menurut Para Ahli

Pengertian Pemasaran Jasa Dalam konsep pemasaran modern telah dikatakan bahwa titik tolak dari kegiatan pemasaran ialah mengetahui kebu...