Sabtu, 14 Oktober 2017

Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Belangganan pada Warung Dapu Kupi Kota Banda Aceh

Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Belangganan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Seiring dengan semakin banyak wirausaha yang bersaing untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, maka yang perlu diperhatikan para wirausaha adalah bagaimana menciptakan keunikan dari produk dan jasa yang ditawarkan, serta dapat memberikan kepuasan kepada para konsumennya. Bila kepuasan konsumen telah terpenuhi maka terjadilah suatu transaksi yang berulang-ulang secara terus menerus, dimana konsumen merasa adanya value dari sebuah harga yang harus dibayarkan.

Salah satu warung yang semakin berkembang di Banda Aceh adalah warung Dapu Kupi. Pelanggan yang datang ke warung Dapu Kupi mayoritas kaula muda. Para pemuda memfaatkan layanan internet sebagai patokan dalam niat untuk berlangganan, disamping itu pelanggan yang rata-rata masyarakat Banda Aceh mendapatkan keistimewaan saat mengunjungi warung Dapu Kupi, itu semua tak lepas dari kesiapan pemilik usaha dalam melihat kebutuhan pelanggan. Warung Dapu Kupi cukup peka terhadap strategi dan bagaimana mempengaruhi keputusan pelanggan untuk setia dan tetap loyal. Pemilik warung Dapu Kupi mempunya beberapa karyawan dan semuanya bekerja secara maksimal. Adapun posisi karyawan telah di atur sedemikian rupa sesuai dengan keahlian masing-masing, dari posisi karyawan sebagai pengolah minuman siap saji,  mie dan martabak, itu semua berjalan sesuai dengan keinginan pemilik usaha.

Saat  ini  usaha warung sudah menjadi kebutuhan pribadi bagi  orang- orang yang mengunjunginya seiring dengan semakin bertambahnya usaha warung di Banda Aceh. Usaha warung bukan lagi seperti tempat penjualan minuman seperti halnya dulu, hampir di semua warung menggunakan menggunakan layanan internet sebagai pendongkrak minat konsumen/pelanggan. Keberhasilan Usaha warung Dapu Kupi di Banda Aceh diklaim karena pelayanan prima, sikap karyawan dan kualitas internetnya. Kebanyakan orang  Banda Aceh sangat menyukai pelayanan yang baik, sikap karyawan dan kualitas internetnya pada warung Dapu Kupi yang terkesan memuaskan dan bisa mempengaruhi keinginan pelanggan untuk tetap berlangganan.

Salah satu pasar yang cukup potensial bagi pemilik usaha warung Dapu Kupi adalah pemuda dan mahasiswa, hal ini karena pemuda dan mahasiswa masih suka berkumpul-kumpul di tempat keramaian dan masih suka untuk menggunakan layanan internet. Selain itu mahasiswa ingin selalu mengikuti perkembangan jaman agar tidak ketinggalan tren. Mahasiswa juga membutuhkan usaha warung yang  menyediakan layanan internet untuk keperluan berbagai kegiatan perkuliahan seperti untuk mencari literatur tugas  perkuliahan,  menerima  dan  membuka  email  dan dan keperluan lainnya. Oleh karena itulah pemuda dan mahasiswa merupakan pasar yang potensial bagi usaha warung saat ini. Pemilik usaha warung Dapu Kupi  harus memperhatikan dan memenuhi keinginan pelnggan agar mereka tidak berpaling kewarung yang lain.

Warung Dapu Kupi berdiri pada tahun 2010 dan didirikan oleh Bang Rahmat yang bermukim di Kecamatan Peukan Baro tepatnya di desa Balee On Bambi, Bang Rahmat mendirikan usaha warung berdasarkan inisiatif bersama dengan keluarga dengan penuh pertimbangan dan didasarkan pengalaman yang dimilikinya. Usaha ini dirintisnya bersamaan dengan 1 tahun pernikahannya dengan istrinya yang beralamat di Blang Paseh kota . Usaha warung bang rahmat mulai berkembang dari tahun ketahun dan mulai diminati oleh kalangan muda khususnya, dengan pendapatan rata perbulan berkisar sebesar Rp 25.000.000. Pada usaha warung bang rahmat terdapat 4 karyawan yang bertugas di posisi masing-masing yaitu: posisi masak mie di tugaskan kepada herman, posisi pelayanan ditugaskan kepada Miswar dan Heri, dan posisi martabak diisi oleh Bang Junaidi.

Meskipun usaha Bang Rahmat atau warung Dapu Kupi terus mengalami peningkatan namun Dapu Kupi masih kalah bersaing dengan warung-warung lain seperti SaKa, Arena Cafee dan Pak Ulis yang menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan dari kelengkapan menu makanan dan kebersihan tempat usaha kelas atas. Sebuah pengamatan yang dilakukan oleh penulis mengatakan bahwa usaha warung Dapu Kupi akan terus mengalami peningkatan tiap harinya, tetapi usaha warung Dapu Kupi harus siap bersaing dengan pesaing terberatnya seperti SaKa, Arena dan Pak Ulis yang terus berinovasi mengeluarkan strategi-strategi baru yang lebih untuk menarik perhatian pelangga.

Segmentasi dilakukan atas dasar asumsi adanya kebutuhan yang serupa pada sekelompok orang atas dasar ciri letak / tempat (geografis), ciri demografis (usia, penghasilan, jenis kelamin) atau ciri sifat/ perilaku (psikografis / behavioral). Pada perkembangan seianjutnya, kesamaan kebutuhan ini juga dijadikan unsur segmentasi (benefit segmentation), misalnya pengelompokan konsumen berdasarkan kesamaan kebutuhan akan aroma, kenyamanan, kualitas, dsb.

Pada tahap ini jika kebutuhan/permintaan dan penyediaan bertemu, akan tercipta transaksi dan situasi itu disebut pasar,Keinginan dan selera masing-masing orang bisa berbeda. Namun terdapat kemiripan/kesamaan relatif pada kelompok yang homogeny,Kita tidak mungkin memenuhi keinginan semua orang/kelompok. Jika kita mencoba membuat produk yang memenuhi keinginan semua orang, maka produk itu akhirnya tidak memenuhi keinginan/selera siapapun. Adapun kemajuan usaha warung Dapu Kupi dapat dilihat berdasarkan segmentasi pasarnya sebagai berikut:
Tabel 1.1
Segmentasi Pasarnya Usaha Warung Dapu Kupi 

Sumber: hasil wawancara dengan pemilik usaha (2014)

Berdasarkan identifikasi segmentasi pasar di atas, maka pihak manajemen warung dapat membidik pasar sasaran utama bagi warung Dapu Kupi adalah pelajar dan mahasiswa. Selanjutnya, dalam pengambilan keputusan, pihak manajemen  warung Dapu Kupi dihimbau untuk menyesuaikan keputusan yang diambil dengan pasar sasaran yang dipilih.Sebagai contoh adalah pengambilan keputusan pemasaran, dimana pihak warung Dapu Kupi dapat membuat menu paket hemat bagi pelajar dan mahasiswa yang mengkonsumsi jenis makanan dan minuman di warung Dapu Kupi. Hal ini dapat berupa diskon khusus pelajar atau paket makanan khusus pelajar yang dapat dikonsumsi apabila konsumen dapat menunjukkan kartu identitas pelajarnya.

Lebih jauh, terkait  dengan  strategi  posisi pasar, warung Dapu Kupi dapat memposisikan restorannya sebagai restoran dengan atmosfir anak muda namun tidak meninggalkan kesan kekeluargaan. Konsep ini dapat diciptakan oleh pihak manajemen warung Dapu Kupi untuk ditanamkan ke dalam benak masyarakat Banda Aceh bahwa, warung Dapu Kupi adalah warung bagi anak muda dengan suasana seperti di rumah. Tentu saja hal ini perlu diimbangi  dengan  penyediaan layanan internet gratis, sehingga masyarakat Banda Aceh berpikir mengenai warung Dapu Kupi dan merasa puas dengan setiap penyediaan usahanya.

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low- involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan  sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.  Analisis  tentang  berbagai  factor  yang  berdampak  pada  perilaku  konsumen menjadi dasar dalam pengembangan strategi pemasaran. Bagian pemasaran wajib memahami konsumen, seperti apa yang dibutuhkan, apa seleranya, dan bagaimana konsumen mengambil keputusan. Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan berlangganan. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan menggunakan layananan internet gratis. Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan di atas, maka penulis tertarik untuk mengajukan judul “Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Belangganan pada Warung Dapu Kupi Kota Banda Aceh

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis merumuskan permasalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh faktor-faktor prilaku konsumen terhadap keputusan berlangganan pada usaha warung Dapu Kupi Kota Segli Banda Aceh?
  2. Diantara variabel-variabel yang diteliti, manakah variabel yang dominan mempengaruhi keputusan berlanggan pada warung Dapu Kupi Kota Banda Aceh”
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor prilaku konsumen terhadap keputusan berlangganan pada usaha warung Dapu Kupi Kota Banda Aceh?
  2. Untuk mengetahui variabel yang dominan mempengaruhi keputusan berlanggan pada warung Dapu Kupi Kota Banda Aceh”
1.4 Kegunaan Penelitian
1.4.1  Kegunaan teoritis
Adapun kegunaan penelitian ini secara teoritis adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai bahan refensi dalam bidang ilmu manajemen pemasaran untuk penelitian tentang pengaruh prilaku konsumen terhadap keputusan pelanggan.
  2. Sebagai bahan pengembangan kepustakaan, arsip pribadi dan telaah dalam pembelajaran.
1.4.2  Kegunaan Praktis
Adapun kegunaan penelitian ini secara praktis adalah sebagai berikut:
  1. Melengkapi syarat memperoleh  gelar sarjana yaitu tentang persiapan tugas akhir atau skripsi
  2. Sebagai sumber informasi bagi pihak usaha warung Dapu Kupi dalam usaha meningkatkan strategi pemasarannya agar dapat meningkatkan keputusan pelanggan berlangganan.
  3. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi penulis khususnya tentang ilmu ekonomi dibidang pemasaran. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Model, Lokasi dan Harga Terhadap Keputusan Konsumen Dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli

Pengaruh Model, Lokasi dan Harga Terhadap Keputusan Konsumen

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Kebutuhan manusia akan rasa aman baik untuk masa sekarang maupun masa yg akan datang tidak akan ada habisnya. Rasa khawatir akan keselamatan hidup, kesehatan, pendidikan anak dan masa depan keluarga membuat manusia membutuhkan jaminan akan hal tersebut. Hal ini tidak lain karena rasa aman dan jaminan akan keberlangsungan suatu kehidupan adalah hal mutlak yg selalu diinginkan manusia. Maka manusia sebagai seorang konsumen membutuhkan suatu produk yg dapat memberikan rasa aman dan menjamin keberlangsungan hidupnya, keluarganya maupun usahanya. Oleh sebab itu para pelaku bisnis mulai berinovasi membuat produk - produk yg dapat memberikan rasa aman dan jaminan terhadap konsumen. Produk - produk yg berfungi untuk memberikan rasa aman dan jaminan terhadap masyarakat selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, perkembangan pengetahuan, perkembangan dunia usaha dan bisnis. Produk tersebut kita kenal dengan nama Pakaian. Pakaian merupakan suatu kebutuhan mendasar manusia dalam kehidupan sehari-hari yng memiliki peranan penting dalam menjalani segala bentuk kegiatan sebagai makhluk berakal. Demikian pula dunia usaha dalam menjalankan kegiatannya menghadapi berbagai kendala yg mungkin dapat mengganggu kesinambungan usahanya, dan kita tahu bahwa semakin maju pemikiran maka kesadaran masyarakat akan kebutuhan semakin tinggi.

Hal ini dapat memicu perkembangan ekonomi yg tanpa disadari sudah menunjukan keikutsertaan para pemilik usaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat, dimana pemerintah yg tidak sanggup menampung keseluruhan tenaga kerja selama ini. Oleh sebab itu, peran pengusaha dalam memajukan daerah sangat penting, hal ini dapat dilihat dari keberhasilan suatu daerah dilihat dari unsur bisnis niaga. Terlebih lagi keinginan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja sendiri dengan berani menggantungkan nasibnya melaui niaga yg selama ini kerap dilakukan seperti hal usaha penjualan, jasa pelayanan dan lain-lain sebagainya.

Menyikapi hal tersebut, tentunya pelaku bisnis terutama pemasaran akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempengaruhi perilaku konsumen untuk menjadi mitra maupun terbaiknya. Pihak pengusaha atau pemasar juga dituntut dapat secara jeli memprekdisikan perkembangan ekonomi mikro dan makro agar dapat menentukan hasil yg akan dicapai tidak hanya mengoptimalkan pendapatan yg berbasis pemasaran terpadu tetapi bisnis yg berbasis pada pemasaran produk kepada konsumen akhir. Problematika seperti ini tidak saja dialami oleh beberapa toko penjualan pakaian, akan tetapi juga dialami oleh perusahaan-perusahaan lain.

Lokasi adalah ilmu yg menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yg menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yg potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial. lokasi adalah suatu penjelasan teoretis yg dikaitkan dengan tata ruang dari kegiatan ekonomi. Hal ini selalu dikaitkan pula dengan alokasi geografis dari sumber daya yg terbatas yg pada gilirannya akan berpengaruh dan berdampak terhadap lokasi berbagai aktivitas baik ekonomi maupun sosial.

Harga adalah suatu nilai tukar yg bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yg diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Istilah harga digunakan untuk memberikan nilai finansial pada suatu produk barang atau jasa. Biasanya penggunaan kata harga berupa digit nominal besaran angka terhadap nilai tukar mata uang yg menunjukkan tinggi rendahnya nilai suatu kualitas barang atau jasa. Dalam ilmu ekonomi harga dapat dikaitkan dengan nilai jual atau beli suatu produk barang atau jasa sekaligus sebagai variabel yg menentukan komparasi produk atau barang sejenis.

Perilaku konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yg secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. Tahap-tahap yg dilewati pembeli untuk mencapai keputusan membeli melewati lima tahap, yaitu: pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan membeli, tingkah laku pasca pembelian. Produsen dalam mencapai sasaran memerlukan suatu strategi tersendiri dan terdapat beberapa faktor yg turut memengaruhi.
Dalam persaingan usaha, pengusaha dihadapkan pada berbagai masalah dalam menghadapi tingkah laku konsumen, dimana para pesaing usaha berlomba-lomba menciptakan strategi dalam menarik minat konsumen untuk menjadi pelanggan setia dengan bermacam strategi yg diusahakannya. Oleh sebab itu para pelaku usaha pada umumnya membutuhkan langkah-langkah yg dapat menunjang kegiatan usaha yg sedang dijalankannya, maka dari itu tak heran bagi pelaku usaha dalam menghadapi persaingan antar pelaku usaha yg sama. Hal ini pula terjadi dimana saja bahkan pada usaha kecil sekalipun, pelaku usaha pada umumnya telah mengambil langkah-langkah yg pasti untuk kemajuan usahanya, seperti halnya yg terjadi pada usaha-usaha di Kota Beureunuen yg bergerak di bidang penjualan pakaiaan.

Kota Beureunuen berada di wilayah Kecamatan Mutiara Kabupaten Pidie, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Kalau Kota Beureunuen identika dengan Kecamatan Mutiara, maka luas wilayah kota ini 35,05 km2 dengan jumlah penduduk 19.122 jiwa (tahun 2012), sehingga kepadatan penduduknya mencapai 546 jiwa per km2. Kota Beureunuen berjarak sekitar 15 km dari Kota Sigli (Ibukota Kabupaten Pidie) dan 123 km dari Kota Sigli. Kota Beureunuen atau Kecamatan Mutiara meliputi empat mukim dan 29 gampong, dengan batas-batas wilayah sebelah selatan dengan Kecamatan Sakti dan Mutiara Timur, sebelah barat dengan Kecamatan Indra Jaya, sebelah utara dengan Kecamatan Peukan Baro dan Simpang Tiga, serta sebelah timur dengan Kecamatan Kembang Tanjong. Pakaian (sandang) adalah salah satu kebutuhan pokok manusia di samping makanan (pangan) dan tempat tinggal (papan).

Selain berfungsi sebagai peunutup tubuh pakaian juga berfungsi sebagai lambang atau status orang dalam masyarakat, sebab berpakaian merupakan perwujudan dari sifat manusia yg mempunyai rasa malu dan ingin menutupi tubuhnya. Pakaian menurut bahasa adalah segala sesuatu yg menempel pada tubuh dari ujungrambut sampai ujung kaki. Menurut istilah, busana adalah pakaian yg kita kenakan setiaphari dari ujung rambut sampai ujung kaki berserta segala pelengkapannya, seperti tas, sepatu,dan segala macam perhiasan/aksesoris yg melekat padanya.

Galery Busana beureunuen merupakan suatu tempat perbelanjaan pakaian yg menyediakan pakaian dalam kapasitas besar. Galery Busana juga berperan aktif dalam kemajuan perekonomian masyarakat setempat karena Galery Busana menampung tenaga kerja yg secara otomatif dapat mengurangi pengangguran masyarakat setempat khususnya. Toko Galery Busana Beureunuen juga menyediakan berbagai model atau motif pakaian pria, dari celana hingga baju dengan model yg bagus dan harga dapat dijangkau oleh konsumen.

Seiring dengan perkembangan usaha, Galery Busana Beuereunun merancang berbagai strategi dalam pemasarannya yaitu strategi pemesan produk dengan model yg bagus, memilih lokasi penjualan yg strategis dan memesan barang dalam kapasisitas besar. Alasannya supaya konsumen atau masyarakat tertarik dengan apa yg di sediakan oleh usahanya. Model adalah rencana, representasi, atau deskripsi yg menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yg seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi.

Oleh karena itu, Toko Galery Busana Beureunun Kabupaten Pidie dituntut dapat memprediksikan bagaimana para konsumen akan merespon strategi pemasaran yg diterapkan. Agar dapat mencapai sasaran yg diinginkan, peran model, lokasi dan persedian barang turut menentukan keberhasilan produk yg dijual. Strategi pengembangan harus dibangun atas dasar adanya kesinambungan antara diferensiasi model, lokasi dan persedian barang yg strategis untuk melayani konsumen.

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Model, Lokasi dan Harga Terhadap Keputusan Konsumen Dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli”.

1. 2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan  rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh model, lokasi dan harga terhadap keputusan konsumen dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli?
  2. Diantara ketiga variabel dalam penelitian ini, variabel manakah yg paling dominan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli?
1.3  Tujuan Penelitian 
Dari hasil penelitian ini hendaknya memiliki tujuan, adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model, lokasi dan harga terhadap keputusan konsumen dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli.
  2. Diantara ketiga variabel dalam penelitian ini, variabel manakah yg paling dominan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli pakaian pada Toko Galery Busana Kota Sigli.
1.4  Manfaat  Penelitian 
Manfaat yg hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Manfaat  Teoritis: Sebagai landasan penelitian yg akan datang, serta dapat menambah pengetahuan dan mengidentifikasi permasalahan serta dapat memberikan pemecahan masalah bagi masalah yg dihadapi. 
  2. Bagi Perusahaan: Sebagai sumber informasi bagi pihak toko Pakaian Galery Busana dalam usaha meningkatkan strategi pemasarannya agar dapat meningkatkan keputusan konsumen dalam melakukan perbelanjaan. 
  3. Bagi Peneliti: Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang ilmu ekonomi, khususnya dibidang pemasaran sehingga akan bermanfaat bagi peneliti selanjutnya.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Jumat, 13 Oktober 2017

Analisis Pengaruh Harga Dan Cita Rasa Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis Di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat

Analisis Pengaruh Harga Dan Cita Rasa Terhadap Kepuasan Konsumen

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Keberhasilan dan kegagalan suatu usaha merupakan kenyataan yang dapat dialami oleh suatu usaha. Dunia usaha berisi dengan persaingan, peluang, tantangan, kegairahan maupun kelesuan yang dapat menyebabkan naik turunnya suatu usaha. Oleh karena itu, sudah seharusnyalah seorang usahawan jeli dalam melihat suatu peluang dan memanfaatkannya, karena dunia usaha yang penuh tantangan dan kegairahan tidak selalu akan berakhir dengan membawa suatu kesuksesan. Dalam era globalisasi ini, persaingan tidak hanya terbatas secara lokal (daerah tertentu) dan nasional saja, namun sudah secara global, hal ini mengakibatkan semakin banyak variabel-variabel yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu bisnis. Usaha yang sudah banyak terdapat di Aceh adalah makanan ringan kaki lima  atau usaha  ayam penyet. Usaha ayam penyet  yang terdapat di Aceh menawarkan berbagai variasi rasa untuk menarik minat pelanggan. Dalam melancarkan usaha ayam penyet   maka pelaku usaha tersebut harus mengoptimalkan cita rasa pada setiap makanan, hal ini menjadi salah satu faktor utama penentu keberhasilan usaha dalam bidang usaha makanan.

Persaingan antara usaha penghasil produk makanan cepat saji saat ini sangat kompetitif. Dimana usaha sudah tidak mampu lagi memaksa konsumen untuk selalu membeli produk mereka, pemilik usaha akan kesulitan mengelola pelanggan mereka. Selain itu selera konsumen yang berubah-rubah yang semakin mengikuti perkembangan zaman, serta bermunculannya banyak usaha-usaha makanan siap saji di pasar membuat konsumen semakin kritis dan teliti dalam membeli suatu produk makanan. Untuk mempertahankan pangsa pasar, pemilik usaha terlebih dahulu harus mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan atau konsumen. Pemilik usaha juga harus mengembangkan suatu pemahaman mengenai bagaimana sebenarnya konsumen dalam membuat keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian. Apakah mereka akan melakukan pembelian ulang atau hanya berhenti pada saat pembelian pertama. Usaha makanan cepat saji adalah salah satu bisnis yang paling kompetitif dan berkembang pesat saat ini. Saat ini di Aceh semakin banyak dijumpai usaha makanan cepat saji baik dari baik usaha makanan siap saji yang di kaki lima atau kedai biasa seperti halnya usaha makanan siap saji di Meureudu maupun daerah-daerah lain. Salah satu dari usaha makanan siap saji yang berkembang di Aceh adalah usaha Busger. Selain ayam penyet sebagai usaha cepat saji, terdapat juga pesaing sejenis yaitu Bakso, Mie Aceh, dan lain sebagainya. Pesaing sejenis tersebut merupakan pesaing terdekat dari ayam penyet yang juga telah dikenal oleh masyarakat luas baik dari segi kualitas rasa makanan maupun pelayanannya.

 Cita rasa yang tersedia kadang kala tidak mempunyai rasa yang menarik meskipun kandungan gizinya tinggi, dengan arti lain kualitas dari suatu produk makanan sangat ditentukan oleh tingkat kesukaan kosumen terhadap makanan tersebut. Umumnya pengolahan makanan selalu berusaha untuk menghasilkan produk makanan yang berkualitas baik. Kualitas makanan adalah keseluruhan sifat-sifat dari makanan tersebut yang berpengaruh terhadap konsumen.

Suatu usaha seperti ayam penyet dalam menjual produk sebaiknya menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan begitu maka  ayam penyet dapat bersaing dengan usaha-usaha lainnya, sehingga menjadikan konsumen memiliki banyak alternatif pilihan makanan sebelum mengambil keputusan untuk membeli suatu produk yang ditawarkan.  Ayam Penyet Pak Ulis  di Kota Meulaboh berusaha menciptakan produk ayam penyet yang memenuhi standar rasa dengan usaha-usaha ayam penyet lainnya, sehingga bisa dinikmati dan disukai oleh seluruh masyarakat khusunnya masyarakat di seputaran Kota Meulaboh. Usaha ayam penyet Pak Ulis mengembangkan bisnis sistem jajananan kaki lima di Kota Meulaboh dan semua ayam penyet yang dijual mempunyai standarisasi rasa yang sama dengan usaha-usaha ayam penyet lainnya, termasuk ayam penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat.

Harga  mempunyai peranan yang sangat penting untuk pengembangan suatu usaha. Dengan harga, usaha dapat mempengaruhi minat beli pelanggan terhadap  ayam penyet yang dijual. Harga sangat mempengaruhi simbolis/identik suatu usaha dan bisa membuat konsumen tertarik untuk mencoba dan kemudian akan mengambil keputusan untuk membeli suatu produk makanannya, jadi harga merupakan salah satu aspek yang penting dalam manajemen pemasaran karena dengan harga bisa membuat konsumen yang semula tidak tertarik terhadap suatu produk bisa berubah fikiran dan menjadi tertarik pada produk tersebut. Perusahaan menggunakan harga  untuk memicu transaksi, sehingga konsumen bisa memutuskan untuk  membeli suatu jenis makanan tertentu serta mendorong pemilik usaha untuk secara agresif menjualnya makanannya. Selain itu harga juga mampu merangsang permintaan akan suatu produk makanannya. Dengan harga terhadap suatu produk, diharapkan konsumen mau mencoba makanan tersebut dan mendorong konsumen yang sudah ada agar membeli makanan lebih sering lagi sehingga akan terjadi pembelian ulang dan volume penjualan suatu usaha akan meningkat.

Harga merupakan faktor penting dalam mewujudkan tujuan penjualan suatu usaha. Agar konsumen bersedia menjadi langganan, mereka terlebih dahulu harus dapat mencoba atau meneliti barang-barang yang diproduksi oleh para pemilik usaha, akan tetapi mereka tidak akan melakukan hal tersebut jika kurang yakin terhadap barang itu. Disinilah perlunya mengadakan harga yang terarah, karena diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap meningkatnya penjualan
Rumah Makan ayam penyet Pak Ulis mempunyai standarisasi rasa yang sama di semua jenis ayam penyet yang diproduksikannya, selain itu juga banyak melakukan kegiatan seperti meningkatkan kualitas rasa dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan, sehingga pelanggan akan menyukai ayam penyet yang dijualnya. Selanjutnya pemilik usaha harus bisa menguasai segmentasi pasarnya, supaya mudah dalam mengenal tingkah laku konsumen sebelum mengembangkan usahanya. Berdasarkan Uraian tersebut, maka dilakukan penelitian tentang: “Analisis Pengaruh Harga Dan Cita Rasa Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis Di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
  1. Adakah pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat?
  2. Adakah pengaruh cita rasa terhadap kepuasan konsumen pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat?
1.3 Tujuan Penelitian 
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat.
  2. Untuk mengetahui pengaruh cita rasa terhadap kepuasan konsumen pada Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat.
1.4 Manfaat Penelitian
  1. Manfaat Teoritis: Sebagai bahan referensi dan bahan ajaran bagi penulis dan peneliti selanjutnya dan sebagai pustaka ilmu menyangkut tentang bauran pemasaran dalam ilmu ekonomi manajemen pemasaran.
  2. Manfaat Praktis: Sebagai pengalaman pribadi penulis dalam memantapkan diri dalam menghadapi masa depan dan sebagai bahan masukan pihak usaha Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis di Kota Meulaboh khususnya dalam tata kelola usahanya.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070
Facebook: https://www.facebook.com/fadlul.fe

Analisis Pengaruh Perilaku Konsumen Dalam Menanggapi Produk Baru Android Di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat

Analisis Pengaruh Perilaku Konsumen Dalam Menanggapi Produk Baru

BAB IPENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi informasi berperan penting dalam berbagai sector kehidupan manusia. Teknologi  informasi yg terus berkembang sampai sekarang ini adalah mobile phone. Dahulu mobile phone hanya bias digunakan untuk komunikasi suara anta manusia. Tetapi sekarang kemampuan mobile phone sudah sangat cangih, dimana yg dulunya hanya bias dilakukan oleh komputer sekarang dapat dilakukan oleh mobile phone. Mobile phone jenis ini dikenal oleh masyarakat luas dengan smartphone.

Salah satu system operasi mobile yg digunakkan oleh smartphone adalah Android. Android adalah sebuah system operasi untuk smartphone berbasis linux. Kemampuan Android menjadi hamper tidak terbatas karena banyak orang yg mengembangkan source code Android. Apa yg dulu hanya bias dilakukan oleh computer kni dapat dilakukan oleh Android sehingga Android membuat segala pekerjaan yg dilakukan oleh computer dapat dikerjakan secara mobile.

Perkembangan dunia yg pesat juga membuat berbagai teknologi dapat dijangkau oleh masyatakat luas, seperti contoh security camera. Security camera memberikan rasa aman pada manusia karena untuk memantau dan mengawasi sesuatu, manusia tidak perlu berada di tempat tetapi cukup dengan melihat computer yg terhubung dengan security camera.

Permasalahan kembali muncul karena komputer dianggap terlalu besar ukurannya sehingga penggunaan security camera menjadi kurang praktis. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan Android yg berfungsi sebagai pengontrol webcam sehingga manusia dapat melakukan pemantauan secara mobile.

Android adalah sistem operasi yg digunakan di smartphone dan juga tablet PC. Fungsinya sama seperti sistem operasi Symbian di Nokia, iOS di Apple dan BlackBerry OS. Android tidak terikat ke satu merek Handphone saja, beberapa vendor terkenal yg sudah memakai Android antara lain Samsung , Sony Ericsson, HTC, Nexus, Motorolla, dan lain-lain. Android pertama kali dikembangkan oleh perusahaan bernama Android Inc., dan pada tahun 2005 di akuisisi oleh raksasa Internet Google. Android dibuat dengan basis kernel Linux yg telah dimodifikasi, dan untuk setiap release-nya diberi kode nama berdasarkan nama hidangan makanan. Keunggulan utama Android adalah gratis dan open source, yg membuat smartphone Android dijual lebih murah dibandingkan dengan Blackberry atau iPhone meski fitur (hardware) yg ditawarkan Android lebih baik.

Penjualan smartphone berbasis Android di Aceh meningkat cukup tajam setelah diluncurkannya aplikasi BlackBerry Massenger (BBM) pada minggu lalu. Dari puluhan smartphone Android yg beredar di pasar, Samsung masih berada di urutan pertama terlaris. Merek lainnya yg juga banyak dicari adalah Oppo, Advan, Lenovo, dan HTC.

Beberapa fitur utama dari Android antara lain WiFi hotspot, Multi-touch, Multitasking, GPS, accelerometers, support java, mendukung banyak jaringan (GSM/EDGE, IDEN, CDMA, EV-DO, UMTS, Bluetooth, Wi-Fi, LTE & WiMAX) serta juga kemampuan dasar handphone pada umumnya.
Perilaku konsumen adalah perilaku yg diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yg diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yg ditawarkan.

Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yg terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.

Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yg berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user. Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yg memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Pengaruh Perilaku Konsumen Dalam Menanggapi Produk Baru Android Di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat ”.

1.2. Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut :
  1. Bagaimana pengaruh perilaku konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat?
  2. Bagaimana pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat?
  3. Di antara motivasi, persepsi dan sikap konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat manakah faktor dominannya?
1.3  Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk menjelaskan pengaruh perilaku konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat.
  2. Untuk mengetahui pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat.
  3. Untuk mengetahui apakah faktor dominan yg mempengaruhi konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat dari pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis
Sebagai referensi untuk peneliti selanjutnya tentang pengaruh perilaku konsumen dalam menanggapi Produk Baru Android dan bahan kajian untuk mahasiswa-mahasiswa dalam memeprsiapkan diri dalam menggeluti wirausaha

1.4.2 Manfaat Praktis
  1. Sebagai pedoman bagi pemasar produk baru Android dalam bersaing dengan dengan pemasar-pemasar lain tentang pemasaran produk baru Android dan mengetahui setiap prilaku konsumen dalam menanggapi produk Android.
  2. Sebagai tugas akhir yg merupakan salah satu kewajiban yg harus dilaksanakan sebelum memperoleh gelar.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Analisis Pengaruh Cita Rasa dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Mengkonsumsi Beras Ramos

Analisis Pengaruh Cita Rasa dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Mengkonsumsi

BAB IPENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Masyarakat modern adalah masyarakat konsumtif. Masyarakat yg terus menerus berkonsumsi. Namun konsumsi yg dilakukan bukan lagi hanya sekedar kegiatan yg berasal dari produksi. Konsumsi tidak lagi sekedar kegiatan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar dan fungsional manusia. Konsumsi telah menjadi budaya, budaya konsumsi. Sistem masyarakat pun telah berubah, dan yg ada kini adalah masyarakat konsumen, yg mana kebijakan dan aturan-aturan sosial masyarakat sangat dipengaruhi oleh kebijakan pasar.

Fenomena yg terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat  konsumen, juga sangat diwarnai dengan kegempitaan kegiatan konsumsi. Bagi masyarakat konsumen, saat ini hampir tidak ada ruang dan waktu tersisa untuk menghindari diri dari serbuan berbagai informasi yg berurusan dengan kegiatan konsumsi. Di rumah, di kantor atau di kampus. Fenomena masyarakat konsumsi tersebut, yg telah melanda sebagian besar wilayah di Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Barat, saat ini juga sudah terjadi pada masyarakat di daerah-daerah lain. fenomena yg menonjol dalam masyarakat Kabupaten Aceh Barat saat ini, yg menyertai kemajuan ekonomi adalah berkembangnya budaya konsumsi yg ditandai dengan berkembangnya selera masyarakat dalam mengkonsumsi. Berbagai selera yg terlahir dari kegiatan konsumsi semakin beragam pada masyarakat Kabupaten Aceh Barat, terutama Simpang Tiga. Salah satu pola konsumsi makanan atau pangan, yaitu konsumsi masyarakat terhadap makanan pokok mengalami perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sangat menguras pikiran para pengusaha bahan pokok untuk kebutuhan makanan pokoknya yaitu beras. Beras merupakan barang pokok yg tiap hari dibutuhkan masyarakat  dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perihal yg paling berpengaruh terhadap barang pokok beras adalah pemilik usaha warung, rumah tangga dan lain sebagainya, dimana beras merupakan salah kebutuhan pokok sebagai penygga kehidupan masyarakat. Pada saat ini masyarakat di Kabupaten Aceh Barat telah memiliki persepsi berbeda dalam meilih beras untuk di konsumsi di karenakan kehadiran berbagai jenis beras dari luar daerah. Namun hal itu tak menyudutkan para pengusaha-pengusaha beras lokal seprti pabrik padi Tiro, Tangse, Keumala, Busu dan sebagainya. Persaingan beras lokal dengan beras luar daerah dan dimenangkan oleh para pengusaha beras lokal seperti beras cap bunga matahari, beras Ramos Tangse, beras Tangse Indah dan lain-lainnya. Hal ini disebabkan beras lokal mempunyai cita rasa dan kualitas produknya lebih unggul dari beras luar daerah.

Masyarakat Kabupaten Aceh Barat merupakan ciri mayarakat yg sangat peduli terhadap apa yg akan dikonsumsinya. Masyarakat  Kabupaten Aceh Barat cukup riskan dalam menanggapi setiap masalahnya, terlebih lagi masyarakat terkenal dengan usaha dagangnya dari sektor usaha warung makan. Beras merupakan salah satu faktor keberhasilan usaha warungnya, dimana masyarakat Kabupaten Aceh Barat khususnya telah mengenal usaha-usaha warung yg diminati masyarakat pada umumnya dikarenakan masakannya enak. Itu semua disebabkan oleh faktor beras nomor satu di Kabupaten Aceh Barat yg beras ramos. Ramos merupakan nama yg terkenal di kalangan masyarakat dari kalangan masyarakat dewasa hingga yg tua. Maka dari itu, perlu kajian khusus terhadap apa yg menjadi pusat perhatian masyarakat  dalam mengkonsumsi beras.

Berkembangnya pengetahuan masyarakat perihal mengkonsumsi beras, satu sisi bisa menjadi pertanda positif meningkatnya perkembangan usaha beras lokal Yg mana peningkatan selera konsumsi masyarakat dipandang sebagai efek dari naiknya penghasilan dan taraf perkembangan usaha beras lokal. Namun disisi lain, fenomena tersebut juga bisa dikatakan sebagai pertanda kemunduran rasionalitas masyarakat dalam mengkonsumsi beras, yg mana konsumsi beras lokal atau beras beras ramos dianggap sebagai pertimbangan akhir masyarakat. Konsumsi beras lokal atau ramos menjadi orientasi hidup bagi sebagian masyarakat Simpang Tiga, sehingga setiap aktifitas yg dilakukannya didasari karena kebutuhan selera konsumsi. Oleh karena itu, banyak pihak yg menyalahkan rasionalitas konsumsi beras sebagai faktor yg menyebabkan hilangnya kritisme masyarakat  terhadap berbagai hal yg vital bagi kehidupan, kebijakan pemerintah maupun fenomena hidup lainnya. Banyak hal yg bisa dibahas mengenai konsumsi. Meskipun demikian, ada beberapa fakta yg tetap tak terbantahkan, yaitu bahwa: Pertama, kita selalu terikat dengan selera konsumsi. Kedua, secara fisik kita hanya bisa bertahan melalui konsumsi beras lokal. Meskipun memang konsumsi beras lokal adalah sebagai perwujudan kebutuhan hidup kita yg tak terelakkan, namun ada beberapa perkembangan luar biasa yg harus kita waspadai berkenaan dengan perwujudan tersebut. Terutama tentang terbentuknya suatu bentuk kehidupan sosial baru yg menjadikan konsumsi beras lokal sebagai pusatnya, sehingga dikemudian hari justru muncul banyak masalah yg semakin nyata dan meresahkan bagi kita semua apabila kehabisan stok beras lokal. Perkembangan yg luar biasa ini menekankan pembedaan antara kebutuhan-kebutuhan untuk bertahan hidup bagi masyarakat dan perkembangan suatu ideologi yg berdasar pada konsumerisme. Dengan kita menelisik permasalahan yg ada, tentu kita dapat menarik berbagai kesimpulan. Dengan kebutuhan masyarakat akan selera atau kebutuhan mengkonsumsi beras lokal atau ramos, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal daerah sendiri dan menjadikan suatu lapangan kerja bagi putra-putri lokal disebakan semakin berkembangnya usaha beras lokal.

Beras Ramos merupakan beras yg diproduksi oleh masyarakat lokal Aceh, khususnya masyarakat yg berdomisili di Kecamatan Tangse, beras Ramos sudah sangat terkenal di Aceh bahkan ke luar Aceh seperti Medan dan lain sebagainya. Beras Ramos merupakan beras yg mempunyai cita rasa yg sangat enak dan mempunyai kualitas nomor satu di Aceh. Beras Ramos ini telah diminati oleh masyarakat pada umumnya, hal ini terbukti beras ini menjadi pilihan nomor satu untuk rumah-rumah makan yg ada di Aceh.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, timbul beberapa praduga terkait dengan pola konsumsi masyarakat  terhadap beras lokal atau beras ramos dan hal itu terjadi oleh beberapa faktor seperti cita rasa dan kualitas produk. Berlandaskan masalah ini penulis tertarik meneliti tentang “Analisis Pengaruh Cita Rasa dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Mengkonsumsi Beras Ramos” (Studi Pada Masyarakat Kabupaten Aceh Barat).

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan masalah yg ada, maka penulis dapat merumuskan permasalahnya sebagai berikut:
  1. Apakah cita rasa dan kualitas produk mempengaruhi keputusan mengkonsumsi beras ramos pada masyarakat Kabupaten Aceh Barat?
  2. Manakah dari kedua variabel diteliti yg dominan mempengaruhi keputusan mengkonsumsi beras ramos pada masyarakat Kabupaten Aceh Barat?
1.3 Tujuan Penelitian
Ada beberapa tujuan yg ingin dicapai penulis dalam penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui pengaruh cita rasa dan kualitas produk terhadap keputusan mengkonsumsi beras ramos pada masyarakat Kabupaten Aceh Barat.
  2. Untuk mengetahui variabel yg paling dominan mempengaruhi keputusan mengkonsumsi beras ramos pada masyarakat Kabupaten Aceh Barat.
1.4 Manfaat Penelitian
  1. Manfaat Teoritis: Sebagai referensi untuk peneliti selanjutnya tentang pengaruh citra rasa dan kualitas produk dan bahan kajian untuk mahasiswa-mahasiswa dalam memeprsiapkan diri dalam mengeluti wirausaha
  2. Manfaat Praktis: Sebagai pedoman bagi wirausaha lokal dalam bersaing dengan dengan usaha-usaha luar daerah tentang pemasaran beras dan mengetahui setiap prilaku konsumen dalam mengkonsumsi beras.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Kosmetik Wardah Pada Kalangan Wanita Di Kabupaten Aceh Barat

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian

BAB I

PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah
Kecantikan merupakan modal dasar bagi wanita modern yg senantiasa ingin menunjukkan eksistensi dirinya dalam sosialitas. Banyak cara yg dapat dilakukan wanita dalam upayanya untuk mencapai kecantikan yg diidam-idamkan. Gaya hidup modern yg cenderung praktis menuntut orang melakukan pekerjaan dengan cara yg cepat serta mudah. Hal ini berlaku juga dalam hal pemilihan kosmetik bagi wanita yg selalu ingin menghias atau mempercantik diri yg diperoleh dengan proses yg cepat. Penampilan pada wanita begitu sangat penting.

Bagi kaum wanita, kecantikan dan daya tarik fisik sangat penting bagi umat manusia. Karena dukungan sosial, popularitas, pemilihan teman hidup dan karir dipengaruhi daya tarik fisik seseorang. Kosmetik merupakan produk yg unik karena selain produk ini memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan mendasar wanita akan kecantikan sekaligus seringkali menjadi sarana bagi konsumen untuk memperjelas identitas dirinya secara social dimata masyarakat.

Produk-produk kecantikan saat ini telah banyak dijumpai di pasaran, mulai dari produk kecantikan yg dikhususkan bagi jenis kulit tertentu, hingga produk kecantikan (kosmetik) yg memiliki lisensi halal bagi kaum muslimah. Begitu banyaknya produk kosmetik yg ditawarkan dengan memberikan manfaat dalam penggunaan yg dibutuhkan oleh konsumen memacu semangat para produsen untuk meraih peluang bisnis yg ada sehingga dari peluang tersebut didapatkan keuntungan yg maksimal. Dengan majunya teknologi dan peradaban, selera pasar konsumen semakin maju pula. Konsumen semakin hari semakin kritis. Mereka menuntut kualitas, layanan, kecepatan, flexibilitas dan harga bersaing. Sehingga pengusaha atau produsen dewasa ini cenderung lebih memperhatikan kepentingan konsumen dalam hal memasarkan produk yg dihasilkan guna menciptakan kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen merupakan sasaran dari semua kegiatan pemasaran yg dilakukan dengan sukses.

Kepuasan konsumen dapat diukur dengan membandingkan harapan konsumen terhadap produk pendukungnya. Untuk itu produsen selalu berusaha menghasilkan produk kosmetik yg berkualitas, sehingga konsumen akan tertarik untuk membeli dan menggunakan produk tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan suatu model pemasaran yg tepat, dimana pemasaran merupakan salah satu titik permulaan dari proses pertumbuhan suatu perusahaan. Guna mencapai suatu kepuasan konsumen dalam memilih suatu produk maka seorang pengusaha atau produsen harus dapat memberikan kulitas terhadap suatu merknya. Kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yg menghasilkan manfaat bagi konsumen. Dimana merk sangat mempengaruhi fungsi-fungsi produksi dan keuangan sebuah perusahaan serta kegiatan-kegiatan pemasaran lainnya. Merk adalah nama, istilah, tanda, simbol/lambang, desain, warna, gerak, atau kombinasi atributatribut produk lainnya.

Pada dasarnya suatu merek juga merupakan janji penjual untuk secara konsisten menyampaikan serangkaian ciri-ciri, manfaat, dan jasa tertentu kepada para konsumen. Citra merek yg kuat memberikan sejumlah keunggulan, seperti posisi pasar yg lebih superior dibandingkan pesaing, kapabilitas unik yg sulit ditiru, loyalitas pelanggan dan pembelian ulang yg lebih besar, dan lain-lain. Keunggulan seperti inilah yg mendorong setiap perusahaan untuk berjuang keras dalam rangka mengelola merknya sedemikian rupa sehingga dapat memperoleh posisi terbaik dalam benak konsumen. Produk kosmetik yg mempunyai merek dengan kualitas yg memiliki ciri dan manfaat sesuai dengan kebutuhan dan keingginan konsumen dapat dipastikan mempunyai hasil penjualan yg tinggi karena produk yg dihasilkan adalah benar-benar dibutuhkan konsumen, seperti halnya Wardah yg diproduksi oleh perusahaannya.

Maraknya kehidupan wanita yg mengadopsi budaya luar dengan berbagai macam gaya, merambah pula penggunaan kosmetik wardah yg memang diperuntukkan bagi kaum wanita. Produk kecantikan ini merupakan salah satu produk kosmetik yg dihasilkan oleh PT. Pusaka Tradisi Ibu yg didirikan oleh Nurhayati Subakat. Usaha ibu tiga anak ini lambat laun bisa diterima pasar. Sedangkan idenya membuat kosmetik khusus ditujukan untuk kaum wanita baru muncul sepuluh tahun kemudian.

Wanita merupakan pecinta penampilan, oleh sebab itu wanita sering diidentik  dengan kecantikan. Salah satu hal yg dicoba wanita zaman sekarang untuk mempercantik diri adalah dengan menggunakan berbagai peralatan rias, diantaranya adalah kosmetik. Atas dasar itu wanita sering melirik berbagai jenis riasan untuk digunakan seperti produk yg terkait dengan penelitian ini yaitu produk wardah. Produk wardah sudah diminati oleh kalangan wanita di Kabupaten Aceh Barat khususnya, hal itu dapat kita lihat bersama dengan antusiasnya wanita-wanita di Kabupaten Aceh Barat dalam menggunakan kosmetik wardah dalam beberapa tahun kebelakang. Dari data yg diperoleh oleh Penulis, tercatat sebanyak 63 % wanita yg menggunakan produk kosmetik Wardah dari keseluruhan wanita yg ada di indonesia. Hal ini bisa dikatakan sangat tinggi peminat di kalangan wanita mengingat begitu banyaknya produk kosmetik yg bermerek lain.

Wardah adalah merek kosmetik yg telah mendapatkan sertifikasi halal dari LP POM MUI serta memberikan jaminan kebaikan produk. Apalagi bahan baku yg digunakan untuk produk kosmetik wardah sangat aman dan halal sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Adanya label halal pada produk Wardah akan membantu kedua belah pihak, baik produsen yg memproduksi maupun konsumen yg mengkonsumsi. Selain itu, adanya label halal akan melindungi pengusaha dari tuntutan konsumen dikemudian hari, serta akan melindungi konsumen dari keraguan dalam menggunakan produk. Tidak hanya itu, saja, dengan  adanya label halal maka dapat meningkatkan kepercayaan konsumen yg mayoritas muslim terhadap produk wardah, serta bisa memperkuat dan meningkatkan image produk. Dengan demikian, adanya label halal secara langsung maupun tidak akan mempengaruhi persepsi konsumen yg tentunya juga berakibat pada keputusan pembelian produk.

Pemilihan kalangan wanita Kabupaten Aceh Barat sebagai target pemasarannya adalah karena kecenderungan wanita yg rata-rata adalah anak muda senantiasa ingin tampil cantik dalam penampilan sehari-harinya, yg salah satunya dapat dilakukan dengan mempergunakan kosmetik. Keunggulan dari produk wardah dibanding dengan produk kosmetik lainnya. Faktor yg dilirik oleh kalangan wanita di Kabupaten Aceh Barat dalam memutuskan untuk membeli produk wardah yaitu kualitas produk, harga, promosi dan saluran distribusi. Kualitas produk, harga, promosi dan saluran distribusi dapat disebut sebagai bagian ujung tombak pemasaran.

Kini, hampir semua orang telah mengenal Wardah. Wardah bahkan telah menjadi produk kosmetik berkelas yg harganya lumayan mahal. Namun demikian, penjualan produk ini terus mengalami peningkatan seiring ekspansi Wardah menjadi kosmetik di bidang hiburan tanah air. Para artis kini pun kita lihat nyaman memakai wardah. Secara umum, inilah alasan orang mengapa memilih Wardah sebagai kosmetik pilihan, dan ini juga bisa menjadi alasan bagi anda mengapa harus beralih ke Wardah: (1) Jaminan halal bagi para wanita yg ingin tetap cantik, sehat dan halal, (2) Wardah memberikan kecantikan yg elegan, (3) Meskipun mahal namun awet, (4) Kandungan bahan yg menutrisi kulit.

Pada umumnya wanita memilih wardah juga karena nama brand wardah yg sudah cukup terkenal, sehingga orang merasa bangga saat menggunakan produk dengan merek terkenal dan tak diragukan lagi kualitasnya. Begitu halnya konsumen atau pelanggan yg berada di Kabupaten Aceh Barat, mereka melirik setiap kebijakan-kebijakan yg dikeluarkan oleh perusahaan Wardah apakah setiap kebijakan itu dapat bermanfaat bagi konsumen atau malah sebaliknya, misalnya konsumen melihat bagaimana kualitas produknya, apakah memenuhi standar mutu. Dari sisi harga konsumen melihat batas kewajaran harga yg diberlakukan di pasaran apakah dapat memenuhi standar yg dibutuhkan oleh konsumen dalam arti kata harga yg dapat dijangkau oleh konsumen pada umumnya. Sisi promosi, konsumen melihat bagai kebijakan promosi yg dilakukan dan dalam apakah sudah mencapai nilai tawar dari kebanyakan konsumen terhadap produk yg di pasarkan begitu halnya dengan saluran distribusinya, konsumen juga melihat kemana saja daerah pemasaran produk wardahnya apakah sudah menyeluruh dan terjamin stok barangnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian yg didasarkan pada Kualitas Produk, harga, promosi dan saluran distribusi yg justru kemudian memunculkan sebuah pertanyaan pengaruh Produk, harga, promosi dan saluran distribusi tersebut dalam memutuskan pembelian yg penulis rangkum dalam sebuah judul skripsi yaitu “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat” .


1.2. Rumusan Masalah 
Berdasarkan pemaparan latar belakang yg telah diuraikan diatas, maka ditarik suatu rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Apa saja faktor-faktor yg mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat.
  2. Bagaimana pengaruh masing-masing variabel terhadap keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat.
  3. Diantara variabel yg hendak diteliti, variabel manakah yg dominan mempengaruhi keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat.
1.3. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat beberapa tujuan yg ingin dicapai, yaitu;
  1. Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yg mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat.
  2. Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita di Kabupaten Aceh Barat.
  3. Untuk mengetahui variabel manakah yg paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat.
1.4. Kegunaan Penelitian
Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa kegunaan atau manfaat, yaitu;
  1. Kegunaan untuk peneliti, henda sebagai bahan ajaran untuk mengetahui berbagai prospek pemasaran menygkut produk wardah.
  2. Kegunaan untuk Akademisi, adanya penambahan gudang ilmu atau pustaka sebagai landasan untuk mengkaji menygkut ilmu manajemen pemasaran.
  3. Kegunaan untuk pihak lain, sebagai referensi peneliti selanjutnya dalam melekukan penelitian dengan kasus yg sama dan tolak pikir perusahaan dalam mengmbil kebijakan-kebijakan pemasaran. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070
Facebook: https://www.facebook.com/fadlul.fe

Senin, 09 Oktober 2017

Pengaruh Kedisiplinan Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Xxxx

Pengaruh Kedisiplinan Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Xxxx

BAB IPENDAHULUAN 


1.1. Latar Belakang Masalah
Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yg ada dalam suatu instansi/organisasi disamping sumber daya yg lain, misalnya modal, material, mesin dan teknologi. Dewasa ini semakin disadari oleh banyak pihak bahwa dalam menjalankan roda suatu organisasi, manusia merupakan unsur terpenting. Hal ini karena manusialah yg mengelola sumber daya lainnya yg ada dalam instansi/organisasi, sehingga menjadi bermanfaat dan tanpa adanya sumber daya manusia maka sumber daya lainnya menjadi tidak berarti. Mengingat bahwa sumber daya manusia merupakan unsur terpenting, maka pemeliharaan hubungan yg kontinyu dan serasi dengan para pegawai dalam suatu instansi/organisasi menjadi sangat penting.

Mengisi daftar hadir bukanlah jaminan bahwa pegawai akan bekerja dengan bersungguh-sungguh, karena bisa saja pada saat penyelia tidak berada di tempat kerja para pegawai justru memanfaatkan waktu tersebut untuk bersantai-santai. Suasana yg kurang kondusif, kurang perhatian atasan, tidak adanya penghargaan prestasi kerja, atau tidak adanya komunikasi yg baik dapat memberikan pengaruh yg buruk terhadap motivasi kerja pegawai. Jadi tercapainya tingkat kinerja kerja yg tinggi tidak semata-mata disebabkan oleh gaji yg tinggi, pemberian bonus akhir tahun, dan fasilitas kerja yg cukup, akan tetapi dapat pula oleh hal-hal lain yg bisa menambah semangat atau gairah kerja pegawai seperti melalui pengembangan sumber daya manusia.

Pihak manajemen dalam organisasi selalu mengharapkan kinerja kerja yg tinggi. Hal ini perlu juga diimbangi dengan adanya motivasi dan seorang pimpinan yg memiliki disiplin mengatur organisasinya dengan bijak. Disiplin kerja sangat mempengaruhi seorang pegawai dalam bekerja. Disiplin ini tidak hanya dilihat dari absensi saja tetapi juga dapat dilihat dari sikap terhadap pekerjaan. Seorang pegawai yg mempunyai disiplin tinggi akan selalu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik walaupun tidak ada yg mengawasi.

Puskesmas Xxxx merupakan sutu instansi yg bergerak dalam kegiatan pelayanan yaitu pelayanan kesehatan. Untuk menjalankan kegiatan pekerjaan dibutuhkan tenaga-tenaga untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan. Tenaga pelayanan ini mempunyai tugas diantaranya mengelola kesehatan dan melayani masyarakat yg membutuhkan perawatan kesehatan. Kondisi yg ada di  Puskesmas Xxxx menunjukkan bahwa sebagian pelayanan mempunyai kinerja yg rendah, walaupun mereka telah mempunyai disiplin yg relatif memadai. Rendahnya kinerja ini ditunjukkan dari lemahnya mereka dalam penyelesaian-penyelesaian suatu pekerjaan. Selain itu kondisi yg ada juga menunjukkan bahwa kedisiplinan yg ada relatif rendah yg tergambar dari kinerja yg rendah pula. Selain itu masih sering terlihat pegawai yg masih kurang disiplin dalam melakukan atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Keadaan ini dapat dilihat dari  lambatnya penyelesaian suatu pekerjaan yg seharusnya dapat diselesaikan dengan cepat.

Puskesmas Xxxx merupakan salah satu puskesmas yg ada di daerah Kabupaten Pidie. Puskesmas ini merupakan salah satu puskesmas dengan fasilitas dan letak yg strategis yaitu di Jalan Medan-Banda Aceh. Dengan instansi yg bergerak di bawah dinas kesehatan Kabupaten Pidie tentu memerlukan dan membutuhkan pegawai yg memiliki kinerja yg tinggi untuk mencapai tujuan instansi. Semakin banyak pegawai yg mempunyai kinerja tinggi maka produktivitas instansi secara keseluruhan akan meningkat sehingga instansi akan dapat berkembang nantinya.

Pegawai yg diinginkan instansi diharapkan mampu dalam menghadapi permasalahan yg berhubungan dengan peraturan instansi pada Puskesmas Xxxx. Namun berdasarkan kenyataan masih ada pegawai yg kurang sesuai dengan harapan instansi mengenai kedisiplinan terbukti dari informasi absensi pegawai dengan adanya beberapa pegawai yg alpa dan terlambat pada hari kerja. Adanya pegawai yg tidak taat terhadap peraturan kerja seperti pegawai yg meninggalkan tempat tugas pada waktu jam kerja tanpa ijin pimpinan. Adanya pegawai yg bekerja kurang etis seperti pegawai yg kurang sopan terhadap masyarakat. Kurangnya tingkat kedisiplinan pegawai akan mempengaruhi evaluasi kinerja pegawai.

Mengenai kedisiplinan yg terjadi pada Puskesmas Xxxx masih ada beberapa pegawai yg kurang disiplin dari segi disiplin waktu, disiplin tanggung jawab, dan disiplin pekerjaan terlihat dari permasalahan diatas. Kedisiplinan itu sangatlah penting dalam sebagai instansi. Dengan adanya kedisiplinan yg tinggi pegawai maka hubungan antara pegawai dan pimpinan akan terjalin baik, tujuan instansi dapat tercapai secara maksimal dan akan mempengaruhi kinerja pegawai itu sendiri, dan akan berdampak positif pada kinerja puskesmas, dan mampu bersaing pada pasar puskesmas di Kabupaten Pidie.

Salah satu syarat agar kedisiplinan dapat ditumbuhkan dalam lingkungan  kerja ialah, adanya pembagian kerja yg tuntas sampai kepada pegawai atau  petugas  yg paling bawah, sehingga setiap orang tahu dengan sadar apa tugasnya, bagaimana melakukannya, kapan pekerjaan dimulai dan selesai, seperti apa hasil kerja yg diinginkan, dan kepada siapa mempertanggung jawabkan hasil pekerjaan itu. Tanpa  adanya disiplin yg baik, jangan harap akan dapat diwujudkan adanya sosok  pemimpin sebagaimana yg diharapkan oleh organisasi dan masyarakat. Kinerja pegawai sangat diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Hal tersebut sangat berkaitan dengan beberapa factor yg mempengaruhinya, seperti disiplin kerja pegawai karena tanpa disiplin kerja yg bagus dari pegawai akan sulit dicapai kinerja pegawai yg diharapkan dalam organisasi.

Berdasarkan permasalahan di atas maka penulis tertarik mengangkat judul tentang “Pengaruh Kedisiplinan Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Xxxx

1.2. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang yg telah di uraikan atas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: “Bagaimana pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai Puskesmas Xxxx?”

1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yg ingin dicapai pada penelitian ini adalah sebagai berikut: “Untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai Puskesmas Xxxx”

1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yg diharapkan dari penelitian ini antara lain:
  1. Secara akademis dapat digunakan untuk pengembangan teori dari manajemen sumber daya manusia.
  2. Sebagai bahan masukan khususnya kepada Puskesmas Xxxx tentang pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja kerja pegawai.
  3. Bagi peneliti berikutnya, dapat dipergunakan sebagai bahan informasi dan referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai kedisiplinan dan kinerja pegawai.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengertian Pemasaran Jasa Menurut Para Ahli

Pengertian Pemasaran Jasa Dalam konsep pemasaran modern telah dikatakan bahwa titik tolak dari kegiatan pemasaran ialah mengetahui kebu...