Jumat, 13 Oktober 2017

Analisis Pengaruh Perilaku Konsumen Dalam Menanggapi Produk Baru Android Di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat

Analisis Pengaruh Perilaku Konsumen Dalam Menanggapi Produk Baru

BAB IPENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi informasi berperan penting dalam berbagai sector kehidupan manusia. Teknologi  informasi yg terus berkembang sampai sekarang ini adalah mobile phone. Dahulu mobile phone hanya bias digunakan untuk komunikasi suara anta manusia. Tetapi sekarang kemampuan mobile phone sudah sangat cangih, dimana yg dulunya hanya bias dilakukan oleh komputer sekarang dapat dilakukan oleh mobile phone. Mobile phone jenis ini dikenal oleh masyarakat luas dengan smartphone.

Salah satu system operasi mobile yg digunakkan oleh smartphone adalah Android. Android adalah sebuah system operasi untuk smartphone berbasis linux. Kemampuan Android menjadi hamper tidak terbatas karena banyak orang yg mengembangkan source code Android. Apa yg dulu hanya bias dilakukan oleh computer kni dapat dilakukan oleh Android sehingga Android membuat segala pekerjaan yg dilakukan oleh computer dapat dikerjakan secara mobile.

Perkembangan dunia yg pesat juga membuat berbagai teknologi dapat dijangkau oleh masyatakat luas, seperti contoh security camera. Security camera memberikan rasa aman pada manusia karena untuk memantau dan mengawasi sesuatu, manusia tidak perlu berada di tempat tetapi cukup dengan melihat computer yg terhubung dengan security camera.

Permasalahan kembali muncul karena komputer dianggap terlalu besar ukurannya sehingga penggunaan security camera menjadi kurang praktis. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan Android yg berfungsi sebagai pengontrol webcam sehingga manusia dapat melakukan pemantauan secara mobile.

Android adalah sistem operasi yg digunakan di smartphone dan juga tablet PC. Fungsinya sama seperti sistem operasi Symbian di Nokia, iOS di Apple dan BlackBerry OS. Android tidak terikat ke satu merek Handphone saja, beberapa vendor terkenal yg sudah memakai Android antara lain Samsung , Sony Ericsson, HTC, Nexus, Motorolla, dan lain-lain. Android pertama kali dikembangkan oleh perusahaan bernama Android Inc., dan pada tahun 2005 di akuisisi oleh raksasa Internet Google. Android dibuat dengan basis kernel Linux yg telah dimodifikasi, dan untuk setiap release-nya diberi kode nama berdasarkan nama hidangan makanan. Keunggulan utama Android adalah gratis dan open source, yg membuat smartphone Android dijual lebih murah dibandingkan dengan Blackberry atau iPhone meski fitur (hardware) yg ditawarkan Android lebih baik.

Penjualan smartphone berbasis Android di Aceh meningkat cukup tajam setelah diluncurkannya aplikasi BlackBerry Massenger (BBM) pada minggu lalu. Dari puluhan smartphone Android yg beredar di pasar, Samsung masih berada di urutan pertama terlaris. Merek lainnya yg juga banyak dicari adalah Oppo, Advan, Lenovo, dan HTC.

Beberapa fitur utama dari Android antara lain WiFi hotspot, Multi-touch, Multitasking, GPS, accelerometers, support java, mendukung banyak jaringan (GSM/EDGE, IDEN, CDMA, EV-DO, UMTS, Bluetooth, Wi-Fi, LTE & WiMAX) serta juga kemampuan dasar handphone pada umumnya.
Perilaku konsumen adalah perilaku yg diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yg diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yg ditawarkan.

Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yg terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.

Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yg berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user. Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yg memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Pengaruh Perilaku Konsumen Dalam Menanggapi Produk Baru Android Di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat ”.

1.2. Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut :
  1. Bagaimana pengaruh perilaku konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat?
  2. Bagaimana pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat?
  3. Di antara motivasi, persepsi dan sikap konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat manakah faktor dominannya?
1.3  Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk menjelaskan pengaruh perilaku konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat.
  2. Untuk mengetahui pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat.
  3. Untuk mengetahui apakah faktor dominan yg mempengaruhi konsumen dalam menanggapi produk baru Android di Kecamatan Kawai Kabupaten Aceh Barat dari pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis
Sebagai referensi untuk peneliti selanjutnya tentang pengaruh perilaku konsumen dalam menanggapi Produk Baru Android dan bahan kajian untuk mahasiswa-mahasiswa dalam memeprsiapkan diri dalam menggeluti wirausaha

1.4.2 Manfaat Praktis
  1. Sebagai pedoman bagi pemasar produk baru Android dalam bersaing dengan dengan pemasar-pemasar lain tentang pemasaran produk baru Android dan mengetahui setiap prilaku konsumen dalam menanggapi produk Android.
  2. Sebagai tugas akhir yg merupakan salah satu kewajiban yg harus dilaksanakan sebelum memperoleh gelar.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Analisis Pengaruh Cita Rasa dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Mengkonsumsi Beras Ramos

Analisis Pengaruh Cita Rasa dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Mengkonsumsi

BAB IPENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Masyarakat modern adalah masyarakat konsumtif. Masyarakat yg terus menerus berkonsumsi. Namun konsumsi yg dilakukan bukan lagi hanya sekedar kegiatan yg berasal dari produksi. Konsumsi tidak lagi sekedar kegiatan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar dan fungsional manusia. Konsumsi telah menjadi budaya, budaya konsumsi. Sistem masyarakat pun telah berubah, dan yg ada kini adalah masyarakat konsumen, yg mana kebijakan dan aturan-aturan sosial masyarakat sangat dipengaruhi oleh kebijakan pasar.

Fenomena yg terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat  konsumen, juga sangat diwarnai dengan kegempitaan kegiatan konsumsi. Bagi masyarakat konsumen, saat ini hampir tidak ada ruang dan waktu tersisa untuk menghindari diri dari serbuan berbagai informasi yg berurusan dengan kegiatan konsumsi. Di rumah, di kantor atau di kampus. Fenomena masyarakat konsumsi tersebut, yg telah melanda sebagian besar wilayah di Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Barat, saat ini juga sudah terjadi pada masyarakat di daerah-daerah lain. fenomena yg menonjol dalam masyarakat Kabupaten Aceh Barat saat ini, yg menyertai kemajuan ekonomi adalah berkembangnya budaya konsumsi yg ditandai dengan berkembangnya selera masyarakat dalam mengkonsumsi. Berbagai selera yg terlahir dari kegiatan konsumsi semakin beragam pada masyarakat Kabupaten Aceh Barat, terutama Simpang Tiga. Salah satu pola konsumsi makanan atau pangan, yaitu konsumsi masyarakat terhadap makanan pokok mengalami perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sangat menguras pikiran para pengusaha bahan pokok untuk kebutuhan makanan pokoknya yaitu beras. Beras merupakan barang pokok yg tiap hari dibutuhkan masyarakat  dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perihal yg paling berpengaruh terhadap barang pokok beras adalah pemilik usaha warung, rumah tangga dan lain sebagainya, dimana beras merupakan salah kebutuhan pokok sebagai penygga kehidupan masyarakat. Pada saat ini masyarakat di Kabupaten Aceh Barat telah memiliki persepsi berbeda dalam meilih beras untuk di konsumsi di karenakan kehadiran berbagai jenis beras dari luar daerah. Namun hal itu tak menyudutkan para pengusaha-pengusaha beras lokal seprti pabrik padi Tiro, Tangse, Keumala, Busu dan sebagainya. Persaingan beras lokal dengan beras luar daerah dan dimenangkan oleh para pengusaha beras lokal seperti beras cap bunga matahari, beras Ramos Tangse, beras Tangse Indah dan lain-lainnya. Hal ini disebabkan beras lokal mempunyai cita rasa dan kualitas produknya lebih unggul dari beras luar daerah.

Masyarakat Kabupaten Aceh Barat merupakan ciri mayarakat yg sangat peduli terhadap apa yg akan dikonsumsinya. Masyarakat  Kabupaten Aceh Barat cukup riskan dalam menanggapi setiap masalahnya, terlebih lagi masyarakat terkenal dengan usaha dagangnya dari sektor usaha warung makan. Beras merupakan salah satu faktor keberhasilan usaha warungnya, dimana masyarakat Kabupaten Aceh Barat khususnya telah mengenal usaha-usaha warung yg diminati masyarakat pada umumnya dikarenakan masakannya enak. Itu semua disebabkan oleh faktor beras nomor satu di Kabupaten Aceh Barat yg beras ramos. Ramos merupakan nama yg terkenal di kalangan masyarakat dari kalangan masyarakat dewasa hingga yg tua. Maka dari itu, perlu kajian khusus terhadap apa yg menjadi pusat perhatian masyarakat  dalam mengkonsumsi beras.

Berkembangnya pengetahuan masyarakat perihal mengkonsumsi beras, satu sisi bisa menjadi pertanda positif meningkatnya perkembangan usaha beras lokal Yg mana peningkatan selera konsumsi masyarakat dipandang sebagai efek dari naiknya penghasilan dan taraf perkembangan usaha beras lokal. Namun disisi lain, fenomena tersebut juga bisa dikatakan sebagai pertanda kemunduran rasionalitas masyarakat dalam mengkonsumsi beras, yg mana konsumsi beras lokal atau beras beras ramos dianggap sebagai pertimbangan akhir masyarakat. Konsumsi beras lokal atau ramos menjadi orientasi hidup bagi sebagian masyarakat Simpang Tiga, sehingga setiap aktifitas yg dilakukannya didasari karena kebutuhan selera konsumsi. Oleh karena itu, banyak pihak yg menyalahkan rasionalitas konsumsi beras sebagai faktor yg menyebabkan hilangnya kritisme masyarakat  terhadap berbagai hal yg vital bagi kehidupan, kebijakan pemerintah maupun fenomena hidup lainnya. Banyak hal yg bisa dibahas mengenai konsumsi. Meskipun demikian, ada beberapa fakta yg tetap tak terbantahkan, yaitu bahwa: Pertama, kita selalu terikat dengan selera konsumsi. Kedua, secara fisik kita hanya bisa bertahan melalui konsumsi beras lokal. Meskipun memang konsumsi beras lokal adalah sebagai perwujudan kebutuhan hidup kita yg tak terelakkan, namun ada beberapa perkembangan luar biasa yg harus kita waspadai berkenaan dengan perwujudan tersebut. Terutama tentang terbentuknya suatu bentuk kehidupan sosial baru yg menjadikan konsumsi beras lokal sebagai pusatnya, sehingga dikemudian hari justru muncul banyak masalah yg semakin nyata dan meresahkan bagi kita semua apabila kehabisan stok beras lokal. Perkembangan yg luar biasa ini menekankan pembedaan antara kebutuhan-kebutuhan untuk bertahan hidup bagi masyarakat dan perkembangan suatu ideologi yg berdasar pada konsumerisme. Dengan kita menelisik permasalahan yg ada, tentu kita dapat menarik berbagai kesimpulan. Dengan kebutuhan masyarakat akan selera atau kebutuhan mengkonsumsi beras lokal atau ramos, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal daerah sendiri dan menjadikan suatu lapangan kerja bagi putra-putri lokal disebakan semakin berkembangnya usaha beras lokal.

Beras Ramos merupakan beras yg diproduksi oleh masyarakat lokal Aceh, khususnya masyarakat yg berdomisili di Kecamatan Tangse, beras Ramos sudah sangat terkenal di Aceh bahkan ke luar Aceh seperti Medan dan lain sebagainya. Beras Ramos merupakan beras yg mempunyai cita rasa yg sangat enak dan mempunyai kualitas nomor satu di Aceh. Beras Ramos ini telah diminati oleh masyarakat pada umumnya, hal ini terbukti beras ini menjadi pilihan nomor satu untuk rumah-rumah makan yg ada di Aceh.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, timbul beberapa praduga terkait dengan pola konsumsi masyarakat  terhadap beras lokal atau beras ramos dan hal itu terjadi oleh beberapa faktor seperti cita rasa dan kualitas produk. Berlandaskan masalah ini penulis tertarik meneliti tentang “Analisis Pengaruh Cita Rasa dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Mengkonsumsi Beras Ramos” (Studi Pada Masyarakat Kabupaten Aceh Barat).

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan masalah yg ada, maka penulis dapat merumuskan permasalahnya sebagai berikut:
  1. Apakah cita rasa dan kualitas produk mempengaruhi keputusan mengkonsumsi beras ramos pada masyarakat Kabupaten Aceh Barat?
  2. Manakah dari kedua variabel diteliti yg dominan mempengaruhi keputusan mengkonsumsi beras ramos pada masyarakat Kabupaten Aceh Barat?
1.3 Tujuan Penelitian
Ada beberapa tujuan yg ingin dicapai penulis dalam penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui pengaruh cita rasa dan kualitas produk terhadap keputusan mengkonsumsi beras ramos pada masyarakat Kabupaten Aceh Barat.
  2. Untuk mengetahui variabel yg paling dominan mempengaruhi keputusan mengkonsumsi beras ramos pada masyarakat Kabupaten Aceh Barat.
1.4 Manfaat Penelitian
  1. Manfaat Teoritis: Sebagai referensi untuk peneliti selanjutnya tentang pengaruh citra rasa dan kualitas produk dan bahan kajian untuk mahasiswa-mahasiswa dalam memeprsiapkan diri dalam mengeluti wirausaha
  2. Manfaat Praktis: Sebagai pedoman bagi wirausaha lokal dalam bersaing dengan dengan usaha-usaha luar daerah tentang pemasaran beras dan mengetahui setiap prilaku konsumen dalam mengkonsumsi beras.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Kosmetik Wardah Pada Kalangan Wanita Di Kabupaten Aceh Barat

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian

BAB I

PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah
Kecantikan merupakan modal dasar bagi wanita modern yg senantiasa ingin menunjukkan eksistensi dirinya dalam sosialitas. Banyak cara yg dapat dilakukan wanita dalam upayanya untuk mencapai kecantikan yg diidam-idamkan. Gaya hidup modern yg cenderung praktis menuntut orang melakukan pekerjaan dengan cara yg cepat serta mudah. Hal ini berlaku juga dalam hal pemilihan kosmetik bagi wanita yg selalu ingin menghias atau mempercantik diri yg diperoleh dengan proses yg cepat. Penampilan pada wanita begitu sangat penting.

Bagi kaum wanita, kecantikan dan daya tarik fisik sangat penting bagi umat manusia. Karena dukungan sosial, popularitas, pemilihan teman hidup dan karir dipengaruhi daya tarik fisik seseorang. Kosmetik merupakan produk yg unik karena selain produk ini memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan mendasar wanita akan kecantikan sekaligus seringkali menjadi sarana bagi konsumen untuk memperjelas identitas dirinya secara social dimata masyarakat.

Produk-produk kecantikan saat ini telah banyak dijumpai di pasaran, mulai dari produk kecantikan yg dikhususkan bagi jenis kulit tertentu, hingga produk kecantikan (kosmetik) yg memiliki lisensi halal bagi kaum muslimah. Begitu banyaknya produk kosmetik yg ditawarkan dengan memberikan manfaat dalam penggunaan yg dibutuhkan oleh konsumen memacu semangat para produsen untuk meraih peluang bisnis yg ada sehingga dari peluang tersebut didapatkan keuntungan yg maksimal. Dengan majunya teknologi dan peradaban, selera pasar konsumen semakin maju pula. Konsumen semakin hari semakin kritis. Mereka menuntut kualitas, layanan, kecepatan, flexibilitas dan harga bersaing. Sehingga pengusaha atau produsen dewasa ini cenderung lebih memperhatikan kepentingan konsumen dalam hal memasarkan produk yg dihasilkan guna menciptakan kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen merupakan sasaran dari semua kegiatan pemasaran yg dilakukan dengan sukses.

Kepuasan konsumen dapat diukur dengan membandingkan harapan konsumen terhadap produk pendukungnya. Untuk itu produsen selalu berusaha menghasilkan produk kosmetik yg berkualitas, sehingga konsumen akan tertarik untuk membeli dan menggunakan produk tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan suatu model pemasaran yg tepat, dimana pemasaran merupakan salah satu titik permulaan dari proses pertumbuhan suatu perusahaan. Guna mencapai suatu kepuasan konsumen dalam memilih suatu produk maka seorang pengusaha atau produsen harus dapat memberikan kulitas terhadap suatu merknya. Kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yg menghasilkan manfaat bagi konsumen. Dimana merk sangat mempengaruhi fungsi-fungsi produksi dan keuangan sebuah perusahaan serta kegiatan-kegiatan pemasaran lainnya. Merk adalah nama, istilah, tanda, simbol/lambang, desain, warna, gerak, atau kombinasi atributatribut produk lainnya.

Pada dasarnya suatu merek juga merupakan janji penjual untuk secara konsisten menyampaikan serangkaian ciri-ciri, manfaat, dan jasa tertentu kepada para konsumen. Citra merek yg kuat memberikan sejumlah keunggulan, seperti posisi pasar yg lebih superior dibandingkan pesaing, kapabilitas unik yg sulit ditiru, loyalitas pelanggan dan pembelian ulang yg lebih besar, dan lain-lain. Keunggulan seperti inilah yg mendorong setiap perusahaan untuk berjuang keras dalam rangka mengelola merknya sedemikian rupa sehingga dapat memperoleh posisi terbaik dalam benak konsumen. Produk kosmetik yg mempunyai merek dengan kualitas yg memiliki ciri dan manfaat sesuai dengan kebutuhan dan keingginan konsumen dapat dipastikan mempunyai hasil penjualan yg tinggi karena produk yg dihasilkan adalah benar-benar dibutuhkan konsumen, seperti halnya Wardah yg diproduksi oleh perusahaannya.

Maraknya kehidupan wanita yg mengadopsi budaya luar dengan berbagai macam gaya, merambah pula penggunaan kosmetik wardah yg memang diperuntukkan bagi kaum wanita. Produk kecantikan ini merupakan salah satu produk kosmetik yg dihasilkan oleh PT. Pusaka Tradisi Ibu yg didirikan oleh Nurhayati Subakat. Usaha ibu tiga anak ini lambat laun bisa diterima pasar. Sedangkan idenya membuat kosmetik khusus ditujukan untuk kaum wanita baru muncul sepuluh tahun kemudian.

Wanita merupakan pecinta penampilan, oleh sebab itu wanita sering diidentik  dengan kecantikan. Salah satu hal yg dicoba wanita zaman sekarang untuk mempercantik diri adalah dengan menggunakan berbagai peralatan rias, diantaranya adalah kosmetik. Atas dasar itu wanita sering melirik berbagai jenis riasan untuk digunakan seperti produk yg terkait dengan penelitian ini yaitu produk wardah. Produk wardah sudah diminati oleh kalangan wanita di Kabupaten Aceh Barat khususnya, hal itu dapat kita lihat bersama dengan antusiasnya wanita-wanita di Kabupaten Aceh Barat dalam menggunakan kosmetik wardah dalam beberapa tahun kebelakang. Dari data yg diperoleh oleh Penulis, tercatat sebanyak 63 % wanita yg menggunakan produk kosmetik Wardah dari keseluruhan wanita yg ada di indonesia. Hal ini bisa dikatakan sangat tinggi peminat di kalangan wanita mengingat begitu banyaknya produk kosmetik yg bermerek lain.

Wardah adalah merek kosmetik yg telah mendapatkan sertifikasi halal dari LP POM MUI serta memberikan jaminan kebaikan produk. Apalagi bahan baku yg digunakan untuk produk kosmetik wardah sangat aman dan halal sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Adanya label halal pada produk Wardah akan membantu kedua belah pihak, baik produsen yg memproduksi maupun konsumen yg mengkonsumsi. Selain itu, adanya label halal akan melindungi pengusaha dari tuntutan konsumen dikemudian hari, serta akan melindungi konsumen dari keraguan dalam menggunakan produk. Tidak hanya itu, saja, dengan  adanya label halal maka dapat meningkatkan kepercayaan konsumen yg mayoritas muslim terhadap produk wardah, serta bisa memperkuat dan meningkatkan image produk. Dengan demikian, adanya label halal secara langsung maupun tidak akan mempengaruhi persepsi konsumen yg tentunya juga berakibat pada keputusan pembelian produk.

Pemilihan kalangan wanita Kabupaten Aceh Barat sebagai target pemasarannya adalah karena kecenderungan wanita yg rata-rata adalah anak muda senantiasa ingin tampil cantik dalam penampilan sehari-harinya, yg salah satunya dapat dilakukan dengan mempergunakan kosmetik. Keunggulan dari produk wardah dibanding dengan produk kosmetik lainnya. Faktor yg dilirik oleh kalangan wanita di Kabupaten Aceh Barat dalam memutuskan untuk membeli produk wardah yaitu kualitas produk, harga, promosi dan saluran distribusi. Kualitas produk, harga, promosi dan saluran distribusi dapat disebut sebagai bagian ujung tombak pemasaran.

Kini, hampir semua orang telah mengenal Wardah. Wardah bahkan telah menjadi produk kosmetik berkelas yg harganya lumayan mahal. Namun demikian, penjualan produk ini terus mengalami peningkatan seiring ekspansi Wardah menjadi kosmetik di bidang hiburan tanah air. Para artis kini pun kita lihat nyaman memakai wardah. Secara umum, inilah alasan orang mengapa memilih Wardah sebagai kosmetik pilihan, dan ini juga bisa menjadi alasan bagi anda mengapa harus beralih ke Wardah: (1) Jaminan halal bagi para wanita yg ingin tetap cantik, sehat dan halal, (2) Wardah memberikan kecantikan yg elegan, (3) Meskipun mahal namun awet, (4) Kandungan bahan yg menutrisi kulit.

Pada umumnya wanita memilih wardah juga karena nama brand wardah yg sudah cukup terkenal, sehingga orang merasa bangga saat menggunakan produk dengan merek terkenal dan tak diragukan lagi kualitasnya. Begitu halnya konsumen atau pelanggan yg berada di Kabupaten Aceh Barat, mereka melirik setiap kebijakan-kebijakan yg dikeluarkan oleh perusahaan Wardah apakah setiap kebijakan itu dapat bermanfaat bagi konsumen atau malah sebaliknya, misalnya konsumen melihat bagaimana kualitas produknya, apakah memenuhi standar mutu. Dari sisi harga konsumen melihat batas kewajaran harga yg diberlakukan di pasaran apakah dapat memenuhi standar yg dibutuhkan oleh konsumen dalam arti kata harga yg dapat dijangkau oleh konsumen pada umumnya. Sisi promosi, konsumen melihat bagai kebijakan promosi yg dilakukan dan dalam apakah sudah mencapai nilai tawar dari kebanyakan konsumen terhadap produk yg di pasarkan begitu halnya dengan saluran distribusinya, konsumen juga melihat kemana saja daerah pemasaran produk wardahnya apakah sudah menyeluruh dan terjamin stok barangnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian yg didasarkan pada Kualitas Produk, harga, promosi dan saluran distribusi yg justru kemudian memunculkan sebuah pertanyaan pengaruh Produk, harga, promosi dan saluran distribusi tersebut dalam memutuskan pembelian yg penulis rangkum dalam sebuah judul skripsi yaitu “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat” .


1.2. Rumusan Masalah 
Berdasarkan pemaparan latar belakang yg telah diuraikan diatas, maka ditarik suatu rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Apa saja faktor-faktor yg mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat.
  2. Bagaimana pengaruh masing-masing variabel terhadap keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat.
  3. Diantara variabel yg hendak diteliti, variabel manakah yg dominan mempengaruhi keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat.
1.3. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat beberapa tujuan yg ingin dicapai, yaitu;
  1. Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yg mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat.
  2. Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita di Kabupaten Aceh Barat.
  3. Untuk mengetahui variabel manakah yg paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada kalangan Wanita  di Kabupaten Aceh Barat.
1.4. Kegunaan Penelitian
Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa kegunaan atau manfaat, yaitu;
  1. Kegunaan untuk peneliti, henda sebagai bahan ajaran untuk mengetahui berbagai prospek pemasaran menygkut produk wardah.
  2. Kegunaan untuk Akademisi, adanya penambahan gudang ilmu atau pustaka sebagai landasan untuk mengkaji menygkut ilmu manajemen pemasaran.
  3. Kegunaan untuk pihak lain, sebagai referensi peneliti selanjutnya dalam melekukan penelitian dengan kasus yg sama dan tolak pikir perusahaan dalam mengmbil kebijakan-kebijakan pemasaran. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070
Facebook: https://www.facebook.com/fadlul.fe

Senin, 09 Oktober 2017

Pengaruh Kedisiplinan Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Xxxx

Pengaruh Kedisiplinan Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Xxxx

BAB IPENDAHULUAN 


1.1. Latar Belakang Masalah
Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yg ada dalam suatu instansi/organisasi disamping sumber daya yg lain, misalnya modal, material, mesin dan teknologi. Dewasa ini semakin disadari oleh banyak pihak bahwa dalam menjalankan roda suatu organisasi, manusia merupakan unsur terpenting. Hal ini karena manusialah yg mengelola sumber daya lainnya yg ada dalam instansi/organisasi, sehingga menjadi bermanfaat dan tanpa adanya sumber daya manusia maka sumber daya lainnya menjadi tidak berarti. Mengingat bahwa sumber daya manusia merupakan unsur terpenting, maka pemeliharaan hubungan yg kontinyu dan serasi dengan para pegawai dalam suatu instansi/organisasi menjadi sangat penting.

Mengisi daftar hadir bukanlah jaminan bahwa pegawai akan bekerja dengan bersungguh-sungguh, karena bisa saja pada saat penyelia tidak berada di tempat kerja para pegawai justru memanfaatkan waktu tersebut untuk bersantai-santai. Suasana yg kurang kondusif, kurang perhatian atasan, tidak adanya penghargaan prestasi kerja, atau tidak adanya komunikasi yg baik dapat memberikan pengaruh yg buruk terhadap motivasi kerja pegawai. Jadi tercapainya tingkat kinerja kerja yg tinggi tidak semata-mata disebabkan oleh gaji yg tinggi, pemberian bonus akhir tahun, dan fasilitas kerja yg cukup, akan tetapi dapat pula oleh hal-hal lain yg bisa menambah semangat atau gairah kerja pegawai seperti melalui pengembangan sumber daya manusia.

Pihak manajemen dalam organisasi selalu mengharapkan kinerja kerja yg tinggi. Hal ini perlu juga diimbangi dengan adanya motivasi dan seorang pimpinan yg memiliki disiplin mengatur organisasinya dengan bijak. Disiplin kerja sangat mempengaruhi seorang pegawai dalam bekerja. Disiplin ini tidak hanya dilihat dari absensi saja tetapi juga dapat dilihat dari sikap terhadap pekerjaan. Seorang pegawai yg mempunyai disiplin tinggi akan selalu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik walaupun tidak ada yg mengawasi.

Puskesmas Xxxx merupakan sutu instansi yg bergerak dalam kegiatan pelayanan yaitu pelayanan kesehatan. Untuk menjalankan kegiatan pekerjaan dibutuhkan tenaga-tenaga untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan. Tenaga pelayanan ini mempunyai tugas diantaranya mengelola kesehatan dan melayani masyarakat yg membutuhkan perawatan kesehatan. Kondisi yg ada di  Puskesmas Xxxx menunjukkan bahwa sebagian pelayanan mempunyai kinerja yg rendah, walaupun mereka telah mempunyai disiplin yg relatif memadai. Rendahnya kinerja ini ditunjukkan dari lemahnya mereka dalam penyelesaian-penyelesaian suatu pekerjaan. Selain itu kondisi yg ada juga menunjukkan bahwa kedisiplinan yg ada relatif rendah yg tergambar dari kinerja yg rendah pula. Selain itu masih sering terlihat pegawai yg masih kurang disiplin dalam melakukan atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Keadaan ini dapat dilihat dari  lambatnya penyelesaian suatu pekerjaan yg seharusnya dapat diselesaikan dengan cepat.

Puskesmas Xxxx merupakan salah satu puskesmas yg ada di daerah Kabupaten Pidie. Puskesmas ini merupakan salah satu puskesmas dengan fasilitas dan letak yg strategis yaitu di Jalan Medan-Banda Aceh. Dengan instansi yg bergerak di bawah dinas kesehatan Kabupaten Pidie tentu memerlukan dan membutuhkan pegawai yg memiliki kinerja yg tinggi untuk mencapai tujuan instansi. Semakin banyak pegawai yg mempunyai kinerja tinggi maka produktivitas instansi secara keseluruhan akan meningkat sehingga instansi akan dapat berkembang nantinya.

Pegawai yg diinginkan instansi diharapkan mampu dalam menghadapi permasalahan yg berhubungan dengan peraturan instansi pada Puskesmas Xxxx. Namun berdasarkan kenyataan masih ada pegawai yg kurang sesuai dengan harapan instansi mengenai kedisiplinan terbukti dari informasi absensi pegawai dengan adanya beberapa pegawai yg alpa dan terlambat pada hari kerja. Adanya pegawai yg tidak taat terhadap peraturan kerja seperti pegawai yg meninggalkan tempat tugas pada waktu jam kerja tanpa ijin pimpinan. Adanya pegawai yg bekerja kurang etis seperti pegawai yg kurang sopan terhadap masyarakat. Kurangnya tingkat kedisiplinan pegawai akan mempengaruhi evaluasi kinerja pegawai.

Mengenai kedisiplinan yg terjadi pada Puskesmas Xxxx masih ada beberapa pegawai yg kurang disiplin dari segi disiplin waktu, disiplin tanggung jawab, dan disiplin pekerjaan terlihat dari permasalahan diatas. Kedisiplinan itu sangatlah penting dalam sebagai instansi. Dengan adanya kedisiplinan yg tinggi pegawai maka hubungan antara pegawai dan pimpinan akan terjalin baik, tujuan instansi dapat tercapai secara maksimal dan akan mempengaruhi kinerja pegawai itu sendiri, dan akan berdampak positif pada kinerja puskesmas, dan mampu bersaing pada pasar puskesmas di Kabupaten Pidie.

Salah satu syarat agar kedisiplinan dapat ditumbuhkan dalam lingkungan  kerja ialah, adanya pembagian kerja yg tuntas sampai kepada pegawai atau  petugas  yg paling bawah, sehingga setiap orang tahu dengan sadar apa tugasnya, bagaimana melakukannya, kapan pekerjaan dimulai dan selesai, seperti apa hasil kerja yg diinginkan, dan kepada siapa mempertanggung jawabkan hasil pekerjaan itu. Tanpa  adanya disiplin yg baik, jangan harap akan dapat diwujudkan adanya sosok  pemimpin sebagaimana yg diharapkan oleh organisasi dan masyarakat. Kinerja pegawai sangat diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Hal tersebut sangat berkaitan dengan beberapa factor yg mempengaruhinya, seperti disiplin kerja pegawai karena tanpa disiplin kerja yg bagus dari pegawai akan sulit dicapai kinerja pegawai yg diharapkan dalam organisasi.

Berdasarkan permasalahan di atas maka penulis tertarik mengangkat judul tentang “Pengaruh Kedisiplinan Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Xxxx

1.2. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang yg telah di uraikan atas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: “Bagaimana pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai Puskesmas Xxxx?”

1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yg ingin dicapai pada penelitian ini adalah sebagai berikut: “Untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai Puskesmas Xxxx”

1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yg diharapkan dari penelitian ini antara lain:
  1. Secara akademis dapat digunakan untuk pengembangan teori dari manajemen sumber daya manusia.
  2. Sebagai bahan masukan khususnya kepada Puskesmas Xxxx tentang pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja kerja pegawai.
  3. Bagi peneliti berikutnya, dapat dipergunakan sebagai bahan informasi dan referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai kedisiplinan dan kinerja pegawai.
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Hukuman Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya

Pengaruh Hukuman Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya

BAB IPENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Sumber daya manusia (SDM) berperan sangat penting sebagai unsur utama sebuah Dinas (instansi) dibandingkan unsur lainnya seperti modal dan teknologi, sebab manusia itu sendiri yg mengendalikan penuh jalannya sebuah Dinas (instansi) . Secanggih apapun sumber daya yg dimiliki Dinas (instansi)  akan terasa nihil jika tidak dilengkapi dengan kemampuan yg berkualitas dan berkompeten dari sumber daya manusia yg dimilikinya. Kemampuan yg berkualitas dan berkompeten dari sumber daya manusia itulah yg akan menjadi persaingan ketat dalam menentukan kemajuan sebuah Dinas (instansi)  di masa yg akan datang.

Bekerja pada Dinas (instansi) bukanlah sesuatu hal yg mudah. Banyak hambatan yg mungkin akan dihadapi dalam mewujudkan Dinas (instansi)  yg berkualitas dan berkompeten, terutama mengelola manusia di dalam Dinas (instansi). Pengelolaan sumber daya manusia dalam Dinas (instansi)  menjadi makin terasa penting karena sumber keberhasilan Dinas (instansi)  di masa yg akan datang ditentukan oleh seberapa baik Dinas (instansi)  mengelola sumber daya manusia yg dimiliki. Keberadaan manajemen sumber daya manusia dalam suatu Dinas (instansi)  bertujuan untuk meningkatkan kontribusi pegawai  terhadap organisasi dalam rangka mencapai tujuan Dinas (instansi).

Dinas (instansi)  yg memiliki sumber daya manusia yg berkualitas dan berkompeten sudah pasti ditunjang dengan Prestasi kerja yg baik. Prestasi kerja merupakan hasil kerja secara kualitas ataupun kuantitas yg dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yg diberikan kepadanya. Kesuksesan sebuah Dinas (instansi)  bergantung kepada prestasi kerja setiap pegawai nya. Dinas (instansi)  yg memiliki pegawai  dengan prestasi kerja yg baik akan memudahkan Dinas (instansi)  dalam mencapai tujuan yg telah ditetapkan dan dapat bersaing dengan Dinas (instansi)  lainnya di masa kini dan masa yg akan datang.

Demi mewujudkan kesuksesan sebuah organisasi atau Dinas (instansi), maka di dalam Dinas (instansi)  juga perlu dilakukan suatu cara untuk meningkatkan Prestasi kerja Pegawai , salah satunya dengan memperhatikan tingkat kepuasan kerja. Kepuasan kerja adalah hasil dari persepsi pegawai mengenai beberapa baik pekerjaan mereka memberikan hal yg dinilai penting. Kepuasan kerja bisa diukur dari seberapa besar Prestasi kerja pegawai dinilai dan dihargai oleh Dinas (instansi). pegawai yg merasa puas dengan penilaian prestasi kerja dari Dinas (instansi)  maka prestasi kerjanya pun akan meningkat. Sebaliknya, pegawai yg merasa tidak puas dengan penilaian prestasi kerja dari Dinas (instansi) maka prestasi kerjanya pun akan menurun.

Salah satu cara yg harus diterapkan Dinas (instansi) untuk lebih meningkatkan prestasi kerja pegawai  bisa melalui penerapan hukuman. Hukuman yg diberikan Dinas (instansi)  akan berdampak negatif terhadap kepuasan kerja dan menurunnya prestasi kerja pegawai dan juga sebaliknya. Penerapan hukuman membuat Dinas (instansi) harus memperhatikan dengan bijak agar kepuasan kerja dan prestasi kerja tidak menurun.

Hukuman merupakan sebagai tindakan menyajikan konsekuensi yg tidak menyenangkan atau tidak diinginkan sebagai hasil dari dilakukannya perilaku tertentu”. Hukuman yg diberikan Dinas (instansi) memiliki efek positif dan negatif. Efek positif yg ditimbulkan dari Hukuman yaitu pegawai  menjadi sadar akan kesalahan yg dilakukan dalam pekerjaan dan berusaha untuk memperbaikinya.  Efek negatif dari Hukuman jika dikaitkan dengan tingkat kepuasan kerja yaitu ketidakpuasan pegawai akan kerjanya yg kurang dihargai dan dinilai instansi terkait dan juga bisa berakibat menurunnya prestasi kerja pegawai.

Bagi aparatur pemerintahan disiplin mencakup unsur-unsur ketaatan, kesetiaan, kesungguhan dalam menjalankan tugas dan kesanggupan berkorban, dalam arti mengorbankan kepentingan pribadi dan golongan untuk kepentingan negara dan masyarakat. Pasal 29 UU No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan UU No. 43 Tahun 1999 dinyatakan bahwa "Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan pidana, maka untuk menjamin tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas, diadakan Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil". Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah peraturan yg mengatur mengenai kewajiban, larangan, dan sanksi apabila kewajiban tidak ditaati atau larangan dilanggar oleh Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dalam Peraturan Disiplin PNS diatur ketentuan-ketentuan mengenai: (a) Kewajiban, (b) Larangan, (c) Hukuman disiplin, (d) Pejabat yg berwenang menghukum, (e) Penjatuhan hukuman disiplin, (f) Keberatan atas hukuman disiplin, (g) Berlakunya keputusan hukuman disiplin.

Hal tersebut tak lepas sebagaimana dijelaskan tentang kewajiban seorang Pegawai Negeri Sipil yaitu sebagai berikut: (a) Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah, (b) Mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan atau diri sendiri, serta menghindarkan segala sesuatu yg dapat mendesak kepentingan Negara oleh kepentingan golongan, diri sendiri, atau pihak lain, (c) Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara, Pemerintah, dan Pegawai Negeri Sipil, (d) Mengangkat dan menaati Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil dan Sumpah/Janji jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yg berlaku, (e) Menyimpan rahasia negara dan atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya, (f) Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan Pemerintah, baik yg langsung menygkut tugas kedinasannya maupun yg berlaku secara umum, g) Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab, (h) Bekerja dengan jujur, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara, (i) Memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan, persatuan, dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil, (j) Segera melaporkan kepada atasannya, apabila mengetahui ada hal yg dapat membahayakan atau merugikan Negara atau Pemerintah, terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiel, (k) Menaati ketentuan jam kerja, (l) Menciptakan dan memelihara suasana kerja yg baik, (m) Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaik-baiknya, (n) Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya masing-masing, dan lain-lain sebagainya.

Beberapa penjelasan tersebut dapat menjelaskan bahwa persepsi terhadap hukuman dapat meningkatkan dan menurunkan tingkat prestasi kerja pegawai di dalam Dinas (instansi). Jika Dinas (instansi) lebih menerapkan hukuman, maka hal ini akan menurunkan juga meningkatkan prestasi kerja pegawai. Setiap Dinas (instansi) memiliki cara yg berbeda-beda dalam menghargai dan menilai hasil kerja pegawai nya.

Dinas Kelautan dan Perikanan merupakan instansi negara yg bertugas dalam mempertimbangkan kebijakan kelautan dan perikanan. Menindaklanjuti arah dan kebijakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya 2015 yg telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, seluruh satuan kerja di Dinas Kelautan dan Perikanan melaksanakan strategi sesuai kewenangan dan target prestasi kerja yg telah disepakati. Sesuai siklus Perencanaan, Anggaran, dan Manajemen Prestasi kerja Dinas Kelautan dan Perikanan, dilakukan proses pengendalian strategis melalui evaluasi terhadap pelaksanaan dan pencapaian strategi dalam pertemuan progress review prestasi kerja secara berkala, baik untuk pencapaian keseluruhan strategi Dinas Kelautan dan Perikanan maupun masing-masing satuan kerja. Evaluasi terhadap pelaksanaan strategi dan pencapaian prestasi kerja Dinas Kelautan dan Perikanan dilakukan melalui pengukuran pencapaian Indikator Prestasi kerja Utama (IKU). Evaluasi dilakukan untuk monitoring dan masukan untuk memastikan pencapaian target-target yg diharapkan sampai akhir tahun 2015.

Sampai dengan posisi akhir September 2015, pencapaian di bidang pelaksanaan tugas Dinas Kelautan dan Perikanan masih diwarnai dengan kondisi pemulihan sehingga menghadapi tantangan dalam pencapaiannya. Untuk mengakselarasi pencapaian sasaran strategis dan IKU Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya 2015. Dinas Kelautan dan Perikanan  juga telah menetapkan 12 Program Kerja Inisiatif (PK Inisiatif) yg menjadi prioritas untuk dilaksanakan, salah satunya yg ada pada bidang Manajemen Intern. Bidang manajemen intern memiliki Program Kerja Inisiatif mengembangkan organisasi dan menerapkan sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yg efektif dan efisien, serta kultur baru Dinas Kelautan dan Perikanan. Tujuan Program Kerja Inisiatif ini adalah penyempurnaan sistem MSDM, pemenuhan kebutuhan SDM secara kuantitas dan kualitas, serta perilaku pegawai yg selaras dengan nilai-nilai strategis.

 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya 2015 menyadari untuk memaksimalkan Program Kerja Inisiatif pada bidang manajemen intern, maka diperlukan adanya suatu cara untuk merangsangnya yaitu dengan cara pemberian Hukuman. Pemberian hukuman yg tepat akan memunculkan semangat kerja dan persaingan yg sehat antar pegawai  sehingga Prestasi kerja yg maksimal akan tercapai. Selain itu juga akan sejalan dengan tujuan Dinas (instansi) yg akan dicapai.

Berkaitan dengan latar belakang masalah yg telah diuraikan maka dalam penyusunan skripsi ini penulis mengambil judul “Pengaruh Hukuman Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya”.

1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan pemaparan latar belakang yg telah diuraikan diatas, maka ditarik rumusan masalah sebagai berikut:  “Bagaimana pengaruh hukuman terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya”?

1.3 Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat beberapa tujuan, yaitu; “Untuk mengetahui pengaruh hukuman terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya”.

1.4 Kegunaan Penelitian
Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa kegunaan atau manfaat, yaitu;
  1. Kegunaan untuk peneliti, sebagai bahan ajaran untuk mengetahui berbagai prospek Sumber Daya Manusia.
  2. Kegunaan untuk Akademisi, adanya penambahan gudang ilmu atau pustaka sebagai landasan untuk mengkaji menygkut ilmu manajemen Sumber Daya Manusia.
  3. Kegunaan untuk pihak lain, sebagai referensi peneliti selanjutnya dalam melekukan penelitian dengan kasus yg sama dan tolak pikir dalam mengmbil kebijakan-kebijakan manajemen Sumber Daya Manusia. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Gaya Hidup Dan Money Attitude Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Merek Asus Oleh Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur Dengan Nilai Personal Sebagai Variabel Moderasi

Pengaruh Gaya Hidup Dan Money Attitude Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Merek Asus Oleh Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur Dengan Nilai Personal Sebagai Variabel Moderasi

BAB IPENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Pengaruh arus globalisasi dan semakin majunya dunia teknologi informasi  telah menciptakan kebutuhan baru bagi masyarakat terhadap komunikasi tanpa  batas, salah satu produk yg dapat memenuhi kebutuhan technologi komputer tanpa batas ini adalah laptop. Inovasi yg ditanamkan pada laptop memunculkan  berbagai  macam fitur sehingga  sudah  tidak  lagi  digunakan  untuk sekedar alat  technologi computer namun sebagai alat pengetikan dengan berbagai macam fungsi (Multifungsi) dan berbagai macam alasan penggunaan (Multipurpose).

Laptop telah dianggap bukan barang mahal lagi tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan  sehari-hari,  sehingga banyak tersedia  dan  mudah  memperolehnya. Kemudahan dalam membeli laptop mengakibatkan pembelian laptop dilakukan sesuai dengan ketertarikan masing-masing pemakai, hal ini juga didukung oleh tren perkembangan jaman yg mengarah ke dalam budaya konsumtif dan gencarnya informasi  mengenai produk,  baik  melalui  iklan,  promosi  langsung maupun direct selling.

Laptop termasuk salah satu barang yg pembeliannya sering dilakukan berulangkali hingga ada beberapa orang yg memiliki satu atau  dua laptop  sekaligus,  padahal belum  tentu keberadaan laptop tersebut dibutuhkan semuanya. Pembelian laptop yg diluar kebutuhan ini bisa digolongkan pembelian yg tidak rasional. Perilaku membeli yg tidak didasarkan pada pertimbangan yg tidak rasional tergolong sebagai perilaku konsumtif. Perilaku tersebut menggambarkan suatu tindakan yg tidak rasional dan bersifat kompulsif sehingga secara ekonomis menimbulkan pemborosan dan  in-efisiensi biaya. Secara psikologis dapat menimbulkan kecemasan dan rasa tidak aman dan timbul keinginan yg tidak tertahankan lagi untuk membeli produk yg diinginkan. Perilaku  konsumtif akan mengarah pada perilaku pembelian yg kompulsif dan konsumsi yg kompulsif termasuk perilaku yg abnormal dan merupakan  contoh  sisi  gelap konsumsi, para konsumen yg kompulsif menjadi kecanduan, dalam beberapa hal mereka tidak dapat mengendalikandiri dimana beberapa konsumen menggunakan  kebiasaan menghadiahi diri sendiri dan kebiasaan pembelian kompulsif sebagai cara untuk mempengaruhi atau mengatur suasana hati dari negatif menjadi lebih positif.

Perilaku pembelian yg lebih menekankan pada aspek emosional dapat menyebabkan munculnya perilaku konsumtif dan cenderung bersifat kompulsif. Sebuah produk bisa memberikan sebuah simbol emosional dan nilai hedonis, produk tersebut merupakan produk yg mempengaruhi pencitraan diri seperti  pakaian, kosmetik, tato, sepatu, tas, laptop selular, sepeda motor, mobil dan barang  barang yg sering dipertontonkan didepan publik akan selalu memunculkan nilai-nilai hedonis pada setiap trennya. Nilai hedonis tidak selalu memunculkan perilaku  pembelian yg positif namun juga memunculkan perilaku pembelian yg negatif yg diantaranya disebut dengan perilaku pembelian kompulsif dimana konsumsi yg selalu mendorong seseorang untuk melakukan pembelian diantaranya karena keinginan untuk memuaskan perasaan emosional yg mendesak akibat perilaku impulsif yg terlalu kuat, keinginan untuk mengkoleksi benda- benda pada kategori tertentu, untuk pencitraan diri agar diterima dalam tren pergaulan,

Terkait dengan pola konsumsi masyarakat yg sekarang ini telah berubah dan berkembang, sebagian diantara mereka justru memperlihatkan perilaku pembelian yg disebut dengan pembelian kompulsif (compulsive buying),  perilaku pembelian kompulsif tidak berhubungan dengan status social tertentu, dalam kenyataannya konsumen yg berperilaku kompulsif  tersebar di semua kalangan sosial masyarakat.

Konsumen yg kompulsif tidak secara acak membeli produk namun  konsumen yg kompulsif memiliki frekuensi pembelian yg tinggi untuk kategori produk tertentu. Fenomena berganti-ganti laptop dikalangan mahasiswa dan mahasiswi merupakan salah satu contoh perilaku pembelian kompulsif dimana dalam fenomena berganti-ganti laptop tersebut memperlihatkan sebuah perilaku membeli dimana  hasrat  untuk  membeli  tidak tertahankan lagi untuk mendapatkan produk laptop yg lebih baru dan lebih canggih sebagai akibat dari cara orang tersebut menyikapi uang yg dimilikinya dan pemenuhan  akan  kebutuhan  harga  diri  untuk tetap  mengikuti perkembangan jaman yg selalu berubah-ubah dalam pergaulan sehari-hari.

Orientasi perkembangan jaman merupakan salah satu pemicu munculnya perilaku pembelian kompulsif, potensi konsumsi pada masyarakat di negara   berkembang termasuk Indonesia yg terlihat saat ini dapat tercermin dari personality mereka yg berorientasi perkembangan jaman dimana mereka mengikuti mode dan tren terbaru di negara-negara maju. Hal ini terlihat dapat berpengaruh cukup besar dalam perubahan perilaku pembelian masyarakat yg diukur dari minat beli dan konsumsi yg mereka lakukan, Kebanyakan pembeli kompulsif beranggapan perilaku pembelian yg demikian akan menguntungkan mereka  secara  moril  dalam pandangan sosial mereka.

Dalam lingkungan pengguna laptop sendiri terdapat anggapan bahwa seseorang yg selalu  berganti-ganti laptop adalah orang yg memiliki kelas yg tinggi. Hal ini juga dipicu oleh  pesatnya perkembangan jaman di Indonesia yg didukung oleh perkembangan teknologi dan informasi melalui televisi, internet,  majalah, dan berbagai media cetak dan elektronik lainnya mengenai perkembangan jaman yg up-to-date dari Negara maju, mendorong para mahasiswa dan mahasiswamau tidak mau untuk sadar akan perkembangan jaman.

Perubahan dan kesadaran akan perkembangan jaman pada  pola  pikir mahasiswa dan mahasiswasaat ini merupakan salah satu penyebab yg mempengaruhi mereka untuk menjadi pembeli atau konsumen yg kompulsif (compulsive buyer). Sikap konsumen terhadap uang ( money attitude) juga berpengaruh kepada pola  konsumsi. Uang merupakan  motif  yg kuat dalam mempengaruhi  perilaku pembelian, kebanyakan orang memperlihatkan bahwa nilai psikologi dari uang lebih besar dari nilai ekonomisnya sehingga apabila seorang konsumen mendapatkan kemudahan dalam pembiayaan untuk membeli produk yg konsumen tersebut inginkan akan  mendorong konsumen tersebut untuk mencari produk yg lebih  baru dan  semakin  sering  untuk berganti-ganti produk tersebut sesuai dengan selera konsumen  karena  mengikuti  tren  yg  sedang berlangsung.

Perilaku membeli disini tidak lagi menempati fungsi yg sesungguhnya, akan tetapi menjadi suatu ajang pemborosan biaya. Perilaku pembelian kompulsif termasuk dalam perilaku pembelian berdasarkan emosi dari konsumen sehingga akan berkaitan dengan kepribadian konsumen itu sendiri. Model perilaku konsumen sering menunjukkan bahwa konsumen akan membeli sebuah produk sesuai dengan citra diri (Self-Image) atau kepada sebuah pencitraan yg ingin ditampilkan oleh konsumen tersebut. Model perilaku konsumen menunjukkan bahwa konsumen akan membandingkan symbol sosial atau attribut dari produk yg dipersepsikan memberikan potensi untuk mempertahankan citra diri (Self Maintenance) atau peningkatan citra diri (Self-Enhancement) dan beberapa literature  mendukung hipotesis bahwa perilaku kompulsif/adiktif secara umum didasari  oleh  tingkat harga diri yg rendah (low Self-Esteem) dan perasaan konsumen yg    merasa dirinya lemah.

Laptop telah masuk kedalam jajaran barang perkembangan jaman, Laptop tidak hanya dilihat sebagai barang penting yg dekat pada kita, tapi juga sebagai  alat technologi komputer yg mencerminkan dan menggambarkan penggunanya. Desain  dan  fitur dari laptop selular telah dilihat seseorang sebagai barang yg  memperlihatkan sebuah keindahan dan layak untuk dipamerkan sehingga perkembangannya langsung maupun tidak langsung akan mengikuti perkembangan dari tren perkembangan jaman yg berkembang di masyarakat. Pengguna laptop sangat ingin menukar perangkat yg lebih lamanya sehingga mendorong siklus pertumbuhan  dan  penggantian hal ini tidak lepas dari gaya hidup konsumen yg  selalu mengikuti tren perkembangan jaman yg terus berubah-ubah.

Mahasiswa dan mahasiswi menjadi pasar yg sangat potensial bagi para produsen, populasi mereka yg jumlahnya mencapai sepertiga total populasi nasional jelas merupakan  pasar yg sangat menarik. Mahasiswa dan mahasiswi merupakan faktor pendorong terbesar pertumbuhan perusahaan laptop. Dalam perusahaan laptop, mahasiswa dan mahasiswi merupakan elemen dalam masyarakat yg harus diperhitungkan, karena mahasiswa dan mahasiswi sebagai konsumen  memiliki  karakter  tersendiri antara lain: mudah terpengaruh oleh iklan; cenderung tidak bisa berhemat; kurang realistis; romantic; dan  impulsif serta suka mengikuti  mode, perkembangan jaman  atau  trend  yg  sedang berlangsung.

Hal ini akhirnya mendorong munculnya berbagai gejala dalam perilaku membeli yg tidak wajar yakni perilaku pembelian kompulsif. Kelompok yg berorientasi konsumtif adalah pemuda dan remaja, karena suka mencoba hal-hal yg dianggap baru. Pada masa mahasiswa dan mahasiswi kebutuhan akan adanya kemantapan harga diri (Self-Esteem) sangat dirasakan oleh para mahasiswa dan mahasiswi. Hal ini disebabkan karena problem yg dihadapi oleh mahasiswa dan mahasiswi sangat kompleks sehingga mahasiswa dan mahasiswi mulai menambah dunia pengalamannya melalui pergaulan.

Sebenarnya pada masa  ini, mahasiswa dan mahasiswi sedang menjajaki rasa harga diri, pencarian identitas diri dan memantapkan rasa harga dirinya. Pemenuhan   kebutuhan akan harga diri akan dapat membentuk rasa percaya pada diri sendiri, nilai, kekuatan, kapabilitas, perasaan dibutuhkan dan rasa bermanfaat. Tetapi rintangan menuju pemenuhan kebutuhan ini dapat menimbulkan perasaan rendah diri, lemah, dan tidak berdaya. Hal inilah yg membuat mahasiswa dan mahasiswi terus mencari produk yg mampu meningkatkan harga dirinya tersebutdan menjadi sebuah perilaku konsumtif yg menjurus pada sifat kompulsif.

Begitu juga dengan masalah pada mahasiswa dan mahasiswi Universitas Jabal Ghafur bahkan orang masyarakat pada masa sekarang yg cendrung lebih terfokus pada perkembangan tekonologi dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Mahasiswa dan mahasiswi Universitas Jabal Ghafur selajaknya mahasiswa dan mahasiswi kampus lain yg berada di Provinsi Aceh, dimana kegiatan kesehariannya menghabiskan waktu di warung kopi dengan memanfaatkan layanan internet dengan motif WiFi. Oleh sebab itu semakin seringnya mahasiswa dan mahasiswi Universitas Jabal Ghafur menghabiskan waktu di tempat seperti maka peluang omset pemasaran laptop semakin bertambah karena semakin banyaknya peminat atau konsumen yg memerlukan laptop.

Perkembangan teknologi yg pesat menyebabkan persaingan di antara para pengusaha laptop yg berlomba-lomba menciptakan inovasi produk yg beraneka dengan tujuan mengungguli pasar. Dengan semakin rentannya persaingan antara produsen laptop, maka timbul berbagai persepsi di kalangan konsumen tentang kualitas atau mutu produk serta fitur produk yg lebih unggul sebagai pilihan utama. Dalam tahun ini, para mahasiswa dan mahasiswalebih banyak menggunakan laptop bermerek Asus, hal ini disebabkan dengan kualitas dan fiturnya yg bagus serta dipengaruhi oleh banyaknya pemakai asus dengan produk lain seperti Android (Hand Phone), hal ini menjadi salah satu dayak tarik komsumen dalam memutuskan pembelian laptop Asus. Oleh sebab itu tidak dapat dipungkiri lagi laptop asus merupakan laptop yg sedang diminati oleh para pengguna laptop khususnya di Universitas Jabal Ghafur .

Berdasarkan uraian permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti tentang judul “Pengaruh Gaya Hidup Dan Money Attitude Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Merek Asus Oleh Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur Dengan Nilai Personal Sebagai Variabel Moderasi”.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka penuli dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian laptop merek Asus Oleh Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur?
  2. Bagaimana pengaruh money attitude terhadap keputusan pembelian laptop merek Asus Oleh Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur:
  3. Diantara kedua variabel, manakah yg paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian laptop merek Asus Oleh Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian laptop merek Asus Oleh Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur.
  2. Untuk mengetahui pengaruh money attitude terhadap keputusan pembelian laptop merek Asus Oleh Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur:
  3. Untuk mengetahui variavel mana yg paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian laptop merek Asus Oleh Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur.
1.4 Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut;
  1. Manfaat untuk penulis, sebagai bahan ajaran untuk mengetahui berbagai prospek prospek pemasaran.
  2. Manfaat untuk Akademisi, adanya penambahan gudang ilmu atau pustaka sebagai landasan untuk mengkaji menygkut ilmu manajemen pemasaran.
  3. Manfaat untuk pihak lain, sebagai referensi peneliti selanjutnya dalam melekukan penelitian dengan kasus yg sama dan tolak pikir dalam mengmbil kebijakan-kebijakan manajemen pemasaran. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengaruh Tengible, Reablility, Responsivenes, Assurance Dan Emphaty Terhadap Kepuasan Pengguna Kartu Jkra Pada Rumah Sakit Umum Sigli Kabupaten Pidie

Pengaruh Tengible, Reablility, Responsivenes, Assurance Dan Emphaty Terhadap Kepuasan Pengguna Kartu Jkra Pada Rumah Sakit Umum Sigli Kabupaten Pidie

BAB IPENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang  Masalah
Dalam era globalisasi sekarang ini, menuntut instansi negara untuk meningkatkan pelayanan secara profesional sesuai dengan bidangnya masing-masing. Perubahan teknologi dan arus informasi yg sangat cepat telah mendorong berbagai instansi untuk menghasilkan layanan yg dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yg hendak dilayani, sehingga pelanggan merasa puas dengan apa yg telah mereka dapatkan dari instansi terkait. Banyak cara yg dapat dilakukan instansi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, salah satunya yaitu dengan memberikan kesan/citra yg baik dalam hal pelayanan kepada pengguna jasa pelayanan.

Terdapat banyak instansi milik pemerintah yg ada di Indonesia sangat berpengaruh dari perkembangan pola pikir masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya, karena masyarakat sangat respon terhadap perkembangan instansi yg kemungkinan akan mempunyai hubungan dengan instansi terkait. Oleh sebab itu keberadaan instansi yg bertujuan untuk melayani masyarakat sangat penting dipertimbangkan oleh pemerintah guna tercapainya tujuan dari keberadaan instansi tersebut. Pertimbangan utama pemerintah dalam hal ini menygkut kepuasan masyarakat.

Negara telah mengatur dan telah merencanakan program kerja melalui perangkat kerjanya yg tercantum dalam struktur lembaga-lembaga pemerintahan, seperti instansi dinas. Instansi dinas merupakan suatu perpanjangan tangan pemerintahan dalam mengelola program kerja pemerintah, baik itu di pusat, provinsi, kabupaten/kota dan juga kecamatan, keberadaan instansi pemerintahan ini suatu keharusan yg ditetapkan oleh pemerintah untuk menunjang program kerja pemerintah sebagai kewajiban yg harus dipenuhi. Disamping itu, keberadaan instansi atau dinas bukanlah suatu jaminan telah tercapai program kerja pemerintah yg efektif. Hal itu ditandai dengan banyaknya keluhan-keluhan masyarakat menygkut keberadaan dinas yg belum bekerja sebagaimana yg seharusnya.

Pada masa global seperti sekarang ini, pemerintah dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain pemerintah harus memperhatikan kebutuhan publik dan dapat menciptakan kebutuhan masyarakat tersebut terpenuhi. Beranjak dari tantangan tersebut pemerintah perlu menggali berbagai informasi terkait bagaimana cara melayani masyarakat yg semakin hari semakin maju pola pikirnya. Walaupun demikian pemerintah tidak pernah berdalih dengan hal tersebut, hal itu disebabkan dengan adanya dinas-dinas yg selama ini telah mengerjakan program pemerintah walaupun belum sepenuhnya mencapai tujuan.

Salah satu aspek yg paling penting diperhatikan pemerintah adalah di sektor pelayanan publik dalam hal ini merupakan dinas kesehatan. Dalam mengelola Rumah Sakit Umum, pemerintahan harus mengutamakan kebutuhan masyarakat yg paling utama yaitu disektor pelayanan kesehatan, karena pelayanan kesehatan merupakan inti dari kebutuhan masyarakat umum, maka perlu pertimbangan pemerintah dalam mengatur daerah kepemimpinannya guna tercapainya suatu program yg efektif. Dinas Kesehatan harus dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat selaku pelanggan dan memberikan citra yg baik di mata masyarakat dengan cara memberikan pelayanan yg berkualitas. Melihat keadaan tersebut, pemerintah berupaya agar dinas kesehatan berusaha dapat memperbaiki keadaan dengan memberikan pelayanan yg terbaik kepada masyarakat. Dengan pelayanan yg baik, diharapkan masyarakat akan merasa dihargai dan tidak merasa diabaikan haknya dan akhirnya masyarakat sebagai pengguna atau pelanggan dari jasa yg ditawarkan oleh dinas milik pemerintah tersebut akan merasa puas. Rumah Sakit Umum Sigli atau Rumah Sakit Tgk. Chik di Tiro merupakan salah satu rumah sakit milik pemerintah yg memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam penyediaan jasa yg berhubungan dengan pelayanan kesehatan yg berada di Kabupaten Pidie.

Peningkatan kebutuhan pelayanan kesehatan melonjak dengan tinggi dan cepat, khususnya kebutuhan bagi penderita penyakit dan diiringi pula dengan standar tingkat kepuasan masyarakat menjadi lebih tinggi lagi sebagai akibat dari meningkatnya perkembangan teknologi yg maju dan modern. Dalam melakukan kegiatannya, Rumah Sakit Umum Sigli menyediakan bagian pelayanan masyarakat yg tugasnya memberikan pelayanan yg dibutuhkan oleh setiap masyarakat.

Salah satu perkembangan yg terjadi di Aceh khususnya Kabupaten Pidie merupakan kehadiran program pemerintah yg telah terlihat jelas manfaat dari program yg sedang dijalankan ini yaitu JKRA. Kehadiran program ini sangat membantu masyarakat dan menutupi kekurangan-kekurangan program pemerintah lainnya. Dengan hadirnya program yg satu ini telah meningkatkan penilainya daerah-daerah lain terhadap Aceh, karena program ini merupakan program yg yg lahir pertama kali di Indonesia yaitu provinsi Aceh.

JKRA ini tidak lepas dari pengalihan nama yg sebelumnya yaitu JKA. Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan. Pada tahun 2010, program tersebut disetujui oleh legislatif, sehingga gagasan yg memberikan kemudahan berobat gratis dapat dilaksanakan. JKA merupakan sebuah pelayanan jaminan kesehatan atau berobat gratis bagi setiap warga Aceh khususnya keluarga miskin yg tidak ditampung pada jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).

Perusahaan asuransi kesehatan yg akan melaksanakan program JKA APBA 2010 harus sudah punya jaringan luas di berbagai rumah sakit umum daerah di Aceh. Begitu juga RSU yg ditinjuk menerima pasien JKA harus bisa menunjukkan jati diri sebagai RSUD yg telah memiliki sertifikasi standar pelayanan minimum (SPM). “SPM yg di maksud bukan RSU yg memberikan pelayanan standar minimum kepada pasien JKA.

Pelayanan JKRA merupakan unsur yg sangat penting di dalam usaha meningkatkan kepuasan pengguna (masyarakat). Pada dasarnya posisi pelayanan JKRA ini merupakan fakor pendukung terhadap aktivitas pelayanan dinas kesehatan Dalam rangka meningkatkan pelayanan dinas kesehatan kepada masyarakat pada umumnya, maka berdasarkan peraturan pemerintah tentang pelayanan kesehatan, Rumah Sakit mempunyai peran yg sangat penting dan strategis dalam mewujudkan tujuan program JKRA ini. Untuk itu dinas kesehatan memberikan perhatian khusus kepada kegiatan pelayanan dalam hal pemenuhan kebutuhan masyarakat agar dalam pelaksanaannya dapat memuaskan masyarakat.

Jika pelayanan yg diberikan memenuhi kebutuhan masyarakat, maka masyarakat akan merasa puas dan bila jasa pelayanan berada di bawah tingkat yg diharapkan, masyarakat akan merasa tidak puas. Masyarakat yg merasa tidak puas terhadap pelayanan yg diberikan, dengan sendirinya akan menceritakan kepada orang lain sebagai komplain atas ketidakpuasannya. Oleh karena itu pengukuran kepuasan akan pelayanan yg diberikan oleh dinas kesehatan pada masyarakat harus selalu dilakukan untuk mengetahui dan merencanakan strategi yg lebih baik di masa mendatang dan lebih meningkatkan kualitas pelayanannya agar dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat serta untuk meminimalisasikan masalah. Oleh sebab itu, perlu suatu langkah yg baik dalam menjalan program JKRA ini, supaya program ini bisa berfungsi untuk jangka panjang.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul:“ Pengaruh Tengible, Reablility, Responsivenes, Assurance Dan Emphaty Terhadap Kepuasan Pengguna Kartu Jkra Pada Rumah Sakit Umum Sigli Kabupaten Pidie”.

1.2  Perumusan Masalah 
Berdasarkan uraian serta penjelasan yg telah dikemukakan pada latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
  1. Apakah kualitas pelayanan yg meliputi Tangible, Realibility, Responsiveness, Assurance, dan Empathy berpengaruh terhadap kepuasan Pengguna Kartu JKRA pada Rumah Sakit Umum Sigli Kabupaten Pidie?
  2. Variabel manakah yg dominan berpengaruh terhadap kepuasan Pengguna Kartu JKRA pada Rumah Sakit Umum Sigli Kabupaten Pidie?
1.3 Tujuan Penelitian 
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
  1. Untuk mengetahui apakah kualitas pelayanan yg meliputi Tangible, Realibility, Responsiveness, Assurance, dan Empathy berpengaruh terhadap kepuasan Pengguna Kartu JKRA pada Rumah Sakit Umum Sigli Kabupaten Pidie.
  2. Untuk mengetahui variabel yg dominan berpengaruh terhadap kepuasan Pengguna Kartu JKRA pada Rumah Sakit Umum Sigli Kabupaten Pidie.
1.4 Manfaat Penelitian 
1.4.1 Praktis 
Diharapkan dengan adanya penelitian ini maka dapat memberi suatu masukan berbagai pihak khususnya pelaksana pelayanan kesehatan agar dapat meningkatkan pelayanan lebih baik lagi.

1.4.2 Teoritis 
  1. Sebagai bahan referensi bagi yg berminat untuk memperdalam masalah kepuasan. 
  2. Dengan melakukan penelitian, diharapkan dapat memberikan pengalaman yg berguna bagi peneliti untuk dapat berfikir secara analisis dan dinamis di masa yg akan datang. 
Untuk file lengkap silakan hubungi : 085275077070

Pengertian Pemasaran Jasa Menurut Para Ahli

Pengertian Pemasaran Jasa Dalam konsep pemasaran modern telah dikatakan bahwa titik tolak dari kegiatan pemasaran ialah mengetahui kebu...