Senin, 16 Oktober 2017

Definisi / Pengertian Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian Kepuasan Kerja

Konsep Kepuasan Kerja

Dalam organisasi industri, dikenal berbagai sumber daya yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan organisasi seperti manusia atau tenaga kerja, material, mesin, metode, uang dan pasar. Sebelum ilmu pengetahuan maupun teknologi berkembang dengan pesat, terutama manajemen, para pekerja dipandang sebagai alat produksi semata. Namun akhir-akhir ini, pekerja telah dipandang sebagai sumber daya yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus serta mendalam. Bagaimanapun baiknya organisasi, lengkapnya sarana dan fasilitas kerja, semuanya tidak akan mempunyai arti tanpa adanya manusia yang mengatur, menggunakan dan memeliharanya. Oleh karena itu, kalangan bisnis memasukan ”departemen personalia” dalam organisasi mereka (Dessler, 2006:10).

Organisasi sebagai wadah bagi sumber daya manusia, terbentuk karena adanya koordinasi dari sejumlah kegiatan manusia. Organisasi perusahaan terdiri dari kelompok-kelompok tenaga kerja yang bekerja saling berinteraksi dalam suatu struktur tertentu. Interaksi antar kelompok-kelompok kerja ini adalah untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam organisasi perusahaan, tidak semua pekerja atau karyawan bekerja secara optimal. Hal ini tampak bahwa tidak semua karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik seperti yang diharapkan oleh perusahaan. Sikap karyawan yang berkaitan dengan kepuasan kerja dan komitmen organisasi merupakan fokus utama manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan (Luthan, 2006:243).

Kondisi kepuasan kerja yang rendah dapat menyebabkan karyawan bosan dengan tugas-tugasnya, cepat atau lambat tidak dapat diandalkan, menjadi mangkir serta prestasi kerjanya buruk. Apabila karyawan merasa tidak puas, konsekuensinya, karyawan akan berpikir untuk berhenti bekerja, mengevaluasi perlunya mencari pekerjaan baru dan mengevalusi kerugian-kerugian apabila berhenti dari pekerjaan, berniat untuk mencari alternatif pekerjaan lain, sampai pada akhirnya mengambil tindakan untuk berhenti dari pekerjaan mereka (Hasibuan, 2009:2002).

Sebaliknya, apabila karyawan memperoleh kepuasan kerja maka akan mempengaruhi kondisi kerja yang positif dan dinamis. Kondisi kerja yang dinamis ditunjukkan pada pekerjaan yang memberi kesempatan bagi individu untuk berpikir kreatif, mempunyai kebebasan dalam bekerja dan mempunyai kontrol terhadap pekerjaannya. Salah satu hal yang menjadi indikator rendahnya kepuasan kerja adalah kemangkiran. Karyawan yang tidak puas besar kemungkinannya untuk tidak masuk kerja. Perilaku terlambat datang ketempat kerja dan tidak masuk kerja dianggap sebagai perilaku yang tidak efisien bagi perusahaan, hal ini tentu aja menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus senantiasa mempunyai perhatian terhadap karyawan yang dimilikinya (Hasibuan, 2003:2002).

Pengertian Kepuasan Kerja

Lock (dalam Luthans, 2006:243) menjelaskan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu ungkapan emosional yang bersifat positif atau menyenangkan sebagai hasil dari penilaian terhadap suatu pekerjaan atau pengalaman kerja.

Menurut Robbins (1996) dalam Sopiah (2008:170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang karyawan terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja dirasakan karyawan setelah karyawan tersebut membandingkan antara apa yang dia harapkan akan dia peroleh dari hasil kerjanya dengan apa yang sebenarnya dia peroleh dari hasil kerjanya (Sopiah, 2008: 171).

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah suatu keadaan perasaan yang menyenangkan atas pekerjaannya yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Pada equity theory yang dikemukakan oleh Adam (1963) dalam Sopiah (2008: 172) yang menyatakan bahwa karyawan atau individu akan merasa puas terhadap aspek-aspek khusus dari pekerjaan mereka. Aspek-aspek pekerjaan yang dimaksud, misalnya gaji/ upah, rekan kerja dan supervisi. Individu atau karyawan akan merasa puas bila jumlah aspek yang sebenarnya atau sesungguhnya dia terima sesuai dengan yang seharusnya dia terima. Equty theory ini membantu untuk memahami bagaimana seorang pegawai mencapai kesimpulan bahwa ia diperlakukan dengan adil atau tidak adil. Perasaan bahwa ia diperlakukan adil dan tidak adil merupakan pemikiran subyektif tentang apa yang telah ia berikan kepada pegawainya dan apa yang ia peroleh dari pegawainya itu. Perasaan subyektif inilah yang akhirnya akan mempengaruhi kepuasan kerja. Untuk itu pimpinan harus mengetahui bahwa bawahan membandingkan imbalan mereka,
hukuman, tugas-tugas serta dimensi lain dari pegawai terhadap pegawai lain (Sulistiyani dan Rosidah, 2003: 192).

Pimpinan harus senantiasa memonitor kepuasan kerja, karena hal itu mempengaruhi tingkat absensi, perputaran tenaga kerja, semangat kerja, keluhan-keluhan dan masalah-masalah lainnya.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan merupakan ungkapan emosional karyawan sebagai hasil perbandingan antara penghargaan yang diterima karyawan dengan harapan karyawan atas pekerjaan yang dilakukan.

Definisi / Pengertian Kinerja Menurut Para Ahli

Definisi / Pengertian Kinerja Menurut Para Ahli

Pengertian Kinerja

Pengertian Kinerja merupakan suatu hasil kerja yang dihasilkan oleh seorang pegawai diartikan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun pendapat para ahli mengenai pengertian kinerja, sebagai berikut :

Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2009:67) mengemukakan bahwa:”Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”

Menurut Sedarmayanti (2011:260) mengungkapkan bahwa :“Kinerja merupakan terjemahan dari performance yang berarti Hasil kerja seorang pekerja, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukkan buktinya secara konkrit dan dapat diukur (dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan).”

Menurut Wibowo (2010 : 7) mengemukakan bahwa :“Kinerja merupakan tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut.”

Soekidjo Notoatmodjo (2009:124) mengemukakan bahwa: “Kinerja merupakan apa yang dapat dikerjakan oleh seseorang sesuai dengan tugas dan fungsinya.”

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat dikemukakan bahwa kinerja merupakan suatu hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai sesuai dengan standar dan kriteria yang telah ditetapkan dalam kurun waktu tertentu.

Indikator Kinerja

Anwar Prabu Mangkunegara (2009 : 75) mengemukakan bahwa indikator kinerja, yaitu sebagai berikut:
  1. Kualitas: Kualitas kerja merupakan seberapa baik seorang karyawan mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan.
  2. Kuantitas: Kuantitas kerja merupakan seberapa lama seorang pegawai bekerja dalam satu harinya. Kuantitas kerja ini dapat dilihat dari kecepatan kerja setiap pegawai itu masing-masing.
  3. Pelaksanaan tugas: Pelaksanaan Tugas merupakan seberapa jauh karyawan mampu melakukan pekerjaannya dengan akurat atau tidak ada kesalahan.
  4. Tanggung Jawab: Tanggung jawab terhadap pekerjaan merupakan kesadaran akan kewajiban karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan perusahaan.

Faktor yang Mempengaruhi Kinerja

Tinggi rendahnya kinerja seorang pegawai tentunya ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Anwar Prabu Mangkunegara (2009:67) menyatakan bahwa:“Faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja merupakan faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivation). Sedangkan menurut Keith Davis dalam Anwar prabu Mangkunegara (2009:67) dirumuskan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja merupakan :
  • Human Performance = Ability + Motivation
  • Motivation = Attitude + Situation
  • Ability = Knowledge + Skill
a. Faktor Kemampuan
Secara psikologis, kemampuan (Ability) pegawai terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowledge + Skill). Artinya, pegawai yang memiliki IQ rata-rata (IQ 110 – 120) dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaannya sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai prestasi kerja yang diharapkan. Oleh karena itu, pegawai perlu ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya (the right man on the right place, the right man on the right job).

b. Faktor Motivasi
Motivasi terbentuk dari sikap seorang pegawai dalam menghadapi situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri pegawai yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi (tujuan kerja).

Sikap mental merupakan kondisi mental yang mendorong diri pegawai untuk berusaha mencapai prestasi kerja secara maksimal. Sikap mental seorang pegawai harus sikap mental yang siap secara psikofisik (sikap secara mental, fisik, tujuan dan situasi). Artinya seorang pegawai harus siap mental, mampu secara fisik, memahami tujuan utama dan target kerja yang akan dicapai serta mampu memanfaatkan dan menciptakan situasi kerja.

Menurut A. Dale Timple yang dikutip oleh Anwar Prabu Mangkunegara (2006:15) faktor-faktor kinerja terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal :

“Faktor internal yaitu faktor yang dihubungkan dengan sifat-sifat seseorang. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang yang berasal dari lingkungan. Seperti perilaku, sikap, dan tindakan-tindakan rekan kerja, bawahan atau pimpinan, fasilitas kerja, dan iklim organisasi.”

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kinerja dapat bersumber dari dalam individu pegawai maupun dari luar individu. Tinggal bagaimana kebijakan organisasi mampu menyelaraskan antara faktor-faktor tersebut.

Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja merupakan faktor kunci dalam mengembangkan potensi pegawai secara efektif dan efisien karena adanya kebijakan atau program yang lebih baik atas sumberdaya manusia yang ada di dalam suatu organisasi. Penilaian kinerja individu sangat bermanfaat bagi pertumbuhan organisasi secara keseluruhan.

Menurut Bernardin dan Russel (2010:190-191), mengemukakan bahwa: “Penilaian kinerja merupakan cara mengukur kontribusi individu (karyawan) pada organisasi tempat mereka bekerja”.

Menurut Sedarmayanti (2011:261), mengemukakan bahwa:  “Penilaian kinerja merupakan sistem formal untuk memeriksa/mengkaji dan mengevaluasi secara berkala kinerja seserang.”

Dari uraian di atas dapat disimpulkan  bahwa penilaian kinerja pegawai sangat perlu dilakukakan, karena dapat dijadikan sebagai evaluasi terhadap setiap pegawai oleh kepala bidang dan kepala dinas dalam Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan untuk proses tindak lanjut setelah mengetahui apa kekurangan dan kelebihan dari kinerja bawahannya, maka kepala bidang dan kepala dinas dapat mengetahui tindakan apa yang harus diambil untuk mengatasi kekurangan serta mempertahankan kelebihan tersebut, sehingga akan  berdampak pada pengambilan keputusan yang strategis mengenai hasil evaluasi kinerja serta komunikasi yang telah dilakukan oleh atasan dan bawahan sehingga tujuan instansi akan cepat tercapai.

Tujuan Penilaian Kinerja

Menurut Syafarudin Alwi yang dikutip oleh Khaerul Umam (2010:191), mengemukakan bahwa:
Secara teoritis, tujuan penilaian kinerja dikategorikan sebagai suatu yang bersifat evaluation dan development.
Suatu yang bersifat evaluation harus menyelesaikan:
  • Hasil penilaian digunakan sebagai dasar pemberian kompensasi
  • Hasil penilaian digunakan sebagai staffing decision
  • Hasil penilaian digunakan sebagai dasar mengevaluasi sistem seleksi
Sedangkan yang bersifat development Penilai harus menyelesaikan:
  • Prestasi real yang dicapai individu
  • Kelemahan-kelemahan individu yang menghambat kinerja
  • Prestasi-prestasi yang dikembangkan
Menurut Sedarmayanti (2011:262) menjelaskan bahwa tujuan penilaian kinerja merupakan:
  1. Meningkatkan kinerja karyawan dengan cara membantu mereka agar menyadari dan menggunakan seluruh potensi mereka dalam mewujudkan tujuan organisasi.
  2. Memberikan informasi kepada karyawan dan pimpinan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan.
Dari definisi tersebut dapat dikemukakan bahwa penilaian kinerja merupakan serangkaian proses untuk mengevaluasi proses atau hasil kerja seorang pegawai untuk memudahkan pimpinan (Kepala Bidang dan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan) dalam menentukan kebijakan bagi pegawai tersebut yang berkaitan dengan pekerjaan atau jabatannya.

Manfaat Penilaian Kinerja

Menurut Khaerul Umam (2010:101), mengemukakan bahwa:
Kontribusi hasil penilaian merupakan suatu yang sangat bermanfaat bagi perencanaan kebijakan organisasi.secara terperinci, penilaian kinerja bagi organisasi merupakan:
  1. Penyesuaian-penyesuaian kompensasi
  2. Perbaikan kinerja
  3. Kebutuhan latihan dan pengembangan
  4. pengambilan keputusan dalam hal penempatan promosi, mutasi, pemecatan, pemberhentian, dan perencanaan tenaga kerja
  5. Untuk kepentingan penelitian pegawai
  6. Membantu diagnosis terhadap kesalahan desain pegawai.
Berdasarkan beberapa uraian diatas maka kinerja individual dapat diukur, dimana pada tingkat individu ini berhubungan dengan pekerjaan, mengacu kepada tanggungjawab utama. Bidang kegiatan utama atau tugas kunci yang merupakan bagian dari pekerjaan seseorang. Fokusnya kepada hasil yang diharapkan dapat dicapai seseorang dan bagaimana kontribusi mereka terhadap pencapaian target per orang, tim, departemen dan instansi serta penegakan nilai dasar Instansi.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Analisis Dampak Deferensiasi Produk dan Inovasi Produk Asus Zenfone Terhadap Keputusan Pembelian

Analisis Dampak Deferensiasi Produk dan Inovasi Produk Asus Zenfone Terhadap Keputusan Pembelian

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Seiring dengan kemajuan dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang telekomunikasi juga mengalami kemajuan yg sangat pesat. Komunikasi merupakan suatu hal penting yg dianggap mampu membantu hidup manusia. Sejak ditemukannya komunikasi, gerak hidup manusia menjadi berubah, lebih mudah dan terasa dekat. Semakin lama pola pikir manusia berubah seiring perkembangan jaman, konsumen yg dulunya hanya menggunakan alat komunikasi, kini konsumen membutuhkan  produk dengan pembaruan seperti deferensiasi dan inovasi terhadap produknya. Oleh karena itu Perusahaan Asus Zenfone sebagai perusahaan yg bergerak di bidang teknologi komunikasi, maka berusaha untuk menciptakan produk yg berkualitas di hati masyarakat/konsumen dengan cara melakukan defernsiasi dan inovasi produknya fitur-fitur terbaik bagi konsumennya.

Perusahaan Asus Zenfone adalah perusahaan teknologi komunikasi dengan menyediakan produk dengan kualitas terbaik yg mampu menyaingi perusahaan-perusahaan lain. Asus Zenfone banyak manyediakan fitur-fitur aplikasi pada produknya, salah satunya adalah Asus Zenfone Mesenger atau terkenal dengan BBM. Banyak perusahaan di seluruh dunia memanfaatkan aplikasi BBM milik Asus Zenfone dengan membayar royalty pada perusahaan induknya.

Perusahaan perusahaan besar saat ini berusaha keras untuk mendapatkan posisi terkemuka di pasar, daripada harus menerima posisi di peringkat ke dua di pasar, maka perusahaan perusahaan menekankan untuk mempertahankan pelanggan dan bukan sekedar mendapatkan pelanggan yg baru. Perusahaan juga harus memperluas bauran tawaran mereka dalam upaya untuk mendapatkan pangsa pelanggan serta bukan sekedar pangsa pasar. Selain itu perusahaan harus mengidentifikasi pelanggan. Penjual yg mampu menghasilkan laba dan memberikan layanan istimewa, perusahaan harus mendasarkan keputusan penjual pada nilai masa hidup pelanggan dan bukan pada maksimasi laba saat ini.

Perusahaan harus, menyadari bahwa pelanggan saat ini menemukan banyak sekali produk dalam berbagai kombinasi barang dan jasa pada tingkat harga tertentu, serta harapan pembeli akan mutu dan pelayanan yg terus meningkat. Di tengah pilihan yg begitu banyak, pelanggan cenderung memilih tawaran yg paling sesuai dengan kebutuhan serta harapan masing masing. pembeli berdasarkan pandangan nilai beli, karena itu tidak heran bahwa perusahaan yg unggul pada masa kini adalah perusahaan yg berhasil memuaskan bahkan menyenangkan pelanggan sasaran.

Di Kota Banda Aceh terdapat masyarakat yg merupakan kebanyakan masyarakat dari golongan menengah kebawah, dari hasil pengamatan penulis yg bahwa masyarakat di Kota Banda Aceh bekerja sebagai petani, pegawai swasta dan sebagian kecil sebagai PNS. Akibat hadirnya Hand Phone Asus Zenfone semakin terasa beban dari kalangan orang tua yg memiki anak-anak berusia dewasa dan sudah mengetahui kecanggihan dunia. Lebih parah lagi di Era keadaan ekonomi yg tidak menetu masyarakat Banda Aceh di hadapkan pada persoalan gaya hidup anak-anaknya.

Pada tahun 2011 awal mula masuknya alat komunikasi yg bermerek  Asus Zenfone, banyak konsumen  sudah terkontaminasi oleh kecanggihan teknologi komunikasi, namun masih ada konsumen yg bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Pada tahun selanjutnya konsumen  sudah tidak bisa di bendung lagi keinginan untuk mencoba hal yg baru menygkut alat komunikasi (Hand Phone). Model yg dirancang sudah tidak mampu menghalangi para konsumen  untuk menggunakan Hand Phone Asus Zenfone. Hari demi hari keberadaan Asus Zenfone sudah menguasai semua kebutuhan konsumen khususnya di Kecamatan Mutiara Barat. Beranjak dari model produknya, konsumen  sudah di pengaruhi oleh gaya hidup yg semakin merajalela, dimana konsumen-konsumen  tidak peduli dengan keadaan ekonomi orang tuanya karena sibuk mengurusi tuntutan gaya hidupnya yg sudah tak terbendung lagi. Pertumbuhan pengguna Asus Zenfone semakin pesat seiring dengan berkem bangnya ragam telekomunikasi sehingga Asus Zenfone sudah dapat dipeoleh dimana saja, Jumlah pemakai Asus Zenfone terbesar adalah pada kaum konsumen  dan setiap tahunnya terus meningkat, hasil tersebut sesuai dengan hasil pengamatan saya.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yg menghasilkan produk sejenis, juga berbagai perusahaan lainya yg menyajikan produk serupa, keberhasilan perusahaan dalam memasarkan produknya ditentukan melalui proses riset pasar yg relevan yg mampu mengidentifikasi peluang untuk memudahkan dalam menentukan strategi pemasaran. Diferensiasi produk adalah bagaimana perusahaan menawarkan produk perusahaan yg memiliki keunggulan kompetitif (memiliki sesuatu yg lebih baik), unik untuk membedakan tawaran perusahaan dengan tawaran pesaing. Dengan demikian dapat memaksimalkan total penjualan sebagai dasar memasuki dan memenangkan persaingan. Inovasi merupakan sebuah ide, praktek, atau obyek yg dipahami sebagai sesuatu yg baru oleh masing-masing individu atau unit pengguna lainnya. Proses keputusan inovasi pada prinsipnya merupakan kegiatan pencarian dan pemrosesan informasi dimana individu termotivasi untuk mengurangi ketidakpastian tentang keuntungan dan kekurangan inovasi. Karakteristik inovasi terdiri dari: keuntungan relatif dalam bidang ekonomi, (faktor prestise sosial, kenyamanan dan kepuasan), ketahanan/kekuatan (tingkat dimana inovasi dipersepsikan sebagai sesuatu yg konsisten dengan nilai yg ada, pengalaman-pengalaman masa lalu, dan kebutuhan akan para pengguna yg potensial), kompleksitas (tingkat dimana inovasi dipersepsikan sebagai sesuatu yg sulit untuk dimengerti dan digunakan), daya uji coba (tingkat dimana inovasi dalam batas–batas tertentu dapat diujicobakan), observabilitas (tingkat dimana hasil hasil-hasil inovasi dapat dilihat oleh pihak lain).

Peluncuran produk baru tidaklah mudah, sebab pengembangan produk baru memerlukan biaya dan produk tersebut haruslah mempunyai nilai dibanding produk lain yg sejenis. Sehingga kemampuan berinovasi sangat diperlukan perusahaan. Kemampuan berinovasi merupakan tingkatan dimana individu/unit pengguna mengadopsi ide baru lebih awal daripada anggota sistem lainnya. Untuk memenangkan persaingan perusahaan harus melakukan inovasi. Inovasi akan meningkatkan nilai tambah dari suatu produk, inovasi akan menciptakan suatu produk baru yg dapat memberikan solusi yg lebih baik bagi pemecahan masalah yg dihadapi konsumen. Inovasi harus mampu membuat produk berbeda di mata konsumen sehingga konsumen lebih tertarik membeli produk tersebut dibandingkan produk pesaing.

Kunci dari inovasi adalah sumberdaya manusia yg menggerakkan perusahaan tersebut. Perusahaan membutuhkan sumberdaya manusia yg terus menerus mampu berkreatifitas untuk menciptakan produk baru dan meningkatkan kualitas produk. Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas, maka akan diteliti tentang “Analisis Dampak Deferensiasi Produk dan Inovasi Produk Asus Zenfone Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Pada Masyarakat Kota Banda Aceh)”.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai sebagai berikut:
  1. Apakah deferensiasi produk berdampak terhadap keputusan pembelian Asus Zenfone di Kota Banda Aceh?
  2. Apakah inovasi produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian Asus Zenfone di Kota Banda Aceh?
  3. Dari variabel yg diteliti, variabel mana yg dominan mempengaruhi keputusan pembelian Asus Zenfone di Kota Banda Aceh?
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Penulis menjadikan deferensiasi produk dan inovasi produk sebagai variabel bebas dan keputusan pembelian sebagai variabel terikat.
  2. Penulis menjadikan beberapa desa yg ada pada kemukiman dalam Kota Banda Aceh sebagai lokasi penelitian.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui apakah deferensiasi produk dan inovasi produk berdampak terhadap keputusan pembelian Asus Zenfone di Kota Banda Aceh.
  2. Untuk mengetahui bagaimana variabel mana yg dominan mempenga ruhi keputusan pembelian Asus Zenfone di Kota Banda Aceh.
1.4 Manfaat Penelitian
  1. Bagi Penulis, dari penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman tentang dampak deferensiasi dan inovasi produk terhadap keputusan pembelian. 
  2. Bagi Perusahaan, dari penelitian ini diharapakan juga memperoleh suatu gambaran terkait dalam mencapai visi dan misi perusahaan.
  3. Bagi pihak lain, sebagai bahan referensi dalam hal untuk melakukan penelitian menygkut tentang pengaruh deferensiasi produk dan inovasi terhadap keputusan pembelian. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Partipasi Pemakai dan Kompetensi Pegawai Terhadap Kepuasan Pelanggan pada Toko Kosmetik Zahra Kota Kota Banda Aceh

Pengaruh Partipasi Pemakai dan Kompetensi Pegawai Terhadap Kepuasan Pelanggan
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa ini, perusahaan diperhadapkan pada kondisi persaingan yang semakin meningkat dalam keterbukaan bisnis. Kondisi ini menuntut perusahaan harus lebih kreatif inovatif dengan menawarkan sesuatu yang bernilai lebih, dibanding yang dilakukan pesaing. Inilah yang dituntut oleh pasar yang menjadi fokus atau sasaran untuk bersaing. Pada umumnya perusahaan berupaya untuk memenuhi harapan konsumen, dengan membangun kepercayaan dalam suatu hubungan jangka panjang antara perusahaan dan pelanggannya. Hubungan ini harus dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu misalnya pelayanannya, kualitas produknya, dan sebagainya. Dengan demikian persepsi-persepsi yang negatif terhadap perusahan, akan berubah pada sesuatu yang dirasakan oleh konsumen, yang secara langsung dapat mengubah persepsi dimaksud pada suatu kepuasan dan dapat menciptakan komitmen untuk menggunakan produk yang ditawarkan perusahaan pada pasar sasarannya.

Berkembangnya Usaha Parfume di Kota Kota Banda Aceh tentu sangat berpengaruh bagi bangsa Indonesia, dimana terdapat banyak jenis dan model hasil-hasil tekstil dari berbagai bahan yang ada. Kebutuhan akan pakaian sekarang ini tidak hanya sekedar sebagai pelindung badan melainkan telah menjadi gaya hidup dengan jenis model pakaian yang mengikuti jaman. Usaha Parfume telah menjadi salah satu hal yang sangat popular di Kota Kota Banda Aceh. Parfume telah ditujukan kepada semua kalangan usia dengan dengan berbagai jenis bau-buan yang mengikuti trend-trend yang ada, yang tidak hanya digunakan pada hari-hari tertentu saja, akan tetapi parfume telah menjadi kebutuhan masyarakat untuk memenuhi hajat kemanusiaan. Maraknya persaingan yang ada di pasar parfume tentu akan menimbulkan masalah bagi pemilik usaha itu sendiri, dimana terjadi kompetisi didalam menarik konsumen sebanyak mungkin. Untuk menarik minat para pembeli, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan perbaikan sistem pemasaran yang efektif. Pemasaran efektif dalam penerapannya bukan hanya bagaimana meningkatkan volume penjualan tetapi juga mengamati tingkah laku konsumen serta memenuhi keinginan konsumen melalui usaha perbaikan kompetensi pegawai dan melihat sebesar mana partisipasi pegawai terhadap penggunaan parfume.

Dalam kaiatannya dengan uraian tersebut di atas maka salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh perusahaan adalah menyusun suatu rencana yang komprehensif dan menyeluruh disertai dengan berbagai kebijaksanaan untuk dijadikan sebagai pedoman dalam mengimplementasikan rencana. Penyusunan rencana komprehensif yang dimaksud atau corporate planning bertujuan agar setiap pengambilan keputusan tidak didasarkan pada Interprestasi tersendiri dari bagian atau pengelolanya, tetapi harus berdasarkan pada rencana yang sifatnya menyeluruh.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kosmetik Zahra dalam melakukan pemasaran adalah dengan meninjau secara jelas apa dan bagaimana prilaku pelanggan juga peran pelanggan dari perjalanan bisnisnya. Di samping itu Kosmetik Zahra juga dituntut untuk lebih meningkatkan kompetensi dari pada pegawainya supaya pegawai dapat melayani pelanggan secara maksimal dan bisa melakukan pendekatan terhadap keberadaan pelanggan. Salah satu cara meningkatkan kompetensi pegawai adalah dengan melakukan pelatihan atau pembelajaran khusus dalam hal melayani maupun dalam mengolah produk parfumenya. Oleh karena itulah pembekalan maupun pembelajaran khusus untuk pelanggan jangan pernah di kesampingkan, mengingat kompetensi pegawai merupakan aset paling berharga dalam usaha parfume.  Perusahaan Kosmetik Zahra harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan teratur tentang apa yang dilakukan oleh pegawai dan bagaimana menggunakan setiap kesempatan atau peluang pada beberapa sasaran pasar.

Kosmetik Zahra adalah perusahaan yang bergerak dibidang penjualan parfume dengan berbagai jenis atau tingkat harga, Sehingga dalam perkembangan penjualan parfume dapat meningkatkan omset penjualannya dengan cara menarik minat pelanggan dan membuat pelanggan puas. Dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, seringkali perusahaan dihadapkan pada berbagai masalah, seperti kesulitan di dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, adanya persaingan yang ketat dari perusahaan sejenis, semakin kompleksnya perilaku konsumen terhadap suatu produk, selera konsumen yang selalu berubah-ubah, serta kondisi ekonomi yang kurang menentu. Setiap kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang pemasaran produk  atau jasa, perlu dikelola secara efisien dan efektif guna mencapai tujuan usaha yang optimal, oleh karena itu sangat diperlukan adanya penerapan fungsi manajemen disamping memperhatikan pengaruh dari berbagai aspek.

Menurut konsep pemasaran berhasilnya suatu perusahaan apabila perusahaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah memasuki era kompetisi. Maka dari itu langkah-langkah yang mungkin harus diterapkan oleh Kosmetik Zahra seperti pembahasan sebelumnya mungkin sangatlah cocok yaitu meninjau sejauh mana partisipasi pelanggan dan kompetensi pegawai dalam aktivitas pemasarannya. Langkah-langkah strategis yang direncanakan harus sesuai dengan kondisi pelanggan dan lokasi usaha supaya apa yang direncanakan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Partisipasi pemakai merupakan salah satu faktor penting dalam keberlangsungan usaha, karena Partisipasi pemakai mungkin tidak harus diartikan bahwa produk yang dijual sudah terjual, melainkan pemakai pernah memakai parfume pada toko dimaksud walaupun hanya sekali, namun pemakai tersebut mempromosikan dengan secara tidak langsung kepada pelanggan yang lain, oleh sebab itulah partisipasi pemakai sangat penting untuk di perhitungkan mengingat pemakai adalah media promosi tampa harus mengeluarkan biaya sedikitpun.

Selanjutnya kompetensi pegawai adalah salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam keberlangsungan usaha, baik usaha pemasaran produk atau jasa. Khususnya pada usaha Kosmetik Zahra kompetensi pegawai sangat layak untuk diperhitungkan, karena kompetensi pegawai adalah motor penggerak suatu  usaha. Dimana kalau suatu usaha tidak memilki pegawai yang kompete, maka usaha tersebut bisa dikatakan gagal. Alasannya, pada usaha yang bergerak di bidang pemasaran khususnya pemasaran parfume memerlukan pegawai yang bisa mengolah parfume yang diminati pelanggan.contohnya; pelanggan lebih cenderung memilih parfume yang berkelas (kualitas bagus), dan kompeten pegawai dalam melayani pelanggan dan lain-lain sebagainya.

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul“Pengaruh Partipasi Pemakai dan Kompetensi Pegawai Terhadap Kepuasan Pelanggan pada Toko Kosmetik Zahra Kota Kota Banda Aceh”.

1. 2  Rumusan Masalah
Berpijak dari latar belakang permasalahan di atas, maka penulis dapat merumuskan  pertanyaan penelitian sebagai berikut:
  1. Apakah partipasi pemakai berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada toko Kosmetik Zahra kota Kota Banda Aceh?
  2. Apakah kompetensi pegawai berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada toko Kosmetik Zahra kota Kota Banda Aceh?
  3. Diantara kedua variabel dalam penelitian ini, variabel manakah yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pelanggan pada toko Kosmetik Zahra kota Kota Banda Aceh?
1.3  Tujuan Penelitian 
Dari hasil penelitian ini hendaknya memiliki tujuan, adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh partipasi pemakai terhadap kepuasan pelanggan pada toko Kosmetik Zahra kota Kota Banda Aceh.
  2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kompetensi pegawai terhadap kepuasan pelanggan pada toko Kosmetik Zahra kota Kota Banda Aceh.
  3. Untuk mengetahui variabel manakah yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pelanggan pada toko Kosmetik Zahra kota Kota Banda Aceh?
1.4  Manfaat  Penelitian 
  1. Manfaat yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  2. Manfaat Teoritis : Sebagai landasan penelitian yang akan datang, serta dapat menambah pengetahuan dan mengidentifikasi permasalahan serta dapat memberikan pemecahan masalah bagi masalah yang dihadapi. 
  3. Bagi usaha Kosmetik Zahra: Sebagai sumber informasi bagi pihak usaha Kosmetik Zahra dalam usaha meningkatkan strategi pemasarannya agar dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dalam melakukan perbelanjaan. 
  4. Bagi Peneliti: Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi penulis khususnya tentang ilmu ekonomi dibidang pemasaran sehingga akan bermanfaat bagi peneliti selanjutnya.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Belangganan pada Warung Dapu Kupi Kota Banda Aceh

Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Belangganan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Seiring dengan semakin banyak wirausaha yang bersaing untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, maka yang perlu diperhatikan para wirausaha adalah bagaimana menciptakan keunikan dari produk dan jasa yang ditawarkan, serta dapat memberikan kepuasan kepada para konsumennya. Bila kepuasan konsumen telah terpenuhi maka terjadilah suatu transaksi yang berulang-ulang secara terus menerus, dimana konsumen merasa adanya value dari sebuah harga yang harus dibayarkan.

Salah satu warung yang semakin berkembang di Banda Aceh adalah warung Dapu Kupi. Pelanggan yang datang ke warung Dapu Kupi mayoritas kaula muda. Para pemuda memfaatkan layanan internet sebagai patokan dalam niat untuk berlangganan, disamping itu pelanggan yang rata-rata masyarakat Banda Aceh mendapatkan keistimewaan saat mengunjungi warung Dapu Kupi, itu semua tak lepas dari kesiapan pemilik usaha dalam melihat kebutuhan pelanggan. Warung Dapu Kupi cukup peka terhadap strategi dan bagaimana mempengaruhi keputusan pelanggan untuk setia dan tetap loyal. Pemilik warung Dapu Kupi mempunya beberapa karyawan dan semuanya bekerja secara maksimal. Adapun posisi karyawan telah di atur sedemikian rupa sesuai dengan keahlian masing-masing, dari posisi karyawan sebagai pengolah minuman siap saji,  mie dan martabak, itu semua berjalan sesuai dengan keinginan pemilik usaha.

Saat  ini  usaha warung sudah menjadi kebutuhan pribadi bagi  orang- orang yang mengunjunginya seiring dengan semakin bertambahnya usaha warung di Banda Aceh. Usaha warung bukan lagi seperti tempat penjualan minuman seperti halnya dulu, hampir di semua warung menggunakan menggunakan layanan internet sebagai pendongkrak minat konsumen/pelanggan. Keberhasilan Usaha warung Dapu Kupi di Banda Aceh diklaim karena pelayanan prima, sikap karyawan dan kualitas internetnya. Kebanyakan orang  Banda Aceh sangat menyukai pelayanan yang baik, sikap karyawan dan kualitas internetnya pada warung Dapu Kupi yang terkesan memuaskan dan bisa mempengaruhi keinginan pelanggan untuk tetap berlangganan.

Salah satu pasar yang cukup potensial bagi pemilik usaha warung Dapu Kupi adalah pemuda dan mahasiswa, hal ini karena pemuda dan mahasiswa masih suka berkumpul-kumpul di tempat keramaian dan masih suka untuk menggunakan layanan internet. Selain itu mahasiswa ingin selalu mengikuti perkembangan jaman agar tidak ketinggalan tren. Mahasiswa juga membutuhkan usaha warung yang  menyediakan layanan internet untuk keperluan berbagai kegiatan perkuliahan seperti untuk mencari literatur tugas  perkuliahan,  menerima  dan  membuka  email  dan dan keperluan lainnya. Oleh karena itulah pemuda dan mahasiswa merupakan pasar yang potensial bagi usaha warung saat ini. Pemilik usaha warung Dapu Kupi  harus memperhatikan dan memenuhi keinginan pelnggan agar mereka tidak berpaling kewarung yang lain.

Warung Dapu Kupi berdiri pada tahun 2010 dan didirikan oleh Bang Rahmat yang bermukim di Kecamatan Peukan Baro tepatnya di desa Balee On Bambi, Bang Rahmat mendirikan usaha warung berdasarkan inisiatif bersama dengan keluarga dengan penuh pertimbangan dan didasarkan pengalaman yang dimilikinya. Usaha ini dirintisnya bersamaan dengan 1 tahun pernikahannya dengan istrinya yang beralamat di Blang Paseh kota . Usaha warung bang rahmat mulai berkembang dari tahun ketahun dan mulai diminati oleh kalangan muda khususnya, dengan pendapatan rata perbulan berkisar sebesar Rp 25.000.000. Pada usaha warung bang rahmat terdapat 4 karyawan yang bertugas di posisi masing-masing yaitu: posisi masak mie di tugaskan kepada herman, posisi pelayanan ditugaskan kepada Miswar dan Heri, dan posisi martabak diisi oleh Bang Junaidi.

Meskipun usaha Bang Rahmat atau warung Dapu Kupi terus mengalami peningkatan namun Dapu Kupi masih kalah bersaing dengan warung-warung lain seperti SaKa, Arena Cafee dan Pak Ulis yang menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan dari kelengkapan menu makanan dan kebersihan tempat usaha kelas atas. Sebuah pengamatan yang dilakukan oleh penulis mengatakan bahwa usaha warung Dapu Kupi akan terus mengalami peningkatan tiap harinya, tetapi usaha warung Dapu Kupi harus siap bersaing dengan pesaing terberatnya seperti SaKa, Arena dan Pak Ulis yang terus berinovasi mengeluarkan strategi-strategi baru yang lebih untuk menarik perhatian pelangga.

Segmentasi dilakukan atas dasar asumsi adanya kebutuhan yang serupa pada sekelompok orang atas dasar ciri letak / tempat (geografis), ciri demografis (usia, penghasilan, jenis kelamin) atau ciri sifat/ perilaku (psikografis / behavioral). Pada perkembangan seianjutnya, kesamaan kebutuhan ini juga dijadikan unsur segmentasi (benefit segmentation), misalnya pengelompokan konsumen berdasarkan kesamaan kebutuhan akan aroma, kenyamanan, kualitas, dsb.

Pada tahap ini jika kebutuhan/permintaan dan penyediaan bertemu, akan tercipta transaksi dan situasi itu disebut pasar,Keinginan dan selera masing-masing orang bisa berbeda. Namun terdapat kemiripan/kesamaan relatif pada kelompok yang homogeny,Kita tidak mungkin memenuhi keinginan semua orang/kelompok. Jika kita mencoba membuat produk yang memenuhi keinginan semua orang, maka produk itu akhirnya tidak memenuhi keinginan/selera siapapun. Adapun kemajuan usaha warung Dapu Kupi dapat dilihat berdasarkan segmentasi pasarnya sebagai berikut:
Tabel 1.1
Segmentasi Pasarnya Usaha Warung Dapu Kupi 

Sumber: hasil wawancara dengan pemilik usaha (2014)

Berdasarkan identifikasi segmentasi pasar di atas, maka pihak manajemen warung dapat membidik pasar sasaran utama bagi warung Dapu Kupi adalah pelajar dan mahasiswa. Selanjutnya, dalam pengambilan keputusan, pihak manajemen  warung Dapu Kupi dihimbau untuk menyesuaikan keputusan yang diambil dengan pasar sasaran yang dipilih.Sebagai contoh adalah pengambilan keputusan pemasaran, dimana pihak warung Dapu Kupi dapat membuat menu paket hemat bagi pelajar dan mahasiswa yang mengkonsumsi jenis makanan dan minuman di warung Dapu Kupi. Hal ini dapat berupa diskon khusus pelajar atau paket makanan khusus pelajar yang dapat dikonsumsi apabila konsumen dapat menunjukkan kartu identitas pelajarnya.

Lebih jauh, terkait  dengan  strategi  posisi pasar, warung Dapu Kupi dapat memposisikan restorannya sebagai restoran dengan atmosfir anak muda namun tidak meninggalkan kesan kekeluargaan. Konsep ini dapat diciptakan oleh pihak manajemen warung Dapu Kupi untuk ditanamkan ke dalam benak masyarakat Banda Aceh bahwa, warung Dapu Kupi adalah warung bagi anak muda dengan suasana seperti di rumah. Tentu saja hal ini perlu diimbangi  dengan  penyediaan layanan internet gratis, sehingga masyarakat Banda Aceh berpikir mengenai warung Dapu Kupi dan merasa puas dengan setiap penyediaan usahanya.

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low- involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan  sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.  Analisis  tentang  berbagai  factor  yang  berdampak  pada  perilaku  konsumen menjadi dasar dalam pengembangan strategi pemasaran. Bagian pemasaran wajib memahami konsumen, seperti apa yang dibutuhkan, apa seleranya, dan bagaimana konsumen mengambil keputusan. Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan berlangganan. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan menggunakan layananan internet gratis. Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan di atas, maka penulis tertarik untuk mengajukan judul “Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Belangganan pada Warung Dapu Kupi Kota Banda Aceh

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis merumuskan permasalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh faktor-faktor prilaku konsumen terhadap keputusan berlangganan pada usaha warung Dapu Kupi Kota Segli Banda Aceh?
  2. Diantara variabel-variabel yang diteliti, manakah variabel yang dominan mempengaruhi keputusan berlanggan pada warung Dapu Kupi Kota Banda Aceh”
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor prilaku konsumen terhadap keputusan berlangganan pada usaha warung Dapu Kupi Kota Banda Aceh?
  2. Untuk mengetahui variabel yang dominan mempengaruhi keputusan berlanggan pada warung Dapu Kupi Kota Banda Aceh”
1.4 Kegunaan Penelitian
1.4.1  Kegunaan teoritis
Adapun kegunaan penelitian ini secara teoritis adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai bahan refensi dalam bidang ilmu manajemen pemasaran untuk penelitian tentang pengaruh prilaku konsumen terhadap keputusan pelanggan.
  2. Sebagai bahan pengembangan kepustakaan, arsip pribadi dan telaah dalam pembelajaran.
1.4.2  Kegunaan Praktis
Adapun kegunaan penelitian ini secara praktis adalah sebagai berikut:
  1. Melengkapi syarat memperoleh  gelar sarjana yaitu tentang persiapan tugas akhir atau skripsi
  2. Sebagai sumber informasi bagi pihak usaha warung Dapu Kupi dalam usaha meningkatkan strategi pemasarannya agar dapat meningkatkan keputusan pelanggan berlangganan.
  3. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi penulis khususnya tentang ilmu ekonomi dibidang pemasaran. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Model, Lokasi dan Harga Terhadap Keputusan Konsumen Dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli

Pengaruh Model, Lokasi dan Harga Terhadap Keputusan Konsumen

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Kebutuhan manusia akan rasa aman baik untuk masa sekarang maupun masa yg akan datang tidak akan ada habisnya. Rasa khawatir akan keselamatan hidup, kesehatan, pendidikan anak dan masa depan keluarga membuat manusia membutuhkan jaminan akan hal tersebut. Hal ini tidak lain karena rasa aman dan jaminan akan keberlangsungan suatu kehidupan adalah hal mutlak yg selalu diinginkan manusia. Maka manusia sebagai seorang konsumen membutuhkan suatu produk yg dapat memberikan rasa aman dan menjamin keberlangsungan hidupnya, keluarganya maupun usahanya. Oleh sebab itu para pelaku bisnis mulai berinovasi membuat produk - produk yg dapat memberikan rasa aman dan jaminan terhadap konsumen. Produk - produk yg berfungi untuk memberikan rasa aman dan jaminan terhadap masyarakat selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, perkembangan pengetahuan, perkembangan dunia usaha dan bisnis. Produk tersebut kita kenal dengan nama Pakaian. Pakaian merupakan suatu kebutuhan mendasar manusia dalam kehidupan sehari-hari yng memiliki peranan penting dalam menjalani segala bentuk kegiatan sebagai makhluk berakal. Demikian pula dunia usaha dalam menjalankan kegiatannya menghadapi berbagai kendala yg mungkin dapat mengganggu kesinambungan usahanya, dan kita tahu bahwa semakin maju pemikiran maka kesadaran masyarakat akan kebutuhan semakin tinggi.

Hal ini dapat memicu perkembangan ekonomi yg tanpa disadari sudah menunjukan keikutsertaan para pemilik usaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat, dimana pemerintah yg tidak sanggup menampung keseluruhan tenaga kerja selama ini. Oleh sebab itu, peran pengusaha dalam memajukan daerah sangat penting, hal ini dapat dilihat dari keberhasilan suatu daerah dilihat dari unsur bisnis niaga. Terlebih lagi keinginan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja sendiri dengan berani menggantungkan nasibnya melaui niaga yg selama ini kerap dilakukan seperti hal usaha penjualan, jasa pelayanan dan lain-lain sebagainya.

Menyikapi hal tersebut, tentunya pelaku bisnis terutama pemasaran akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempengaruhi perilaku konsumen untuk menjadi mitra maupun terbaiknya. Pihak pengusaha atau pemasar juga dituntut dapat secara jeli memprekdisikan perkembangan ekonomi mikro dan makro agar dapat menentukan hasil yg akan dicapai tidak hanya mengoptimalkan pendapatan yg berbasis pemasaran terpadu tetapi bisnis yg berbasis pada pemasaran produk kepada konsumen akhir. Problematika seperti ini tidak saja dialami oleh beberapa toko penjualan pakaian, akan tetapi juga dialami oleh perusahaan-perusahaan lain.

Lokasi adalah ilmu yg menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yg menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yg potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial. lokasi adalah suatu penjelasan teoretis yg dikaitkan dengan tata ruang dari kegiatan ekonomi. Hal ini selalu dikaitkan pula dengan alokasi geografis dari sumber daya yg terbatas yg pada gilirannya akan berpengaruh dan berdampak terhadap lokasi berbagai aktivitas baik ekonomi maupun sosial.

Harga adalah suatu nilai tukar yg bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yg diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Istilah harga digunakan untuk memberikan nilai finansial pada suatu produk barang atau jasa. Biasanya penggunaan kata harga berupa digit nominal besaran angka terhadap nilai tukar mata uang yg menunjukkan tinggi rendahnya nilai suatu kualitas barang atau jasa. Dalam ilmu ekonomi harga dapat dikaitkan dengan nilai jual atau beli suatu produk barang atau jasa sekaligus sebagai variabel yg menentukan komparasi produk atau barang sejenis.

Perilaku konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yg secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. Tahap-tahap yg dilewati pembeli untuk mencapai keputusan membeli melewati lima tahap, yaitu: pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan membeli, tingkah laku pasca pembelian. Produsen dalam mencapai sasaran memerlukan suatu strategi tersendiri dan terdapat beberapa faktor yg turut memengaruhi.
Dalam persaingan usaha, pengusaha dihadapkan pada berbagai masalah dalam menghadapi tingkah laku konsumen, dimana para pesaing usaha berlomba-lomba menciptakan strategi dalam menarik minat konsumen untuk menjadi pelanggan setia dengan bermacam strategi yg diusahakannya. Oleh sebab itu para pelaku usaha pada umumnya membutuhkan langkah-langkah yg dapat menunjang kegiatan usaha yg sedang dijalankannya, maka dari itu tak heran bagi pelaku usaha dalam menghadapi persaingan antar pelaku usaha yg sama. Hal ini pula terjadi dimana saja bahkan pada usaha kecil sekalipun, pelaku usaha pada umumnya telah mengambil langkah-langkah yg pasti untuk kemajuan usahanya, seperti halnya yg terjadi pada usaha-usaha di Kota Beureunuen yg bergerak di bidang penjualan pakaiaan.

Kota Beureunuen berada di wilayah Kecamatan Mutiara Kabupaten Pidie, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Kalau Kota Beureunuen identika dengan Kecamatan Mutiara, maka luas wilayah kota ini 35,05 km2 dengan jumlah penduduk 19.122 jiwa (tahun 2012), sehingga kepadatan penduduknya mencapai 546 jiwa per km2. Kota Beureunuen berjarak sekitar 15 km dari Kota Sigli (Ibukota Kabupaten Pidie) dan 123 km dari Kota Sigli. Kota Beureunuen atau Kecamatan Mutiara meliputi empat mukim dan 29 gampong, dengan batas-batas wilayah sebelah selatan dengan Kecamatan Sakti dan Mutiara Timur, sebelah barat dengan Kecamatan Indra Jaya, sebelah utara dengan Kecamatan Peukan Baro dan Simpang Tiga, serta sebelah timur dengan Kecamatan Kembang Tanjong. Pakaian (sandang) adalah salah satu kebutuhan pokok manusia di samping makanan (pangan) dan tempat tinggal (papan).

Selain berfungsi sebagai peunutup tubuh pakaian juga berfungsi sebagai lambang atau status orang dalam masyarakat, sebab berpakaian merupakan perwujudan dari sifat manusia yg mempunyai rasa malu dan ingin menutupi tubuhnya. Pakaian menurut bahasa adalah segala sesuatu yg menempel pada tubuh dari ujungrambut sampai ujung kaki. Menurut istilah, busana adalah pakaian yg kita kenakan setiaphari dari ujung rambut sampai ujung kaki berserta segala pelengkapannya, seperti tas, sepatu,dan segala macam perhiasan/aksesoris yg melekat padanya.

Galery Busana beureunuen merupakan suatu tempat perbelanjaan pakaian yg menyediakan pakaian dalam kapasitas besar. Galery Busana juga berperan aktif dalam kemajuan perekonomian masyarakat setempat karena Galery Busana menampung tenaga kerja yg secara otomatif dapat mengurangi pengangguran masyarakat setempat khususnya. Toko Galery Busana Beureunuen juga menyediakan berbagai model atau motif pakaian pria, dari celana hingga baju dengan model yg bagus dan harga dapat dijangkau oleh konsumen.

Seiring dengan perkembangan usaha, Galery Busana Beuereunun merancang berbagai strategi dalam pemasarannya yaitu strategi pemesan produk dengan model yg bagus, memilih lokasi penjualan yg strategis dan memesan barang dalam kapasisitas besar. Alasannya supaya konsumen atau masyarakat tertarik dengan apa yg di sediakan oleh usahanya. Model adalah rencana, representasi, atau deskripsi yg menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yg seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi.

Oleh karena itu, Toko Galery Busana Beureunun Kabupaten Pidie dituntut dapat memprediksikan bagaimana para konsumen akan merespon strategi pemasaran yg diterapkan. Agar dapat mencapai sasaran yg diinginkan, peran model, lokasi dan persedian barang turut menentukan keberhasilan produk yg dijual. Strategi pengembangan harus dibangun atas dasar adanya kesinambungan antara diferensiasi model, lokasi dan persedian barang yg strategis untuk melayani konsumen.

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Model, Lokasi dan Harga Terhadap Keputusan Konsumen Dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli”.

1. 2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan  rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh model, lokasi dan harga terhadap keputusan konsumen dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli?
  2. Diantara ketiga variabel dalam penelitian ini, variabel manakah yg paling dominan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli?
1.3  Tujuan Penelitian 
Dari hasil penelitian ini hendaknya memiliki tujuan, adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model, lokasi dan harga terhadap keputusan konsumen dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli.
  2. Diantara ketiga variabel dalam penelitian ini, variabel manakah yg paling dominan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli.
1.4  Manfaat  Penelitian 
Manfaat yg hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Manfaat  Teoritis: Sebagai landasan penelitian yg akan datang, serta dapat menambah pengetahuan dan mengidentifikasi permasalahan serta dapat memberikan pemecahan masalah bagi masalah yg dihadapi. 
  2. Bagi Perusahaan: Sebagai sumber informasi bagi pihak toko Pakaian Galery Busana dalam usaha meningkatkan strategi pemasarannya agar dapat meningkatkan keputusan konsumen dalam melakukan perbelanjaan. 
  3. Bagi Peneliti: Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang ilmu ekonomi, khususnya dibidang pemasaran sehingga akan bermanfaat bagi peneliti selanjutnya.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Jumat, 13 Oktober 2017

Analisis Pengaruh Harga Dan Cita Rasa Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis Di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat

Analisis Pengaruh Harga Dan Cita Rasa Terhadap Kepuasan Konsumen

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Keberhasilan dan kegagalan suatu usaha merupakan kenyataan yang dapat dialami oleh suatu usaha. Dunia usaha berisi dengan persaingan, peluang, tantangan, kegairahan maupun kelesuan yang dapat menyebabkan naik turunnya suatu usaha. Oleh karena itu, sudah seharusnyalah seorang usahawan jeli dalam melihat suatu peluang dan memanfaatkannya, karena dunia usaha yang penuh tantangan dan kegairahan tidak selalu akan berakhir dengan membawa suatu kesuksesan. Dalam era globalisasi ini, persaingan tidak hanya terbatas secara lokal (daerah tertentu) dan nasional saja, namun sudah secara global, hal ini mengakibatkan semakin banyak variabel-variabel yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu bisnis. Usaha yang sudah banyak terdapat di Aceh adalah makanan ringan kaki lima  atau usaha  ayam penyet. Usaha ayam penyet  yang terdapat di Aceh menawarkan berbagai variasi rasa untuk menarik minat pelanggan. Dalam melancarkan usaha ayam penyet   maka pelaku usaha tersebut harus mengoptimalkan cita rasa pada setiap makanan, hal ini menjadi salah satu faktor utama penentu keberhasilan usaha dalam bidang usaha makanan.

Persaingan antara usaha penghasil produk makanan cepat saji saat ini sangat kompetitif. Dimana usaha sudah tidak mampu lagi memaksa konsumen untuk selalu membeli produk mereka, pemilik usaha akan kesulitan mengelola pelanggan mereka. Selain itu selera konsumen yang berubah-rubah yang semakin mengikuti perkembangan zaman, serta bermunculannya banyak usaha-usaha makanan siap saji di pasar membuat konsumen semakin kritis dan teliti dalam membeli suatu produk makanan. Untuk mempertahankan pangsa pasar, pemilik usaha terlebih dahulu harus mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan atau konsumen. Pemilik usaha juga harus mengembangkan suatu pemahaman mengenai bagaimana sebenarnya konsumen dalam membuat keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian. Apakah mereka akan melakukan pembelian ulang atau hanya berhenti pada saat pembelian pertama. Usaha makanan cepat saji adalah salah satu bisnis yang paling kompetitif dan berkembang pesat saat ini. Saat ini di Aceh semakin banyak dijumpai usaha makanan cepat saji baik dari baik usaha makanan siap saji yang di kaki lima atau kedai biasa seperti halnya usaha makanan siap saji di Meureudu maupun daerah-daerah lain. Salah satu dari usaha makanan siap saji yang berkembang di Aceh adalah usaha Busger. Selain ayam penyet sebagai usaha cepat saji, terdapat juga pesaing sejenis yaitu Bakso, Mie Aceh, dan lain sebagainya. Pesaing sejenis tersebut merupakan pesaing terdekat dari ayam penyet yang juga telah dikenal oleh masyarakat luas baik dari segi kualitas rasa makanan maupun pelayanannya.

 Cita rasa yang tersedia kadang kala tidak mempunyai rasa yang menarik meskipun kandungan gizinya tinggi, dengan arti lain kualitas dari suatu produk makanan sangat ditentukan oleh tingkat kesukaan kosumen terhadap makanan tersebut. Umumnya pengolahan makanan selalu berusaha untuk menghasilkan produk makanan yang berkualitas baik. Kualitas makanan adalah keseluruhan sifat-sifat dari makanan tersebut yang berpengaruh terhadap konsumen.

Suatu usaha seperti ayam penyet dalam menjual produk sebaiknya menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan begitu maka  ayam penyet dapat bersaing dengan usaha-usaha lainnya, sehingga menjadikan konsumen memiliki banyak alternatif pilihan makanan sebelum mengambil keputusan untuk membeli suatu produk yang ditawarkan.  Ayam Penyet Pak Ulis  di Kota Meulaboh berusaha menciptakan produk ayam penyet yang memenuhi standar rasa dengan usaha-usaha ayam penyet lainnya, sehingga bisa dinikmati dan disukai oleh seluruh masyarakat khusunnya masyarakat di seputaran Kota Meulaboh. Usaha ayam penyet Pak Ulis mengembangkan bisnis sistem jajananan kaki lima di Kota Meulaboh dan semua ayam penyet yang dijual mempunyai standarisasi rasa yang sama dengan usaha-usaha ayam penyet lainnya, termasuk ayam penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat.

Harga  mempunyai peranan yang sangat penting untuk pengembangan suatu usaha. Dengan harga, usaha dapat mempengaruhi minat beli pelanggan terhadap  ayam penyet yang dijual. Harga sangat mempengaruhi simbolis/identik suatu usaha dan bisa membuat konsumen tertarik untuk mencoba dan kemudian akan mengambil keputusan untuk membeli suatu produk makanannya, jadi harga merupakan salah satu aspek yang penting dalam manajemen pemasaran karena dengan harga bisa membuat konsumen yang semula tidak tertarik terhadap suatu produk bisa berubah fikiran dan menjadi tertarik pada produk tersebut. Perusahaan menggunakan harga  untuk memicu transaksi, sehingga konsumen bisa memutuskan untuk  membeli suatu jenis makanan tertentu serta mendorong pemilik usaha untuk secara agresif menjualnya makanannya. Selain itu harga juga mampu merangsang permintaan akan suatu produk makanannya. Dengan harga terhadap suatu produk, diharapkan konsumen mau mencoba makanan tersebut dan mendorong konsumen yang sudah ada agar membeli makanan lebih sering lagi sehingga akan terjadi pembelian ulang dan volume penjualan suatu usaha akan meningkat.

Harga merupakan faktor penting dalam mewujudkan tujuan penjualan suatu usaha. Agar konsumen bersedia menjadi langganan, mereka terlebih dahulu harus dapat mencoba atau meneliti barang-barang yang diproduksi oleh para pemilik usaha, akan tetapi mereka tidak akan melakukan hal tersebut jika kurang yakin terhadap barang itu. Disinilah perlunya mengadakan harga yang terarah, karena diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap meningkatnya penjualan
Rumah Makan ayam penyet Pak Ulis mempunyai standarisasi rasa yang sama di semua jenis ayam penyet yang diproduksikannya, selain itu juga banyak melakukan kegiatan seperti meningkatkan kualitas rasa dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan, sehingga pelanggan akan menyukai ayam penyet yang dijualnya. Selanjutnya pemilik usaha harus bisa menguasai segmentasi pasarnya, supaya mudah dalam mengenal tingkah laku konsumen sebelum mengembangkan usahanya. Berdasarkan Uraian tersebut, maka dilakukan penelitian tentang: “Analisis Pengaruh Harga Dan Cita Rasa Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis Di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
  1. Adakah pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat?
  2. Adakah pengaruh cita rasa terhadap kepuasan konsumen pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat?
1.3 Tujuan Penelitian 
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat.
  2. Untuk mengetahui pengaruh cita rasa terhadap kepuasan konsumen pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat.
1.4 Manfaat Penelitian
  1. Manfaat Teoritis: Sebagai bahan referensi dan bahan ajaran bagi penulis dan peneliti selanjutnya dan sebagai pustaka ilmu menyangkut tentang bauran pemasaran dalam ilmu ekonomi manajemen pemasaran.
  2. Manfaat Praktis: Sebagai pengalaman pribadi penulis dalam memantapkan diri dalam menghadapi masa depan dan sebagai bahan masukan pihak usaha Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh khususnya dalam tata kelola usahanya.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070
Facebook: https://www.facebook.com/fadlul.fe

Pengertian Pemasaran Jasa Menurut Para Ahli

Pengertian Pemasaran Jasa Dalam konsep pemasaran modern telah dikatakan bahwa titik tolak dari kegiatan pemasaran ialah mengetahui kebu...